Wednesday, May 2, 2012

Boleh kah bersedih di depan anak?

Berita duka atau kejadian menyedihkan bisa datang kapan saja, bahkan setelah anda memiliki seorang anak. Layaknya para orang tua, mereka tidak ingin bersedih di depan anak-anak mereka, karena berpikir bahwa anak-anak tidak sepantasnya ikut bersedih karena orang tuanya sedang berduka. Yang terjadi, para orang tua bersikap seolah segala sesuatu baik-baik saja dengan menutupi kesedihan itu. Apakah hal tersebut baik?

Anda tidak harus menutupi kesedihan yang sedang terjadi, karena anda sebenarnya menunjukkan rasa sedih di depan anak-anak bukanlah hal terlarang. “jika terjadi sesuatu yang membuat anda sedih , itu adalah emosi yang manusiawi,” ujar jan faull, penulis buku amazing minds: the science of nurturing your child’s developing mind with games, activities and more. “tetapi anda harus memastikan bahwa mereka melihat anda bisa melewati kesedihan itu, karena anda pasti tidak ingin melihat anak-anak terpengaruh pada kesedihan anda,”

Ada banyak hal di sekitar anda yang bisa menyebabkan kesedihan. Keluarga atau kerabat yang meninggal, sahabat atau tetangga anda harus pindah ke negara lain dan tidak bisa berjumpa dalam waktu yang lama, bahkan bila kebun mawar kesayangan anda rusak dan mati akibat hama, serta segala hal yang bisa membuat rasa sedih menghampiri anda. Jangan sembunyikan kesedihan anda, karena anak-anak anda akan belajar bahwa orang tua mereka tetaplah manusia biasa yang bisa bahagia sekaligus berduka.

Bagaimana jika anak anda ikut bersedih? Hal ini justru bisa menjadi pembelajaran mereka bahwa bersedih adalah hal yang alami dan bukan sesuatu yang menakutkan. “biarkan mereka tahu alasan-alasan yang membuat anda bersedih, hal itu akan membantu mereka untuk mengerti apa yang sedang anda rasakan. Anda tidak bisa selalu menunjukkan wajah bahagia sepanjang waktu,” ujar faull. Menunjukkan wajah bahagia di tengah rasa duka justru akan membuat anak bingung, karena anak-anak bisa membaca bahasa tubuh bahwa anda sedang menunjukkan kebahagiaan palsu.

Daripada anda berpura-pura bahagia, ikuti cara ini:
Biarkan mereka tahu perasaan anda. Penting bagi anak-anak untuk tahu bahwa alasan anda bersedih bukan karena mereka. Sehingga mereka tidak akan menduga-duga dan menyalahkan diri sendiri.

Sampaikan dengan sederhana. Jika anak-anak bertanya mengapa anda bersedih, beritahu alasannya dengan penyampaian sederhana. Misalnya, “bunda sedih karena tidak bisa mengantar dedek ke sekolah,”

Jangan terlalu lama. Anda boleh menunjukkan rasa sedih anda, tetapi jangan terlalu lama. Katakan pada anak-anak anda, “bunda saat ini sedang sedih, tetapi tidak akan lama,”
Katakan sesuai porsi mereka. Anda tentu tidak bisa mengatakan bahwa anda sedih karena baru mengalami pertengkaran hebat dengan suami. Katakan sesuai porsi usia anak anda.

Source: vemale.com

No comments:

Post a Comment