Sunday, September 30, 2012

Lebih Baik Dicintai atau Mencintai?

Salah satu hal yang didambakan setiap manusia dalam suatu hubungan adalah mendapatkan cinta yang membuat Anda merasa berharga dimata seseorang. Anda tentu butuh rasa aman, merasa diinginkan, dan berharga, namun pada kenyataannya tidak satupun hubungan percintaan bisa berjalan mulus tanpa gangguan. Keyakinan bahwa pasangan akan melakukan apapun yang membahagiakan Anda -karena ia mencintai Anda- ternyata tak selamanya dapat dibuktikan. Oleh karena itu, pikirkan sejenak pertanyaan ini,


"Apakah penting bagi Anda untuk memberikan cinta kepada seseorang yang mencintai Anda?" 
atau pertanyaan
"Mana yang lebih penting, menjadi orang yang dicintai, atau mencintai diri sendiri dan orang lain?", atau "Mana yang sebenarnya lebih penting, dicintai atau mencintai?"
Berikut mengenai dicintai atau mencintai. Cekidot

Dicintai 
Mungkin Anda akan berkeyakinan, lebih baik dicintai, dan bukan mencintai. Keyakinan ini disebabkan, banyak orang merasa tidak dicintai saat masih anak-anak, dan orangtua dianggap tidak bisa menjadi contoh baik untuk anak-anaknya dan ini terjadi pada kebanyakan orang makanya masa kanak kanak itu masa sangat amat krusial dalam pembentukan sifat dan karakter sewaktu dewasa nanti. Rasa haus akan cinta pun dilampiaskan saat beranjak dewasa, ketika Anda percaya bahwa menjadi orang yang dicintai akan membuat Anda merasa lebih baik. Akibatnya, Anda percaya bahwa dengan dicintai Anda akan memiliki perasaan terbaik tentang diri sendiri. Hal ini tidaklah salah, namun pikirkan lagi, mengapa Anda ingin diri Anda terasa berharga bagi orang lain?

"Bisa jadi ini menjadi pertanda bahwa orang ini tidak menghargai diri sendiri, ia percaya bahwa satu-satunya cara untuk merasa berharga adalah ketika ada seseorang yang mengasihi dan mencintai dirinya," ungkap Dr Margaret Paul, PhD, pakar hubungan dan pernikahan, dalam artikelnya yang berjudul Which Works-Getting Love or Being Loving?.

Memang, setiap orang ingin merasa dicintai. Namun ketika Anda hanya menuntut untuk dicintai, yang terjadi hanyalah hubungan sepihak. Pasangan jadi merasa tidak dihargai dan tidak dicintai. "Karena Anda berdua berada dalam posisi yang sama-sama ingin mendapatkan cinta, saat itu Anda mungkin merasa telah memilih pasangan yang salah, dan akhirnya mengakhiri hubungan. Atau, berusaha lebih keras untuk mengendalikan cinta pasangan Anda," ungkap Dr Margaret.

Selama Anda berdua tidak saling menghargai dan mencintai diri sendiri terlebih dahulu, Anda akan terus mendapat kekecewaan karena merasa tidak dicintai oleh siapapun.

Mencintai
Dengan niat yang tulus untuk mencintai orang lain, Anda belajar untuk bertanggung jawab untuk mencintai diri sendiri dan orang lain, serta bertanggung jawab atas perasaan Anda. Dengan mencintai berarti Anda belajar untuk mencurahkan perhatian, kasih sayang, dan menghargai orang lain. Tujuan Anda menjalin hubungan tidak lagi mencari seseorang yang melulu memberi segala sesuatu untuk Anda, tetapi juga memberikan apa yang Anda miliki untuk dirinya. Anda melihat hubungan sebagai kesempatan untuk tumbuh, bermain, dan berbagi cinta dengan orang lain.

Bila niat Anda menjalin hubungan adalah untuk mencintai, Anda tidak melihat hubungan sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan Anda, karena cinta tidak membutuhkan imbalan dari orang lain. Cinta sejati adalah memberi, mengasihi, memahami, dan bukan meminta. Secara otomatis, ketika Anda mencintai dan memberi cinta kepada diri sendiri dan orang lain, maka Anda akan dicintai oleh banyak orang, tak terbatas pada pasangan Anda saja. 

So mulai saat ini apapun latar belakang kita sewaktu kita anak anak dulu entah kurang kasih sayang orang tua, broken home, merasa tidak di inginkan oleh keluarga, sendiri dan lain lain, mari, marilah mencoba untuk Mencintai jangan ingin di cintai karena kata Nidji Cinta Tak akan Pernah Salah dan ada ungkapan sakti tentang mencintai yaitu : "If Loving you with all my heart is a crime then i am Guilty". 

No comments:

Post a Comment