Tuesday, March 14, 2017

Umur 35 tahun Anda Belum Menikah? You Are So Smart.


Setiap orang pasti tidak bisa hidup menyendiri selamanya, dan membutuhkan orang lain dalam hidupnya, termasuk pasangan. Apalagi manusia sebagai mahluk sosial, pasti menginginkan seorang pendamping baik pria maupun wanita.

Salah satu cara untuk hidup bersama secara sah adalah dengan pernikahan. Tetapi tidak bisa dipungkiri, saat ini banyak sekali pria maupun wanita yang lebih mementingkan karir dibandingkan menikah.

Dan mereka pun banyak yang menikah dengan usia yang sudah cukup tua. Lantas apakah Anda tahu, apa yang terjadi jika Anda tidak menikah dan tetap melajang hingga usia 35 tahun?

Dalam sebuah survei yang dikutip dari boldsky.com, banyak pria dan wanita di kelompok usia 35-40 yang berasal dari latar belakang perkotaan mengakui bahwa, mereka hampir kehilangan keinginan untuk menikah lagi.

Wanita perkotaan juga memberikan pendapatnya, jika pernikahan adalah prioritas kedua. Prioritas pertama mereka adalah pendidikan dan karir.

Lantas apa yang akan terjadi jika Anda tetap memutuskan melajang di usia lebih dari 35 tahun? Berikut ulasannya:

Fakta Pertama
Setiap pernikahan membawa kepada sebuah keterbatasan. Dan pernikahan akan mengikat seseorang. Ketika Anda terbiasa hidup melajang hingga usia 35, akan Anda kesulitan untuk menerima batasan dari pasangan.

Fakta Kedua
Meskipun pernikahan memberikan sukacita pada awalnya, tetapi pernikahan tidak pernah lepas dari masalah yang bisa mendatangkan stres, beban, dan hubungan pasang surut. Bagi Anda yang terbiasa melajang, akan memutuskan dengan cepat ikatan pernikahan atau bercerai.

Fakta Ketiga
Hidup terasa fleksibel jika Anda lajang. Jika Anda ingin melakukan perjalanan atau berpesta, Anda bisa lakukan kapan saja. Karena terbiasa, hal ini akan sulit dilakukan jika Anda menikah yang akhirnya membuat beban dan stres dalam hubungan rumah tangga.

Fakta Keempat
Jika Anda lajang, Anda akan memiliki banyak tingkat fokus dan energi untuk menjadi produktif dan gairah hidup Anda. Akan sulit bagi Anda mengorbankan semua ini dalam ikatan pernikahan setelah berumur 35 tahun.

Fakta Kelima
Jika Anda melajang terlalu lama, Anda mungkin tidak benar-benar tertarik untuk dikendalikan oleh pasangan setelah menikah.

Fakta Keenam
Setelah Anda terbiasa melajang, Anda akan membenci gaya hidup normal orang lain. Termasuk pertengkaran dalam rumah tangga, yang sering Anda dengan dari orang lain.

Fakta Ketujuh
Hal terbaik saat melajang adalah Anda dapat berkencan dengan siapa pun dan kapan saja. Mungkin ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak pria dan wanita urban, mencoba untuk tetap melajang.


Bagaimana dengan Anda?

Wednesday, March 8, 2017

Kenapa Pria Enggan Berkomitmen? Mungkin Hal Ini Penyebabnya!


Menurut sensus di Amerika selama 40 tahun terakhir, angka pernikahan terus mengalami penurunan. National Marriage Project diprakarsai Rutgers University juga menyebutkan bahwa semakin banyak pria yang takut untuk menikah. Kebanyakan dari mereka enggan membangun komitmen serius dan ikatan yang sifatnya seumur hidup.
Nah, kira-kira hal-hal apa saja yang melatarbelakangi fenomena ini? Kenapa sih para Pria enggan atau bahkan takut untuk menikah? Ini Alasan Sebenar benar nya :

1. Para Pria Takut Kalau-Kalau Keputusan untuk Berkomitmen Berarti Merelakan Kebebasan Mereka.
Secara alami, Pria  memang terlahir dengan sifat mandiri. Mereka terbiasa membuat keputusan sendiri dan menjalani hidup dengan cara yang mereka yakini. Bagi mereka, bebas adalah melakukan apa yang mereka inginkan tanpa ada orang lain yang akan menghakimi atau mengkritisi pilihan mereka. Artinya bebas disini bebas bertanggung jawab loh ya, bukan berbuat bebas semaunya, sama sekali bukan, tolong garis bawahi, penting soalnya.
Komitmen dengan pasangan membuat para pria merasa dibatasi. Ketika akhirnya punya pasangan, setiap hal yang akan dilakukan tak lagi sekadar memikirkan keinginan sendiri. Jika saat masih single mereka biasa menghabiskan malam Minggu dengan main game, nonton serial TV kabel favorite, atau nongkrong dengan teman sambil minum bir, untuk melepas penat setalah 5 hari berkutat di kantor,  hal itu rela ditinggalkan demi menemani pasangan pergi jalan-jalan. But, wait! Apakah mereka benar-benar bahagia saat melakukannya, atau sekadar berkorban agar tak terjadi masalah dengan pasangan? Hmm…jawabannya iya memang seperti itu, kadang pria melakukan hal hal yang di sukai pasangan wanita nya agar tak terjadi masalah dengan pasangan.Supaya aman dan damai saja, dan sebetulnya itu adalah hal yang sangat tidak nyaman di lakukan pria loh..

2. Pria Khawatir Jika Kamu Akan Mengganggu “Ruang” Pribadinya
Pria cenderung kental dengan karakter kelaki-lakiannya. Membiarkan kamar tidur berantakan, memilih cat dinding warna gelap, mendesain kamar dengan gaya minimalis; banyak pilihan cowok yang nyata-nyata bertolak belakang dengan pilihan cewek. Sangat tidak sama untuk perkara ini, dan menurut pria ini sangat penting baginya.
Ketika kamu masuk dan jadi bagian dalam hidupnya, kehadiranmu dianggap membolak-balikkan dunianya. Kamu mungkin akan meminta pasanganmu rajin-rajin membersihkan kamar, sekadar mengganti warna cat dinding dengan yang lebih cerah dan bernuansa segar, atau menambahkan pernak-pernik agar suasana kamar tak terlalu kaku. Meskipun tak terang-terangan, pasanganmu akan merasa bahwa ada bagian dalam dirinya yang tak lagi utuh – sebagian dirinya yang harus berkompromi denganmu.Dan hal tersebut membuat pria tidak nyaman, dan menggerus rasa cinta nya terhadap pasangan wanitanya.

3. Bagi Pria, Berusaha Setia Pada Pasangan Bukanlah Perkara Mudah
Keberanian berkomitmen jadi topik yang menarik di kalangan para Pria , begitu pula soal kesetiaan. Pasalnya, Pria  dianggap lebih rentan tidak setia atau akan merasa bosan pada pasangan.Hal ini memang harus di akui secara jujur bagi para pria, bukan berarti bangga mempunyai sifat tersebut namun lebih memahani dan mengakui kekurangan diri.
Apakah pasanganmu sudah siap memilihmu di antara sekian pilihan yang ada? Apakah dia sudah mantap menjadikanmu teman hidupnya hingga ajal yang memisahkan? Ketika kamu tidak kuasa menjawab, pun sama halnya dengan pasanganmu sendiri. Yang pasti, butuh proses demi bisa memantapkan hati dan mengambil keputusan untuk menikah.

4. Sifat Pria yang Lebih Rasional Membuat Pria Tidak Mudah Percaya Pada Kisah Putri dan Pangeran yang Hidup Bahagia Setelah Menikah.
Biasanya, cewek cenderung emosional. Menganggap bahwa pernikahan identik dengan hal-hal yang bahagia. Ketika sudah bisa bersatu, maka segala masalah di masa depan pasti bisa diselesaikan berdua.Helloooo, ini kehidupan nyata Girl!, bukan cerita Cinderalla atau Sinetron Indonesia atau Drama Korea!
Masalah nya, Pria justru melihat pernikahan dari sudut pandang yang jauh berbeda. Tentang rumitnya menyatukan dua kepribadian yang berbeda, tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga, hingga urusan anak yang tak kalah menyita tenaga dan pikiran. Bayangkan, betapa butuh proses panjang untuk bisa menyatukan dua orang dengan cara pandang yang demikian jauh berseberangan. So Please Be Realistic.

5. Berkompromi dengan Pasangan Itu Bukan Perkara Mudah Buat Para Pria.
Demi bisa menjalani hubungan yang langgeng dan bahagia, setiap pasangan layak punya kemampuan berkompromi yang mumpuni. Ibaratnya, setiap masalah akan dibagi menjadi dua bagian – kamu dan pasanganmu masing-masing setengah bagian. Dengan kepala dingin berusaha menemukan solusi yang paling baik dan dianggap tepat.
Namun, tak jarang pasangan akan mengalami beda pendapat. Satu memilih cara A dan satu lagi lebih suka cara B. Di saat inilah kemampuan berkompromi jadi sangat diperlukan. Sayangnya, para cowok seringkali menganggap remeh kemampuan cewek dalam urusan kompromi. Para cowok lebih percaya bahwa cewek hanya akan memberikan pilihan sulit bagi mereka, misalnya: “kamu pilih nurutin aku atau kita mending putus aja?” See, coba bayangin kalau menghadapi pilihan seperti ini, Sulit men, Tidak lah mudah bagi Pria, only make me stress, gila.

6. Kehilangan Waktu Luang Jadi Salah Satu Hal yang Membuat Pria Takut Menikah.
Para Pria percaya bahwa hidup dengan embel-embel komitmen akan jauh lebih melelahkan daripada menjadi single. Selesai dengan berbagai tugas di kantor, sekadar menjemput pasangan pulang kerja atau membereskan mainan anak-anak yang berantakan bisa jadi sangat menyiksa. Akan ada saat dimana mereka mengingat momen sebagai bujangan; menikmati lelah sepulang kerja dengan pergi ke tempat gym, atau latihan fisik beladiri, bermain futsal atau sekedar minum kopi dan merokok ( bagi yang suka kopi dan rokok) sendirian di teras kamar. Priceless hal hal seperti ini bila dapat di lakukan setelah menikah, Damn....

7. Serius Berkomitmen Dengan Seorang Cewek Itu Bukan Perkara Mudah.
Di usia yang dianggap layak dan “matang” untuk menikah, tekanan sosial bisa luar biasa terasa menyiksa. Jika tak segera mengakhiri masa lajang, maka akan dinilai menyimpang atau menyalahi aturan sosial. Pertanyaan seperti “kapan nikah?” "mau sampai umur berapa belum nikah juga?" "kamu ganteng, mapan, masa ga ada yang mau nikah sama kamu?", atau  "jangan dipacarin melulu, tuh anak orang di nikahin donk?" atau “mana nih calonnya?” Seringkali membuat telinga gatal dan hati menjadi kesal, membuat mood menjadi kacau, dan perlu di ketahui, bahwa baik buruk nya seorang pria tidak dilihat dari dia sudah menikah atau belum, sama seperti menilai seseorang dari agama nya. Apakah fair? it is not fuckin fair, men. Please, kita para pria lajang juga ingin dihargai apa adanya diri kita, pilihan untuk melajang atau belum menikah adalah pilihan prinsip hidup masing masing, tidak semua pria sama pemikiran nya dengan kalian para Bullyer laknat.
Padahal, pikiran para pria justru dipenuhi dengan pertanyaan “apakah aku sudah siap menikah?”. Mengedepankan logika, cowok akan lebih sibuk mengukur kesiapan fisik dan mental mereka. Bahkan, perkara rumah pribadi, mobil, tabungan, hingga rencana karir dan investasi jadi pertimbangan utama mereka. Sangat penting bagi kami berpikir logika, makanya para pria ini dapat survive dari keras nya kehidupan dan bullshit nya dunia, karena selama ini mengedepankan Logika.

8. Ambisi Pada Pendidikan dan Karir Bisa Jadi Alasan Utamanya
Pria terlahir dianugerahi ambisi yang kuat. Mental sebagai laki-laki yang menuntun mereka untuk gigih mengejar setiap keinginan dan cita-cita. Ada kalanya komitmen justru dianggap sebagai distraksi dalam perjalanan mereka mengejar mimpi. Menikah dan punya anak mungkin akan mengganggu fokusnya pada karir dan pendidikan. Padahal, mereka masih punya niat mencapai posisi penting di kantor, membangun bisnis pribadi atau melanjutkan kuliah dan bekerja di luar negeri.Ada hal hal yang sudah menjadi cita cita pria sejak dulu sebelum bertemu pasangan, so bila saat ini pasangan tidak mendukung cita cita pria tersebut, Alhasil pria tidak akan menikahi kalian,girl.

9. Dia Mungkin Saja Ragu Pada Kesetiaanmu
Tak sedikit Pria yang mengaku takut berkomitmen lantaran ragu pada kesetian pasangan. Pasalnya, komitmen tak bisa dibangun atas rasa sayang atau cinta semata. Jadi cinta dan sayang saja tidak lah cukup untuk dapat berkomitmen. Banyak hal yang mendukung agar sebuah komitmen bisa bertahan dan langgeng. Ketika realita membuktikan bahwa kesetian bisa ditukar dengan materi, banyak cowok yang akhirnya ciut mental, dan sangat ragu dengan pernikahan.
Apakah perempuan yang sudah dipilihnya sebagai pendamping bisa setia? Bisa bertahan dalam suka, duka, bahkan di saat-saat terendah dalam hidupnya?
Seorang Suami dengan pekerjaan dan status sosial yang lebih baik, bahkan pria kaya karena warisan orang tua nya yang sangat banyak saja, tidak menutup kemungkin istri nya berpaling, ‘kan?

10. Kadang, Rasa Enggan Muncul Karena Sikapmu yang Terlalu Memaksakan Kehendak.
Kadang, ceweklah yang sebenarnya membuat pria merasa tidak nyaman dan enggan berkomitmen. Pasalnya, cewek menganggap bahwa pernikahan adalah tujuan akhir dari hubungan yang sudah dijalani. Berharap segera mencapai tujuan itu, cewek cenderung memaksakan kehendak pada cowok. Singkatnya, cewek seringkali terlalu terburu-buru mengajak pasangannya untuk menikah. Merasa tidak nyaman dengan tekanan itu, tak jarang cowok justru memilih untuk pergi.


Well, Yang pasti, memutuskan untuk berkomitmen atau menikah memang bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus dipikirkan masak-masak sebagai pertimbangan. Ingat yah, tidak semua perkara percintaan hingga berakhir menikah bak putri cinderella seperti kisah cinta sempurna Selmadena dan putra nya Amien Rais yang di tulis di Instagram nya, tidak semua sama kisah cinta setiap orang. Semua punya jalan nya masing masing, lika liku masing masing dan latar belakang yang berbeda. "You Can not Judge My Choices Without Understanding My Reasons".

Friday, January 22, 2016

Ternyata Gula Lebih Bahaya Daripada Kokain

Barusan saya lihat di channel Fox Crime, judul nya "Sugar Addicted". dan kenyataan nya memang benar, bahwa tubuh kita merespon dengan eforia terhadap makanan manis di banding kokain dan nikotin. ini penjelasan nya, Cekidot :

Informasi mengenai Bahaya gula pertama diteliti oleh mendiang ilmuwan medis, Thomas L. Cleave, Dokter ahli bedah di RS St Mary's Hospital, London, Britania Raya (Inggris) yang memaparkan hasil risetnya mengenai bahaya mengkonsumsi gula pasir (dan terigu).



Peneliti medis asal Inggris ini menemukan bahwa mengkonsumsi gula pasir (dan terigu) dalam bentuk makanan olahan, dapat memicu 'The Saccharine Disease', yaitu suatu penyakit yang timbul akibat banyak mengkonsumsi gula pasir, sehingga cenderung 'addicted' / kecanduan, antara lain Gangguan usus (Diverticulitis), Kanker usus besar, Gangguan pembuluh balik tungkai dan wasir dan tak pernah kenyang.
Bagian dari budaya mengkonsumsi gula pasir dan semua jenis makanan karbohidrat yang diolah oleh pabrik (Refined diet), termasuk gula pasir dan terigu, juga menjadi 'momok' menakutkan untuk manusia modern di era digital ini," demikian papar mendiang Thomas L. Cleave, seperti dilansir batamtoday, dari Jurnal Society for Neuroscience, yang diterbitkan pada sebuah studi di Perancis, pada 2007 silam. 
Bahkan lebih mengagetkan lagi, bahwa sebagian besar scientis (Ilmuan) yang tergabung dalam European Scientis Associations (ESA) mengklaim bahwa gula bahkan tidak lebih baik dari kokain. Hasil studi ESA menunjukkan suatu eksperimen, saat tikus disodori pilihan antara air gula dan kokain, 94% lebih memilih air gula. Hal ini menguatkan bahwa sebenarnya gula memang lebih menarik hati dibanding kokain. 
Para peneliti menyimpulkan bahwa pada kebanyakan mamalia, termasuk tikus dan manusia, reseptor manis yang ada tidak terbiasa dengan kadar manis tingkat tinggi, sehingga stimulasi manis berlebih bisa menyebabkan munculnya kecanduan," ungkap Thomas, dalam Jurnal tersebut.

Sejatinya, para pakar kesehatan rata-rata setuju dengan fakta bahwa, makanan karbohidrat yang diolah sudah kehilangan sebagian besar serat (Fiber),selain kehilangan pula vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya adalah terigu dibuat dari bahan alam (Gandum),sama seperti beras,akibat terlalu di paksakan,kulit ari bahan jelai yang kaya akan vitamin & mineral tersebut (millfeeds) jadi terbuang dan dijadikan makanan ternak. Yang sama dengan kulit ari pada padi dan bekatul.
semakin putIh beras dan terigu maka semakin miskin gizinya. Lama setelah itu muncul temuan, bahwa budaya makan karbohidrat olahan yang ikut menyokong bermunculannya penyakit degeneratif. Dan itu sejalan dengan konsumsi gula pasir dunia yang meningkat puluhan kali lipat. Penyakit akibat kekurangan asupan fiber meningkat. Demikian pula penyakit kantung empedu, penyakit usus, selain penyakit pembuluh darah dan jantung. 

Selanjutnya, rilis dari kalbe.co.id yang diterima oleh batamtoday, Rabu, 06 Juni 2011 menyatakan, konsumsi kekurangan serat berkaitan juga dengan penyakit akibat lemak darah yang tinggi,dan hipertensi. Di samping itu dalam proses pembuatan terigu,selain chromium hilang,mineral cadmium yang tidak menyehatkan meningkat.
Akibat konsumsi gula pasir berlebihan,kelebihan kalori meningkat cholesterol tubuh juga. Cholesterol yang meningkat membentuk penyakit arteri (atherosclerosis). Menu berterigu dan bergula juga tidak memberi rasa penuh dan rasa kenyang diperut karena kurang berampas,sehingga orang cenderung mengkonsumsi makanan lebih banyak dari kebutuhan.Dari sini juga muasal kenapa menu BARATISASI (roti putih,pastries,permen,minuman ringan) cenderung bikin tubuh jadi kelebihan berat badan.
*dari berbagai sumber.

Monday, July 6, 2015

9 Penyebab Indonesia Sulit Maju ( Penting Harus Di Baca )


9penyebab

1. Mengandalkan Sumber Daya Alam

2
Faktanya, saat ini tidak ada negara maju yang mengandalkan sumber daya alam, Namun lebih kepada industri kreatif. Misalnya Facebook saja, mampu menghasilkan uang miliaran US Dollar tanpa membuka tambang. Sebagai perbandingann, nilai pasar FACEBOOK adalah 244 Milliard US Dollar atau 3172 Trilliun Rupiah  sementara Nilai Pasar Freeport cuman 19 Milliard US Dollar atau RP. 247 Trilliun Rupiah .
Bandingkan juga dengan nilai pasar TLKM sebesar  294 Trilliun RUpiah . Jadi saat ini sebenarnya PT Telkom sudah lebih besar daripada freeport.  Bisa dilihat chart di atas, Saat ini Bank BRI, Telkom dan Bank BCA, serta HM Sampoerna (pabrik Rokok) Nilainya sudah di atas Freeport.

Singapore yang tidak punya apa – apa , bisa lebih maju  dari Indonesia. Jepang yang lahannya sempit, akhirnya menanam padi dan sayuran di dalam gedung.

 

2. Pendidikan Ber-Orientasi Pegawai


sumber gambar : http://www.anthonydiomartin.com/images/article/stop_plonco.jpg
Kalau kita lihat model pendidikan kita, lebih mengarah untuk menjadi pegawai dan bukan sebagai pengusaha yang membuka lapangan kerja baru. Contoh saja sistem per-plonco-an ketika ada mahasiswa baru. Anda bisa cari sendiri di google “ ploco indonesia” dan lihat di Image apa yang anda temukan.
Pendidikan di Indonesia juga mengajarkan anak buat jadi Pintar, tapi Tidak Mengerti. Pintar karena anak diharapkan mengerti begitu banyak materi pelajaran, tapi disuruh aplikasikan ga bisa. Karena cuman sekedar tau, bisa jawab ujian, dapat nilai 100, guru dan orang tua senang. Menurut saya ini harus di ubah.

 

3. Sentimen Anti Asing

political-conference_23-2147511783
(Padahal pakai produk asing). Asing sering dimanfaatkan dalam berbagai kampanye politik. Padahal saat ini semua negara saling membutuhkan. Tidak salah memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Namun perlu dibarengi dengan intelektualitas yang tinggi pula. Bersikap seakan – akan asing mau mengambil sumber daya alam kita bukan hal yang  tepat. Lihat poin nomer 1 di atas. Tidak ada negara maju karena sumber daya alamnya.

 

4. Sulit menerima perubahan

motorcycle-icons_23-2147511087
Mungkin poin nomer 4 ini ada kemiripan dengan poin nomer 3. Yang ditakutkan bukan Asingnya, tetapi perubahan. Contoh paling nyata adalah GO-JEK. Saat ini lagi kontroversi, bahkan beberapa daerah ada yang memasang tulisan “GO-JEK  / OJEK ONLINE, Dilarang Mengambil Penumpang Disini“, padahal apa susahnya menjadi anggota ojek, Tinggal ngelamar aja. Tapi inilah fenomena-nya. Sulit menerima perubahan.

 

5. Hobinya jadi komentator

Infografis di bawah mungkin akan menggambarkan hal ini.
1 2 3 4

 

6. Orang Miskin Paling Benar

Maaf kata, tapi ini paling sering kejadian. Ini mungkin kontoversial, Tapi anda bisa mikir sendiri benar tidaknya. Contoh kasus waduk di jakarta yang harusnya digunakan untuk area untuk penanggulangan banjir, di duduki oleh warga, ketika diminta pindah. Katanya mereka sudah disana sejak tahun sekian. Ditanya mana sertifikat tanah, ga bisa nunjukin. Lah, ga punya sertifikat tapi ngotot.

 

7. Maunya Serba Cepat


Suka makan Mi Instan ? Suka Minum Kopi Instan ? Suka makan fast Food ?  Sama saya juga suka hahaha
Ini dia satu masalah budaya Indonesia dan juga banyak negara lain. Maunya cepat, serba instan, padahal yang instan belum tentu baik. Contoh nyata di bidang ekonomi adalah Investasi Bodong. Kalau saya nawarin investasi reksadana, saham, buat orang selalu ditanya, sebulan bisa haislin berapa, ya saya jawab aja, ga pasti, tapi kalaujangka panjang setahun bisa antara 14-20%, langsung orangnya ga jadi investasi. tapi kalau ada yang nawarin investasi BODONG dengan iming – iming 10% malah 30% sebulan kayak yg di tawarkan 3M ( Manusia Membunuh Manusia ), langsung diterima, tau2 bodong. Dan banyak seperti ini, hingga trilliunan rupiah dana masyarakat di bawa kabur.

 

8. Konsumtif

Kalau pergi ke mall yang jualan HP, pasti rame terus, ga pernah sepi. Orang indonesia memang suka gonta ganti HP :D bahkan HP terbaru yang mahal aja bisa dibeli. Padahal yang uang yang sama, kalau di tabung/di investasikan bisa berguna untuk masa depan. Namun keingin konsumtif kita itu sangat besar. Gadget adalah satu contoh. Masih banyak contoh yang lain seperti motor dan mobil.  Padahal anti asing lho, tapi HP nya mau nya terbaru , produk asing pula. :D
gadget

 

9. Infrastuktur Minim

road-around-the-city_23-2147515190
Infrastruktur yang kacau di Indonesia, membuat berbagai masalah, kenaikan harga karena ongkos yang meningkat hingga turunya produktivitas karena waktu pengiriman menjadi Lama. Semoga saja tahun 2015 ini dengan dipangkasnya subsidi BBM, membuat pemerintah memiliki dana pembangunan infrastuktur dan indonesia bisa meningkatkan produktivitasnya.

Share Artikel di Ini media sosial anda

Saturday, July 4, 2015

5 Alasan Orang yang Bawel Pas Chatting Tapi Malah Diam Pas Ketemu




Kalau dulu ada istilah “lain di mulut lain di hati,” sekarang ada istilah “lain pas chattinglain pas ketemu.” Kenapa bisa ada istilah begitu? Soalnya makin ke sini makin banyak orang yang pas chatting orangnya bawel dan asik banget, tapi pas ketemuan malah diam mulu kayak polisi tidur.

Fenomena banyak omong pas chatting tapi diam pas ketemuan ini, membuat kita jadi bertanya-tanya. Dan berikut ini adalah list pertanyaan yang sering muncul karena hal itu:

“Kenapa sih pas chatting keliatan aktif banget tapi pas ketemu malah kayak patung? Jangan-jangan aku chatting sama adminnya ya?”

“Kenapa sih pas chatting kamu perhatian banget sama aku tapi pas ketemu jadi kayak gak peduli?”

“Kenapa sih pas chatting kamu kayak suka sama aku tapi pas ketemu malah kayak nolak?”

Spekulasi-spekulasi kayak gitu pasti sering terbersit di benak kita. Tapi di samping itu, kita juga harus tahu alasan apa yang membuat si bawel berubah jadi kayak orang yang belum belajar ngomong itu. Dan alasan-alasan tersebut, sudah kami rangkum dalam 5 poin ini.

Kehabisan Bahan Obrolan
Wajar sih kalau ketemuan langsung diam-diaman, lah obrolannya aja udah abis paschatting. Itu tuh karena terlalu banyak yang diomongin di waktu chatting, jadinya pas ketemu langsung kehabisan bahan obrolan. Mau ngomongin A, eh udah pernah dibahas pas ngobrol di SMS. Mau ngomongin B, eh udah diobrolin juga pas WhatsApp-an. Sampe Z juga ternyata udah diomongin.

Makanya, ibarat film, chatting itu bahas hal-hal yang sifatnya trailer aja. Buat cerita full-nya, lanjutin aja entar pas ketemuan. Lagian, enakan ketemuan kan daripada chatting-an?

Kaget Karena Tatap-Tatapan
Si dia yang kelihatannya aktif pas chattingtapi pasif pas ketemuan itu bisa jadi kaget karena bertatap-tatapan. Mungkin si dia belum terbiasanya menatap mata kamu karena dia lebih sering menatap layar HP.

Jadi, tips buat kamu yang mau ketemuan sama teman chatting kamu, usahakan ubah wajah kamu jadi semirip mungkin dengan layar HP. Dengan begitu si dia gak akan terlalu shock sehabis ngeliat wajah kamu.

Kalau kesulitan mengubah muka jadi kayak layar HP, ke Korea Selatan aja. Katanya di sana dokter operasi plastiknya jago-jago.

Belum Terbiasa
Adaptasi itu memang susah. Mungkin saja si dia jadi diam karena belum terbiasa ngomong langsung sama kamu. Dalam situasi seperti ini, kamu harus bisa ngertiin dia. Kalau belum ngomong-ngomong sampai 3 bulan ke depan, ngertiin dia aja dulu. Kalau sampai hari akhir dia gak ngomong-ngomong juga, nah baru deh kamu tinggalin.

Kalau pas ketemuan gak bisa ngomong langsung, ya udah ngobrolnya sambilchatting aja.


Si Dia Lebih Suka Ngetik Daripada Ngomong
Kalau kamu ketemuan sama teman chattingkamu dan pas ketemuan dia bawa-bawa mesin tik, berarti dia orangnya lebih suka ngetik daripada ngomong. Atau kalau si dia bawa-bawa PC sama printer pas ketemuan, berarti si dia lebih suka ngomong lewat tulisan daripada obrolan.

Tapi tipe orang yang lebih suka chatting-an dibanding ngomong langsung itu memang betulan ada. Ada beberapa tipe orang yang lebih suka chatting daripada bicara langsung, dengan alasan karena lewat chatting mereka bisa berpikir dahulu sebelum menyampaikan sesuatu.

Dan kalau dipikir-pikir betul juga ya, denganchatting kita jadi bisa mikirin kata-kata kita terlebih dahulu dan kita jadi gak keceplosan. Tahu sendiri lah ya, mulut kan suka ember.

Semua Kembali ke Tampang
Alasan kayak kehabisan obrolan, kaget karena tatap-tatapan, belum terbiasa, atau si dia lebih suka ngetik dari pada ngomong, itu semua cuma alasan yang dicari-cari aja. Alasan yang sebenarnya kenapa si dia yang dulunya bawel pas chatting tapi jadi diam pas ketemu itu tuh karena tampang kamu. Tampang kamu yang ternyata lebih jelek daripada foto profile yang dipasang di chat aplication dan social media.

Si dia itu jadi diam karena muka kamu jelek. Dia itu diam karena dia kecewa. Kecewa karena avatar kamu lebih bagus daripada aslinya. Si dia itu sebetulnya gak diam, dia justru berteriak-teriak dia dalam hatinya. Si dia berteriak kapan pertemuan ini akan berakhir, dan dia juga ingin segera men-delete kontak kamu dari HP-nya. Dan dia juga ingin buru-buru menghapus nama kamu dari ingatannya.

Sekian dan silakan bercermin sekarang.

Pernah menghadapi orang yang bawel paschatting tapi jadi pendiam pas ketemu? Kira-kira kenapa tuh menurut kalian?


Wednesday, June 17, 2015

Khawatir Kena Diabetes, Mike Jaga Pola Makan dan Turun Bobot 14 Kg

Diet Experience

Khawatir Kena Diabetes, Mike Jaga Pola Makan dan Turun Bobot 14 Kg

Mike Wullems - detikHealth
Selasa, 16/06/2015 18:48 WIB
Before
After
 
Surabaya - Memiliki ayah yang mengidap diabetes membuat Mike Wullems (31) menjadi lebih peduli dengan kesehatannya. Oleh sebab itu, ia pun konsisten menjalani pola hidup sehat dengan mengatur makan dan rajin olahraga.

Hasilnya, kini dengan tinggi badan 175 cm berat badannya berhasil turun dari semula 83 kg menjadi 69 kg dalam waktu yang tak sebentar. Ingin coba juga triknya? Tak sulit kok, yuk simak! Berikut kisah diet Mike, seperti ditulis detikHealth pada Selasa (16/6/2015):

Almarhum papa saya meninggal akibat diabetes. Ini membaut saya khawatir karena memiliki berat badan yang berlebih. Informasi yang saya tahu, diabetes merupakan kondisi yang bisa diturunkan.

Selain ingin mengurangi risiko diabetes, saya juga termotivasi untuk menurunkan berat badan karena ingin bisa memakai baju dengan model slim-fit. Menurut saya baju seperti ini terlihat keren dan enak dipandang.

Dengan dua motivasi ini, saya pun berkomitmen untuk menjalani pola hidup sehat. Saya mengganti makanan saya dari yang sebelumnya tak sehat menjadi lebih sehat. Misalnya nasi putih saya ganti jadi nasi merah. Selain itu, saya juga menghindari makan gorengan, tidak makan makanan yang mengandung gula terlalu banyak dan mengurangi asupan garam.

Yang paling penting saya juga menjaga agar tetap berolahraga secara rutin. Saya olahraga setiap hari selama 30 menit pada pagi hari, latihan Muay Thai seminggu sekali, serta jogging, berenang dan fitness seminggu sekali juga. Semua rutin saya lakukan hingga saat ini. Perlahan-lahan tapi pasti, kini tubuh saya lebih proporsional.


selengkapnya : http://health.detik.com/read/2015/06/16/184807/2944165/1419/khawatir-kena-diabetes-mike-jaga-pola-makan-dan-turun-bobot-14-kg?%20l883311755

Tuesday, April 14, 2015

Menjadi Orang Baik Saja Tidak Lah Cukup

Seorang anak mengeluh pada ayahnya,
Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati matian sedang temanku dgn enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja!

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu.

Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung.

Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.

Aku capek ayah, aku capek menahan diri…Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah! .." sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, "Anakku, ayo ikut ayah".
Mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
"Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah," anaknya terus mengeluh.
Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yg cantik, dan pepohonan rindang.
"Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!"
"Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah".
"Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah?"
"Itu karena orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek, padahal mereka tahu ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini."

Jadi segala sesuatu memang butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan.


Benar? karena untuk menjadi pribadi yg baik saja tidak lah cukup namun juga sangat di butuhkan Hati Yang Sabar.