Monday, July 6, 2015

9 Penyebab Indonesia Sulit Maju ( Penting Harus Di Baca )


9penyebab

1. Mengandalkan Sumber Daya Alam

2
Faktanya, saat ini tidak ada negara maju yang mengandalkan sumber daya alam, Namun lebih kepada industri kreatif. Misalnya Facebook saja, mampu menghasilkan uang miliaran US Dollar tanpa membuka tambang. Sebagai perbandingann, nilai pasar FACEBOOK adalah 244 Milliard US Dollar atau 3172 Trilliun Rupiah  sementara Nilai Pasar Freeport cuman 19 Milliard US Dollar atau RP. 247 Trilliun Rupiah .
Bandingkan juga dengan nilai pasar TLKM sebesar  294 Trilliun RUpiah . Jadi saat ini sebenarnya PT Telkom sudah lebih besar daripada freeport.  Bisa dilihat chart di atas, Saat ini Bank BRI, Telkom dan Bank BCA, serta HM Sampoerna (pabrik Rokok) Nilainya sudah di atas Freeport.

Singapore yang tidak punya apa – apa , bisa lebih maju  dari Indonesia. Jepang yang lahannya sempit, akhirnya menanam padi dan sayuran di dalam gedung.

 

2. Pendidikan Ber-Orientasi Pegawai


sumber gambar : http://www.anthonydiomartin.com/images/article/stop_plonco.jpg
Kalau kita lihat model pendidikan kita, lebih mengarah untuk menjadi pegawai dan bukan sebagai pengusaha yang membuka lapangan kerja baru. Contoh saja sistem per-plonco-an ketika ada mahasiswa baru. Anda bisa cari sendiri di google “ ploco indonesia” dan lihat di Image apa yang anda temukan.
Pendidikan di Indonesia juga mengajarkan anak buat jadi Pintar, tapi Tidak Mengerti. Pintar karena anak diharapkan mengerti begitu banyak materi pelajaran, tapi disuruh aplikasikan ga bisa. Karena cuman sekedar tau, bisa jawab ujian, dapat nilai 100, guru dan orang tua senang. Menurut saya ini harus di ubah.

 

3. Sentimen Anti Asing

political-conference_23-2147511783
(Padahal pakai produk asing). Asing sering dimanfaatkan dalam berbagai kampanye politik. Padahal saat ini semua negara saling membutuhkan. Tidak salah memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Namun perlu dibarengi dengan intelektualitas yang tinggi pula. Bersikap seakan – akan asing mau mengambil sumber daya alam kita bukan hal yang  tepat. Lihat poin nomer 1 di atas. Tidak ada negara maju karena sumber daya alamnya.

 

4. Sulit menerima perubahan

motorcycle-icons_23-2147511087
Mungkin poin nomer 4 ini ada kemiripan dengan poin nomer 3. Yang ditakutkan bukan Asingnya, tetapi perubahan. Contoh paling nyata adalah GO-JEK. Saat ini lagi kontroversi, bahkan beberapa daerah ada yang memasang tulisan “GO-JEK  / OJEK ONLINE, Dilarang Mengambil Penumpang Disini“, padahal apa susahnya menjadi anggota ojek, Tinggal ngelamar aja. Tapi inilah fenomena-nya. Sulit menerima perubahan.

 

5. Hobinya jadi komentator

Infografis di bawah mungkin akan menggambarkan hal ini.
1 2 3 4

 

6. Orang Miskin Paling Benar

Maaf kata, tapi ini paling sering kejadian. Ini mungkin kontoversial, Tapi anda bisa mikir sendiri benar tidaknya. Contoh kasus waduk di jakarta yang harusnya digunakan untuk area untuk penanggulangan banjir, di duduki oleh warga, ketika diminta pindah. Katanya mereka sudah disana sejak tahun sekian. Ditanya mana sertifikat tanah, ga bisa nunjukin. Lah, ga punya sertifikat tapi ngotot.

 

7. Maunya Serba Cepat


Suka makan Mi Instan ? Suka Minum Kopi Instan ? Suka makan fast Food ?  Sama saya juga suka hahaha
Ini dia satu masalah budaya Indonesia dan juga banyak negara lain. Maunya cepat, serba instan, padahal yang instan belum tentu baik. Contoh nyata di bidang ekonomi adalah Investasi Bodong. Kalau saya nawarin investasi reksadana, saham, buat orang selalu ditanya, sebulan bisa haislin berapa, ya saya jawab aja, ga pasti, tapi kalaujangka panjang setahun bisa antara 14-20%, langsung orangnya ga jadi investasi. tapi kalau ada yang nawarin investasi BODONG dengan iming – iming 10% malah 30% sebulan kayak yg di tawarkan 3M ( Manusia Membunuh Manusia ), langsung diterima, tau2 bodong. Dan banyak seperti ini, hingga trilliunan rupiah dana masyarakat di bawa kabur.

 

8. Konsumtif

Kalau pergi ke mall yang jualan HP, pasti rame terus, ga pernah sepi. Orang indonesia memang suka gonta ganti HP :D bahkan HP terbaru yang mahal aja bisa dibeli. Padahal yang uang yang sama, kalau di tabung/di investasikan bisa berguna untuk masa depan. Namun keingin konsumtif kita itu sangat besar. Gadget adalah satu contoh. Masih banyak contoh yang lain seperti motor dan mobil.  Padahal anti asing lho, tapi HP nya mau nya terbaru , produk asing pula. :D
gadget

 

9. Infrastuktur Minim

road-around-the-city_23-2147515190
Infrastruktur yang kacau di Indonesia, membuat berbagai masalah, kenaikan harga karena ongkos yang meningkat hingga turunya produktivitas karena waktu pengiriman menjadi Lama. Semoga saja tahun 2015 ini dengan dipangkasnya subsidi BBM, membuat pemerintah memiliki dana pembangunan infrastuktur dan indonesia bisa meningkatkan produktivitasnya.

Share Artikel di Ini media sosial anda

Saturday, July 4, 2015

5 Alasan Orang yang Bawel Pas Chatting Tapi Malah Diam Pas Ketemu




Kalau dulu ada istilah “lain di mulut lain di hati,” sekarang ada istilah “lain pas chattinglain pas ketemu.” Kenapa bisa ada istilah begitu? Soalnya makin ke sini makin banyak orang yang pas chatting orangnya bawel dan asik banget, tapi pas ketemuan malah diam mulu kayak polisi tidur.

Fenomena banyak omong pas chatting tapi diam pas ketemuan ini, membuat kita jadi bertanya-tanya. Dan berikut ini adalah list pertanyaan yang sering muncul karena hal itu:

“Kenapa sih pas chatting keliatan aktif banget tapi pas ketemu malah kayak patung? Jangan-jangan aku chatting sama adminnya ya?”

“Kenapa sih pas chatting kamu perhatian banget sama aku tapi pas ketemu jadi kayak gak peduli?”

“Kenapa sih pas chatting kamu kayak suka sama aku tapi pas ketemu malah kayak nolak?”

Spekulasi-spekulasi kayak gitu pasti sering terbersit di benak kita. Tapi di samping itu, kita juga harus tahu alasan apa yang membuat si bawel berubah jadi kayak orang yang belum belajar ngomong itu. Dan alasan-alasan tersebut, sudah kami rangkum dalam 5 poin ini.

Kehabisan Bahan Obrolan
Wajar sih kalau ketemuan langsung diam-diaman, lah obrolannya aja udah abis paschatting. Itu tuh karena terlalu banyak yang diomongin di waktu chatting, jadinya pas ketemu langsung kehabisan bahan obrolan. Mau ngomongin A, eh udah pernah dibahas pas ngobrol di SMS. Mau ngomongin B, eh udah diobrolin juga pas WhatsApp-an. Sampe Z juga ternyata udah diomongin.

Makanya, ibarat film, chatting itu bahas hal-hal yang sifatnya trailer aja. Buat cerita full-nya, lanjutin aja entar pas ketemuan. Lagian, enakan ketemuan kan daripada chatting-an?

Kaget Karena Tatap-Tatapan
Si dia yang kelihatannya aktif pas chattingtapi pasif pas ketemuan itu bisa jadi kaget karena bertatap-tatapan. Mungkin si dia belum terbiasanya menatap mata kamu karena dia lebih sering menatap layar HP.

Jadi, tips buat kamu yang mau ketemuan sama teman chatting kamu, usahakan ubah wajah kamu jadi semirip mungkin dengan layar HP. Dengan begitu si dia gak akan terlalu shock sehabis ngeliat wajah kamu.

Kalau kesulitan mengubah muka jadi kayak layar HP, ke Korea Selatan aja. Katanya di sana dokter operasi plastiknya jago-jago.

Belum Terbiasa
Adaptasi itu memang susah. Mungkin saja si dia jadi diam karena belum terbiasa ngomong langsung sama kamu. Dalam situasi seperti ini, kamu harus bisa ngertiin dia. Kalau belum ngomong-ngomong sampai 3 bulan ke depan, ngertiin dia aja dulu. Kalau sampai hari akhir dia gak ngomong-ngomong juga, nah baru deh kamu tinggalin.

Kalau pas ketemuan gak bisa ngomong langsung, ya udah ngobrolnya sambilchatting aja.


Si Dia Lebih Suka Ngetik Daripada Ngomong
Kalau kamu ketemuan sama teman chattingkamu dan pas ketemuan dia bawa-bawa mesin tik, berarti dia orangnya lebih suka ngetik daripada ngomong. Atau kalau si dia bawa-bawa PC sama printer pas ketemuan, berarti si dia lebih suka ngomong lewat tulisan daripada obrolan.

Tapi tipe orang yang lebih suka chatting-an dibanding ngomong langsung itu memang betulan ada. Ada beberapa tipe orang yang lebih suka chatting daripada bicara langsung, dengan alasan karena lewat chatting mereka bisa berpikir dahulu sebelum menyampaikan sesuatu.

Dan kalau dipikir-pikir betul juga ya, denganchatting kita jadi bisa mikirin kata-kata kita terlebih dahulu dan kita jadi gak keceplosan. Tahu sendiri lah ya, mulut kan suka ember.

Semua Kembali ke Tampang
Alasan kayak kehabisan obrolan, kaget karena tatap-tatapan, belum terbiasa, atau si dia lebih suka ngetik dari pada ngomong, itu semua cuma alasan yang dicari-cari aja. Alasan yang sebenarnya kenapa si dia yang dulunya bawel pas chatting tapi jadi diam pas ketemu itu tuh karena tampang kamu. Tampang kamu yang ternyata lebih jelek daripada foto profile yang dipasang di chat aplication dan social media.

Si dia itu jadi diam karena muka kamu jelek. Dia itu diam karena dia kecewa. Kecewa karena avatar kamu lebih bagus daripada aslinya. Si dia itu sebetulnya gak diam, dia justru berteriak-teriak dia dalam hatinya. Si dia berteriak kapan pertemuan ini akan berakhir, dan dia juga ingin segera men-delete kontak kamu dari HP-nya. Dan dia juga ingin buru-buru menghapus nama kamu dari ingatannya.

Sekian dan silakan bercermin sekarang.

Pernah menghadapi orang yang bawel paschatting tapi jadi pendiam pas ketemu? Kira-kira kenapa tuh menurut kalian?


Wednesday, June 17, 2015

Khawatir Kena Diabetes, Mike Jaga Pola Makan dan Turun Bobot 14 Kg

Diet Experience

Khawatir Kena Diabetes, Mike Jaga Pola Makan dan Turun Bobot 14 Kg

Mike Wullems - detikHealth
Selasa, 16/06/2015 18:48 WIB
Before
After
 
Surabaya - Memiliki ayah yang mengidap diabetes membuat Mike Wullems (31) menjadi lebih peduli dengan kesehatannya. Oleh sebab itu, ia pun konsisten menjalani pola hidup sehat dengan mengatur makan dan rajin olahraga.

Hasilnya, kini dengan tinggi badan 175 cm berat badannya berhasil turun dari semula 83 kg menjadi 69 kg dalam waktu yang tak sebentar. Ingin coba juga triknya? Tak sulit kok, yuk simak! Berikut kisah diet Mike, seperti ditulis detikHealth pada Selasa (16/6/2015):

Almarhum papa saya meninggal akibat diabetes. Ini membaut saya khawatir karena memiliki berat badan yang berlebih. Informasi yang saya tahu, diabetes merupakan kondisi yang bisa diturunkan.

Selain ingin mengurangi risiko diabetes, saya juga termotivasi untuk menurunkan berat badan karena ingin bisa memakai baju dengan model slim-fit. Menurut saya baju seperti ini terlihat keren dan enak dipandang.

Dengan dua motivasi ini, saya pun berkomitmen untuk menjalani pola hidup sehat. Saya mengganti makanan saya dari yang sebelumnya tak sehat menjadi lebih sehat. Misalnya nasi putih saya ganti jadi nasi merah. Selain itu, saya juga menghindari makan gorengan, tidak makan makanan yang mengandung gula terlalu banyak dan mengurangi asupan garam.

Yang paling penting saya juga menjaga agar tetap berolahraga secara rutin. Saya olahraga setiap hari selama 30 menit pada pagi hari, latihan Muay Thai seminggu sekali, serta jogging, berenang dan fitness seminggu sekali juga. Semua rutin saya lakukan hingga saat ini. Perlahan-lahan tapi pasti, kini tubuh saya lebih proporsional.


selengkapnya : http://health.detik.com/read/2015/06/16/184807/2944165/1419/khawatir-kena-diabetes-mike-jaga-pola-makan-dan-turun-bobot-14-kg?%20l883311755

Tuesday, April 14, 2015

Menjadi Orang Baik Saja Tidak Lah Cukup

Seorang anak mengeluh pada ayahnya,
Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati matian sedang temanku dgn enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja!

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu.

Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung.

Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.

Aku capek ayah, aku capek menahan diri…Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah! .." sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, "Anakku, ayo ikut ayah".
Mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
"Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah," anaknya terus mengeluh.
Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yg cantik, dan pepohonan rindang.
"Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!"
"Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah".
"Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah?"
"Itu karena orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek, padahal mereka tahu ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini."

Jadi segala sesuatu memang butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan.


Benar? karena untuk menjadi pribadi yg baik saja tidak lah cukup namun juga sangat di butuhkan Hati Yang Sabar.

Wednesday, August 13, 2014

Ahmad Sahroni, Masa Kecil Tukang Semir, Jadi Sopir Tembakan Lalu Jadi President FOCI ( Ferrari Owner Club Indonesia )





NASIB orang siapa yang tahu. Kalimat itu menggambarkan kisah hidup Ahmad Sahroni, 36,  yang dulu sopir pribadi, melesat cepat menjadi seorang direktur utama perusahaan yang sukses.  

Malam itu Roni --panggilan Ahmad Sahroni-- tidak sungkan makan nasi goreng warung di samping kantornya. Padahal, beberapa tamu ’’antre’’ untuk bertemu dengannya. Pria kelahiran 8 Agustus 1977 itu mengaku lapar karena baru saja pulang dari Malaysia sejam sebelumnya.

’’Saya memang biasa makan di mana saja karena saya dulu juga orang biasa-biasa saja. Bukan keturunan orang kaya atau anak pejabat,’’ ujar Roni saat ditemui di kantornya, kawasan Tanjung Priok, Jakarta, pekan lalu.

Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat Roni tumbuh menjadi pribadi yang tidak neko-neko. Dia berprinsip tidak mau menyusahkan orang tuanya. Dia ingat ketika duduk di bangku SMP sudah mulai mencari uang sendiri dengan cara menjadi tukang semir sepatu. Hasil yang tak seberapa itu kadang digunakan untuk membeli buku tulis atau untuk membayar tiket masuk kolam renang, olahraga kesenangannya.

Selain tukang semir sepatu, anak Betawi asli ini juga mamanfaatkan payung ibunya untuk mencari uang.’’Saya jadi ojek payung kalau musim hujan,” tambahnya.

Selepas SMA, Roni langsung mencari pekerjaan di pabrik atau di kantor, namun selalu gagal. Akhirnya dia nekat menjadi sopir ’’tembakan’’ di PT Millenium Inti Sentosa --sebuah perusahaan pengisi bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal yang ada di dekat rumahnya di Tanjung Priok. ’’Nggak ada gaji tetap, hanya dikasih uang seiklasnya saja kalau habis nganterin barang,” kata dia.

Suatu saat dia duduk-duduk di lobi kantor perusahaannya karena cuaca di luar sangat panas. Namun, seorang kerabat pemilik perusahaan tiba-tiba datang dan mengusirnya dengan kasar.

’’Sopir itu tidak di sini tempatnya, di luar sana,” ungkap Roni menirukan kalimat bos-nya.

Tanpa panjang cakap, Roni bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan.”Saya cuma bisa ngelus dada. Ya Allah, nasib orang rendahan begini. Diusir seenaknya,” kenangnya.

Tapi, dia tidak menyimpan dendam atas perlakuan bosnya itu. Bagi dia, peristiwa itu justru menjadi cambuk untuk tidak puas hanya menjadi sopir. Di lubuk hatinya yang paling dalam, saat itu Roni bertekad untuk mengubah nasibnya. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi ’’orang besar’’ tanpa harus bersikap semena-mena kepada bawahan.

’’Sayang orang yang ngusir saya itu kini sudah meninggal. Kalau belum, pasti…,’’ kata Roni tidak melanjutkan kalimatnya. Dia kemudian tertawa.

Setelah beberapa tahun bekerja sebagai sopir di perusaahaan itu, Roni memutuskan keluar. Dia lalu bekerja di kapal pesiar Century berbendera Amerika Serikat.  Dia cukup senang karena bisa ikut berlayar ke berbagai negara secara gratis.

”Pekerjaan saya waktu itu di dapur, seperti membersihkan alat-alat masak,’’ sebutnya.

Puas berlayar selama tiga bulan, Roni akhirnya rindu daratan. Dia lantas bekerja sebagai pelayan di restoran di kawasan pecinan Jakarta, Atlanta. Ditempat itu Roni mengaku tidak mendapatkan perkembangan hidup yang berarti. “Saya lantas terfikir untuk kembali ke perusahaan lama, menjadi sopir. Tapi kali ini harus belajar  bagaimana bos saya mencari uang,” sambungnya.

Sambil menyelam minum air, itulah peribahasa yang diterapkannya. Selagi masih menjadi sopir bos, Roni juga belajar bagaimana perusahaan itu mencari konsumen, membeli bahan bakar, hingga proses pengisian ke kapal.”Setiap kali ada waktu saya berusaha serap ilmunya. Bahkan saya juga angkat-angkat selang (pengisian) yang beratnya 75 kilo,” tuturnya.

Di sisi lain, bosnya justru semakin tenggelam dengan kekayaan yang berlimpah. Setiap hari hidupnya hanya diisi dengan berfoya-foya menikmati hasil kerja keras anak buahnya. “Bos saya waktu itu tiap hari kerjaannya mabuk, main perempuan, tidur hotel, kerja. Besoknya lagi seperti itu, tiap hari. Sedangkan saya anter-anterin seperti kerja 24 jam,” kenang Roni.

Suatu ketika, bos menantang Roni untuk menagih piutang perusahaan senilai Rp 1,7 miliar yang sudah tidak tertagih selama tiga tahun. Padahal bosnya sudah mengerahkan pengacara, debt collector,  hingga aparat. “Kompensasinya cukup menggiurkan, kalau sukses langsung diangkat jadi karyawan tetap. Itu bos langsung yang ngomong,” tandasnya.

Strategi langsung dirancang. Roni pertama-tama menemui Satpam, lalu Kepala Satpam, berlanjut ketemu staf keuangan hingga akhirnya diantar menemui Direktur Keuangan.”Dalam waktu lima hari uang itu cair, tapi dipotong 25 persen untuk fee orang dalam. Setelah itu saya langsung jadi karyawan dengan gaji Rp 265 ribu dan uang makan Rp 6.000 perhari,” katanya.

Keberhasilan pertama itu membuat bos-nya sangat mempercayai Roni. Beberapa tantangan lain akhirnya juga dapat diselesaikan dengan baik. Alhasil, dalam waktu beruntun dia mendapat promosi jabatan dengan cepat.”Tahun 2001 diangkat, 2002 jadi manager, 2003 jadi Direktur. Sangat cepat, karena saya bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan penting,” ungkapnya.

Setelah ilmunya matang, anak penjual nasi padang di Pos 3 pelabuhan Tanjung Priok ini akhirnya memutuskan keluar pada 2004. Bersama beberapa temannya dia membuat perusahaan sendiri tanpa memiliki kantor.”Kebetulan di dekat kantor ada pohon besar, itu yang jadi kantor kita, nongkrong disitu, terima-terima telpon, transaksi dan lain-lain,” kata dia.

Meski tidak lagi bekerja di PT Millenium Inti Sentosa, namun, beberapa klien besar tetap mencari Roni dan kawan-kawannya saat ingin membeli bahan bakar kapal. Dia harus benar-benar bekerja keras untuk mengelola dan mencari keutungan.”Kalau ada yang minta berapa ribu ton (bahan bakar), saya iya-iyakan aja. Uangnya dari mana, ya minjem orang dulu,” katanya sambil tertawa.

Pernah suatu ketika, Roni bertemu seorang pengusaha kapal dari Cirebon di lapangan golf. Tanpa tahu latar belakang Roni, bagaimana perusahaannya, pengusaha tersebut langsung meminta Roni mensuplai bahan bakar senilai Rp 1,9 miliar.”Bayar cash dimuka. Padahal harusnya takutlah. Akhirnya bisa kita layani sampai akhirnya jadi klien tetap,” tukasnya.

Namun bisnisnya juga tidak luput dari penipuan. Keputusan untuk bekerjasama dengan seorang pengusaha terkenal, justru membuatnya harus menganti uang Rp 550 juta. Padahal saat itu uangnya hanya sekitar Rp 80 juta. “Saya sampai nangis karena disuruh menandatangani surat utang Rp 550 juta. Setelah itu saya berdoa semoga diberi rezeki berlipat dari itu,” harapnya.

Benar juga, dalam waktu sebulan Roni mendapatkan banyak order memasok bahan bakar kapal. Ada saja pengusaha kapal yang datang untuk meminta suplai dalam jumlah yang sangat banyak. Dia akhirnya menyadari bahwa itu semua terjadi karena kepercayaan.”Mereka bukan cari bos saya yang dulu, tapi cari saya,” ujar Direktur Utama PT Ruwanda Satya Abadi ini.

Kerja keras Roni kini terbayar. Impiannya waktu kecil memiliki koleksi mobil super jadi kenyataan. Deretan mobil mewah kini ada di garasinya, antara lain dua supercar Ferrari 430 dan Ferrari 458, satu Lamborghini Aventador LP-700, dua Toyota Alphard, dua Mercedez Benz S-Class dan E300 serta dua sedan BMW.”Saya pernah jadi Ketua club BMW,” kata suami dari Feby Belinda ini.

Bendahara Partai Nasdem DKI Jakarta ini akhirnya juga terpilih sebagai President FOCI ( Ferrari Owner Club Indonesia) yang beranggotakan 80-an pemilik mobil Ferrari se-Indonesia sejak 9 Juni 2013 lalu.”Ini bukan tugas mudah karena saya masih muda tapi harus bisa memimpin bos-bos perusahaan terkenal. Saya berjanji FOCI akan lebih banyak melakukan kegiatan sosial,” jelasnya. (*)

sumber : www.jpnn.com

Friday, June 27, 2014

Rothschild dan kekuasaan di Indonesia

Mengapa Prabowo ingin jadi Presiden? Tanya saya kepada teman kemarin waktu  bertemu di restoran, Metropolis Hong Kong. Teman ini saya kenal baik  karena bisnisnya ada hubungan dengan Prabowo. Bukan hanya ingin tapi berambisi. Tahu,kan , apa itu ambisi?  Sesuatu yang sangat diharapkan dan untuk itu akan diperjuangkan dengan at all cost. Katanya. Tapi apa motivasinya? Aoakah benar karena  ingin berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara? Tanya saya. Teman itu dengan tersenyum mengatakan kepada saya bahwa motivasi utamanya adalah karena dendam masa lalu. Yang harus diketahui bahwa Prabowo lahir dari keluarga elite dan intelek. Ayahnya Soemitro djojohadikusumo ,dikenal sebagai begawan ekonomi dan Kakeknya, Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama. Jadi baik kakeknya maupun ayahnya adalah bangsawan dan cendekiawan. Walau masa remajanya banyak diluar negeri karena harus mengikuti ayahnya yang buronan politik Orla rezim Soekarno namun ketika berangkat dewasa Prabowo berada diring satu kekuasaan Soeharto. Karena Ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo sebagai arsitek pembangunan Ekonomi Orde Baru , tentu sangat dipercaya oleh Soeharto. Alasan rasa hormat Soeharto kepada Soemitro lah yang meminta agar Putranya , Prabowo menjadi menantunya. Sejak itu Prabowo menjadi menantu dari orang nomor 1 di negeri ini dan berkuasa dengan sangat otoriter.  Karir Prabowo dimiliter sudah dapat ditebak. Ia menjadi raising star.Pangkatnya naik cepat dan mendapat kedudukan terhormat di Militer.

Sebagai anak bangsawan dan cendekiawan, dan tumbuh berkembang sebagai menantu Presiden ,secara psikologis telah membuat Prabowo menjadi orang yang sangat tinggi pride nya. Rasa bangga dirinya sangat tinggi. Dia tidak pernah siap untuk dilecehkan atau dikecilkan oleh orang lain. Chaos Mey 1998 yang membuat Soeharto harus lengser dan sampai kini masih menjadi awan gelap siapa dibalik chaos itu.Siapa yang paling bertanggung jawab atas chaos mey 1998? Yang pasti setelah itu Prabowo diberhentikan oleh Panglima Abri. Mungkin seumur negeri ini hanya Prabowo satu satunya Perwira Tinggi TNI yang diberhentikan oleh TNI. Namun kebijakan TNI tetap berlaku umum bahwa masalah internal TNI hanya TNI yang tahu. TNI tidak pernah membocorkan alasan pemberhentian Prabowo.Ini sudah menjadi tradisi militer,tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara lain. Namun yang pasti pemberhentian itu berkaitan dengan dokrin TNI patuh kepada pemimpin Nasional  yang juga menjadi kehormatan bagi seluruh prajurit TNI. Justru karena pemberhentian sebagai Pati TNI itu membuat Prabowo sakit hati dengan atasannya.Namun dia tidak berdaya untuk melawan karena memang tidak punya nyali seperti Khadapi sang kolonel yang mengkodeta Raja Idris di Libia. Prabowo memilih untuk menerima dan menjauh dari hiruk pikuk politik. Dia pergi ke Yordan membantu usaha adiknya (Hashim djojohadikusumo). Kebetulan Raja Yordania, Abdullah II adalah sahabat Prabowo dulu waktu ikut training di Fort Banning yang dikenal sebagai lembaga pendidikan militer paling bergengsi di Amerika Serikat yang khusus mencetak pasukan ahli teror kota dan perang kota.

Menurut teman saya bahwa Hashim lah yang memotivasi Prabowo untuk mendirikan partai dan mencalonkan diri sebagai Presiden. Ini diajukan oleh Hashim setelah dia dijebak Sandiaga Uno dan Edwin Suryajaya ( Adik dari Edward Suryajaya,Bendahara Golkar) lewat skema Hostile Takeover dan akhirnya kalah dengan terpaksa melepas bisnis Tambang Batu Baranya di PT.Adaro. Kasus ini sempat digelar di Pengadilan Singapore dan akhirnya Hashim kalah. Hashim dendam dengan kekalahan ini. Prabowo juga dendam dengan dia tersingkir sebagai Pati TNI, dan karenanya setuju dengan ide Hashim. Mungkin faktor dendam lebih dominan.Demikian teman saya menyimpulkan. Sejak partai Garindra didirikan, Hashim bertindak sebagai financial resource bagi Prabowo.  Tahun 2009 pasangan Mega- Prabowo tidak berdaya menghadapi SBY yang didukung oleh ARB. Hashim tahu bahwa kekalahan Mega-Prabowo sama dengan kekalahannya atas Adaro. Semua karena ada harimau besar dibalik ARB yaitu Nathaniel Philip Rothschild ( Nat). Nat adalah anggota dari keluarga terkaya Yahudi. Buyutnya bernama Mayer Amschel Bauer Rothschild  merupakan penggerak utama Zeonist dan pendana terjadinya migrasi besar besaran bangsa Yahudi dari seluruh dunia kembali ke Tanah Palestina, dan akhirnya terbentuklah negara Israel. Nat sendiri dikenal sebagai konglomerat Tambang terbesar didunia. Buyutnya juga adalah pendiri Bursa emas di london dan pendiri the Fed ( Bank central Amerika). Nat didukung oleh sumber pendanaan Yahudi dari hasil menguras SDA diseluruh dunia,seperti AbuDhabi Investment Council, Schroders Investment Management Limited, Standard Life Investments, Taube Hodson Stonex LLP, Artemis Investment Management LLP, dan Robert Friedland. Menurut cerita kalangan fund manager dunia, sumber pendanaan Nat itu assetnya lebih besar dari GNP Amerika. Jadi benar benar real power.

Pada September 2012 Hashim kalipertama bertemu dengan Nat di restoran Belvedere yang berada di Holland Park, London. Pertemuan keduanya 'dicomblangi' dari teman Hashim yaitu Robert Friedland seorang konglomerat tambang AS dan pemegang saham terbesar dibeberapa lembaga keuangan di Eropa dan Amerika. Setela itu Hashim bergabung dengan Nat. Penyebabnya karena Nat bertikai dengan sohibnya ARB di Bumi Resource PLC yang listed di Bursa London.Nat menguasai saham Bumi Resouce PLC melalui anak perusahaannya bernama Vallar. Awalnya ARB dimanfaatkan oleh Nat untuk menguasai tambang batu bara di Indonesia dan karenanya Nat mendukung SBY sebagai Capres tahun 2004,dimana ARB dibelakang SBY. Keliatannya awal pertikaian antara ARB dan Nat terjadi ketika ARB telah menjadi Ketua Umum Golkar dan bermitra dengan China Investment Corporation ( CIC). ARB tidak lagi sebagai loyalis Nat karena sudah di back up oleh CIC. Dia ingin bersama CIC menguasai Tambang Batu bara di Indonesia dan mendepak  Nat di Bumi Resouce PLC, dan tentu ingin menguasai Freeport karena PT. Bumi Resource juga adalah pemegang saham Freeport. Itu sebabnya ARB menggunakan Golkar sebagai kendaraan untuk menjadi Presiden RI.  Nat tidak bisa menerima sikap ARB tersebut. Maka perang tidak bisa dielakan. Awalnya ARB tersingkir dari Bumi Plc namun ARB melawan. Setelah 13 bulan peperangan berlangsung, berakhir dengan ARB berhak menguasai kembali PT.Bumi Resource namun harus membayar sebesar 501 juta dollar AS. Mungkin karena inilah ARB harus rela mendukung Prabowo sebagai Capres. Actual winner is Rothschild Family.

Ya bagi ARB dan Hashim, kekuasaan formal tidaklah penting, yang penting adalah UANG. Dengan uang maka kekuasaan bisa diperalat. Ingat apa kata Mayer Amschel Bauer Rothschild "Give me control of a nation's money and I care not who makes it's laws". Kini Hashim dan ARB akan menjadi settlor dari Rothschild  untuk mendukung Prabowo jadi RI-1. Bersamanya juga ada barisan Partai berbendera Islam yang ikut bergabung untuk menjadi icon melawan kekuatan idiology kaum Marhaen (sosialis nasionalis). Rothschild membeli jiwa mereka semua dengan uang dan mereka loyal karena itu...tentu untuk kepentingan Rothschild, bukan kepentingan nasional apalagi kepentingan agama. Teman saya dengan sinis berkata kepada saya "  Yea I do know about the Rothschild’s. So what. What the hell is your point? You don't think that having control of the money is more power than making laws? If you control all the money do you not have the maker of laws at your disposal? The only thing you would fear is a socialist in power. Makanya PDIP harus tidak boleh berkuasa, kemenangan Jokowi adalah nightmare bagi capitalism...
Posted by

Wednesday, June 25, 2014

Anggap Saja Prabowo Presiden


Saya Mau Share tulisan seorang Teman :
KALAU tidak salah foto ini saya ambil seminggu setelah peristiwa Trisakti 1998 di Seskoad Bandung, tepatnya tanggal berapa saya lupa. Saya termasuk wartawan foto yang beruntung saat itu. Karena masa itu, Pak Prabowo sulit sekali ditemui. Dan sayapun sebenarnya dilarang meliput acara ini, tetapi entah mengapa saya bisa juga masuk. Namun sehabis mendapatkan foto ini saya langsung digiring keluar. Tidak diperbolehkam masuk lagi sampai selesai acara. Namun foto ini (dalam tulisan ini, red) karya saya. Asli saya yang memotret. Kalo Tim Kampanye Prabowo mau memakai silahkan saja. Tak perlu dibayar. Silahkan dipakai sepuasnya. Lalu apa hubungannya foto ini dengan pemilu?
Mari kita hubungkan. Yang jelas Prabowo nyapres sekarang. Masa 1998, dia adalah orang paling getol melawan pergerakan mahasiswa. Bukti, adanya Tim Mawar yang sudah diakui dan Prabowo menggerakkannya. Yah, Prabowo sekarang sudah menjalani masa hukumannya dan mempunyai hak politik untuk nyapres. Silahkan saja. Anggap aja Prabowo lolos jadi presiden.
Latar belakang dia yang ditutup dengan karir tidak baik di TNI. Lalu jadi presiden, ini akan menjadi duri dalam daging. Percayalah, jalannya pemerintah dia pegang dia tidak berjalan baik. Pemerintahan Prabowo pasti terseok seok.

Isu HAM jadi bom waktu. Bola panas yg bisa digulirkan kapan saja. Entah dari kubu siapa saja. Jangan jangan dari kubunya sendiri pun bisa. Saya percaya ini sangat bisa terjadi. Ingat peristiwa Gus Dur di suruh pulang dari Istana? Pasti tahu dong siapa yg paling getol nyuruh Gus Dur pergi dari istana. Orang itu sekarang ada di kubu Prabowo. Menjadi penasihatnya Prabowo. Tidak tertutup kemungkinan, hal ini akan terjadi. Prabowo bisa di-Gusdur-kan dalam masa setahun, dua tahun, tiga tahun. Tinggal maslaah waktu saja. Remote control itu di otak atik. Selesailah pemerintahannya. Lalu parlemen bersidang terus. Isu pemilu lagi. Demo yang pro dan kontra terus ada di jalanan. Bisa bisa setiap hari demonstrasi di jalanan protokol ibukota. Ingat, mei 1998 sampai masa akhir pemerintahannya Habibie, hampir tidak putus demontrasi tiap hari di jalanan. Semua stasiun tivi mengemas berita dalam segala hal. Mulai dari kritisi sampai dukung mendukung. Alhasil, ekonomi pasti tidak berjalan dengan baik. Investor takut masuk ke Indonesia. Uang kabur ke luar Indonesia. Rakyat tambah sengsara. Pengangguran dimana mana.

Saya tidak menakut nakuti. Tapi ini bisa menjadi agenda beberapa orang untuk membuat Indonesia tidak hebat hebat. Kita tidak tahu siapa. Tapi yang pasti, orang itu orang orang jahat. Bayangkan kamu berjalan memakai sepatu yang di dalamnya berpasir. Tinggal menunggu waktu lecet. Dan lepas itu sepatu. Nah, kalo ada orang baik mau bikin perubahan kenapa ngga kita dukung.
Sedikit tentang saya. Garis keluarga saya adalah orang PNI. Dulu Nenek saya adalah mantan wakil ketua PDI di kota kabupaten asal saya. Nenek saya bosan keluar masuk penjara. Dari umur 12 tahun saya sering dibawa ikut rapat rapat PDI. Karna saya memang cucu pertama nenek jadi sering menempellah. Pemandangan yang sangat biasa buat saya adalah orang berdebat gebrak meja lalu pulangnya berpelukan. Bahkan kampanye pun saya ikut membantu mengangkat-angkat barang. Tanpa dibayar yar. Ikut bantu bantulah. Lebih sedih lagi, ibu saya yang masa itu jadi saksi PDI di TPS kami berada. Jadi bahan olokan tetangga. Saya masih ingat ibu dan bapak saya berdoa sebelum berangkat TPS. Mereka berdoa berpelukan sambil menangis. Ngga bakal gue lupa peristiwa ini.
Alhasil, suara di TPS kami PDI hanya 2 suara saja. Pasti suara ibu dan bapak saya. Selainnya Golkar dan PPP. Ngga jarang di permainan teman teman kecilku, kalimat PDI sering terpleset PKI.Ironisnya, nenek saya yang wakil ketua saat itu dikerjain sama rekan separtai sendiri. Sengaja dikasih nomor urut gagal. Wakil Ketua lho. Nah, ini sedikit sejarah ke-Banteng-an gue. Kalo diceritain masih banyak dan panjang.

Lalu, bukan berarti asal capres PDI-P saya dukung. Bukan berarti asal kebijakan PDI-P saya setujui. Tidak sama sekali. Kalau tidak berpihak kepada rakyat, saya harus lawan. Siapapun itu. Termasuk PDI-P.

Karena pekerjaan saya fotografer, seringlah bertugas ke luar Jakarta. Suatu ketika ada pekerjaan di Solo, saya menginap hampir seminggu di Hotel Novotel Solo. Karena bosan sarapan di hotel terus, beberapa hari saya mencoba mencari sarapan di kaki lima. Lalu bertemulah saya di emperan kaki lima dengan penjual nasi liwet, Ibu Sum namanya. Tidak jauh dari Hotel Novotel Solo. Beberapa hari saya sarapan nasi liwet dia. Karena beberapa kali bertemu terjalinlah pembicaraan saya dengan Ibu Sum. Lalu jatuhlah ke topik walikota Solo yang lagi happening, Jokowi. saya bilang, saya dengar walikota ini sangat merakyat ya buu? … Tahu apa jawab Ibu Sum? “Itu nasi yang kamu makan berasnya dari Pak Jokowi to mas?” Dalam hati saya pikir kok bisa?

Kata Ibu Sum lagi, “lihat saja palingan bentar lagi dia singgahin sini lagi berasnya.” Tidak lama berselang, lewatlah sedan hitam Toyota, saya lupa plat nomor dan type sedannya. Turunlah seorang bapak yang kurus, mengangkat sekarung beras bersama sopirnya memberikan ke Ibu Sum. Lalu langsung pergi sambil mengangguk lempar senyum ke saya. Saya tidak mengenal siapa orang ini. Sayapun senyum saja. Ibu Sum menepuk saya, “itu to mas Pak Jokowi.” Air mata saya keluar seketika.

Kita Pemilu lagi ne cui. Anda tidak peduli. Atau golput. Atau nyoblos. Presiden anda harus baru. Saya tidak mau Indonesia gampang di otak-atik orang orang jahat. Indonesia masih mempunyai harapan. Indonesia masih mempunyai pemimpin yang pro rakyat. Hari ini dia nyapres, buat memimpin Indonesia yang pro rakyat: Jokowi.
Saya tidak mendewa-dewakan dia. Buat saya dia adalah sosok putra Indonesia yang benar. Dia tidak jago berpidato. Wajahnya kampungan. Tapi pikiran dan kerjanya Indonesia. Dan Indonesia. Kalo ada pemimpin tulus, jujur dan baik yang mau membereskan Indonesia, mengapa tidak didukung? Sesederhana itu aja. Mari kita anggap, Prabowo presiden. Anggap saja. 9 Juli coblos Jokowi. Salam Dua Jari.

penulis : * Peter Julio Tarigan, Storytelling Photographer, tinggal di Jakarta. Bisa dihubungi lewat twitter dan instagram @peter_julio