6 Tanda Bahwa Seseorang Itu Posesif
Sikap posesif pasangan terkadang bisa diartikan sebagai tanda perhatian si dia. Namun, sikap jika posesif si dia mulai membuat hidup Anda terasa terkekang, kondisi ini biasanya berujung pada keretakan hubungan.
Perlu diketahui, hubungan yang sehat selalu ditandai sikap-sikap saling menghormati kebebasan pribadi pasangan, tetapi tetap dalam kerangka komitmen yang sehat.
Bagaimana dengan kekasih Anda? Apakah dia selalu memaksakan kehendaknya atau sebaliknya, selalu menunjukkan sikap dewasa dalam menjalani hubungan ini? Anda perlu tahu ciri pasangan yang punya sikap posesif, seperti dikutip dari Times of India:
1. Bersikeras Mengetahui Keberadaan Anda
Tanda paling jelas dari kekasih posesif adalah selalu ingin mengontrol hidup Anda. Jika dia tidak dapat menghubungi Anda melalui telepon, dia akan menginterogasi Anda untuk mendapatkan jawaban rinci dan detail.
2. Menghubungi Berkali-Kali
Dia akan menghubungi Anda berkali-kali dalam sehari hanya untuk memastikan bahwa Anda baik-baik saja. Tentu saja ini bisa mengganggu, apalagi bila dia sampai mengirim SMS atau menelepon Anda meski sudah larut malam.
Lama kelamaan, tentu Anda tidak merasakan hal ini sebagai perasaan cinta. Sikap overprotektif bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman.
3. Menganggap Anda Adalah Teman Si Dia Satu-Satunya
Baginya, Anda adalah segalanya. Dia juga menuntut Anda berlaku demikian. Semua hal yang dia lakukan harus dilalui berdua. Lama kelamaan, hal ini tentu bisa membuat Anda sulit bergerak.
Jika Anda merencanakan jalan-jalan dengan teman-teman atau sekadar memanjakan diri, si dia akan menafsirkan bahwa Anda mengabaikannya. Dia akan marah dan mungkin akan membuat Anda merasa serba salah.
4. Si Dia Ingin Anda Benar-Benar Kenali Kehidupannya
Banyak wanita berpikir, kecemburuan dari kekasih mereka akan membuat wanita merasa dihargai dan penting. Perbedaan antara cemburu dan posesif adalah ketika kekasih tidak puas dengan hanya mengetahui bahwa orang itu memperhatikan Anda. Dia akan menggali lebih lanjut dan bertanya seputar pendapat Anda tentang dirinya.
5. Selalu Mengatur Dalam Segala Hal
Seorang wanita membutuhkan ruang untuk bisa melakukan banyak hal, dan yang terpenting adalah saat berbusana. Tapi, pria posesif akan selalu ingin mengatur soal urusan pakaian pasangannya. Jika selalu mengkritik Anda, misalnya soal cara berpakaian, si dia termasuk dalam kategori posesif.
6. Membatasi Ruang Gerak Anda
Kebanyakan pria posesif tidak suka pasangan mereka menghabiskan waktu bersama keluarganya. Jika si dia mulai tak suka dengan kedekatan Anda dengan keluarga, Anda harus berhati-hati, pasangan masuk dalam kategori posesif.
Jika kekasih memiliki lebih dari sikap posesif, ada baiknya Anda melakukan komunikasi intensif dengannya, dan buat komitmen hubungan yang bisa membuat Anda merasa nyaman. Jangan sampai karena sikap posesifnya membatasi ruang gerak Anda.
6 Cara Menghilangkan Sifat Posesif
Apakah kamu seorang pacar yang posesif? Wah,kasihan sekali pacar kamu. Pasti dia merasa sangat tidak nyaman dengan sifat posesif kamu itu. Terus bagaimana caranya menghilangkan sifat posesif? Oke, saya akan membantu bagaimana cara menghilangkan sifat posesif agar pacar kamu merasa nyaman berada di dekat kamu.
1. Menyadari Sifat Posesif Itu
Akui saja bahwa kamu memang memiliki sifat posesif. Dengan begitu kamu akan mempunyai motivasi untuk menghilangkannya. Coba pikir,bagaimana kamu mau menghilangkan sifat posesif kalau kamu sendiri tidak menyadari bahwa kamu memiliki sifat posesif.?
2. Jalin Komunikasi Yang Baik
Entah untukyang keberapa kalinya saya bilang bahwa komunikasi adalah kunci sukses dalam sebuah hubungan. Dan ternyata komunikasi juga merupakan salah satu cara ampuh untuk menghilangkan sifat posesif. Komunikasi juga dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman antara kamu dan pasangan.
3. Percaya Terhadap Pasangan
Belajarlah untuk memberikan kepercayaan terhadap pacar kamu. Apa artinya sebuah hubungan tanpa didasari rasa kepercayaan. Apa pun yang dilakukan selalu dicemburui, dicurigai. Terkadang sifat posesif timbul karena kita tidak bisa mempercayai pasangan.
4. Memiliki Tekad Untuk Berubah
Langkah selajutnya setelah kamu menyadari sikap posesif itu adalah memiliki keinginan,motivasi untuk berubah menjadi lebih baik. Oke, dengan membaca artikel ini, saya harap kamu sudah mempunyai keinginan untuk berubah dan menghilangkan sifat posesif itu.
5. Memberikan Kebebasan
Kamu harus menyadari satu hal, bahwa setiap orang adalah mahluk yang merdeka. Mereka semua memiliki kebebasan untuk memilih, menetukan dan mengatur sendiri hidupnya. Sekali pun itu adalah pacar kamu. Kamu tidak punya hak sama sekali untuk mengekang dan mengatur sesuai dengan keinginanmu. Berikan dia kebebasan secara individu. Tentunya kamu tidak ingin kalau hak-hak kamu sebagai manusia dibatasi bukan? Begitu juga pacar kamu.
6. Minta Pasangan Kamu Untuk Mengingatkan
Terlalu berat kalau kamu harus berjuang sendiri untuk menghilangkan sifat posesif kamu itu. Karena itu mintalah bantuan pacar kamu untuk mengingatkan kalau kamu berbuat sesuatu yang mengarah ke sikap atau sifat posesif. Kerjasama antara kamu dan pacar dibutuhkan dalam hal ini.
Sunday, May 1, 2011
Thursday, April 28, 2011
Mendapatkan Perut Six-pack

Memiliki otot perut yang berkotak-kotak adalah idaman hampir semua pria. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, perut yang berkotak juga sudah menjadi salah satu syarat fisik yang ingin dimiliki juga oleh wanita, atau setidaknya perut yang rata.
Fenomena Perut Six-Pack
Perut yang berkotak atau lebih sering kita kenal dengan nama six-pack abs memiliki tempat tersendiri dalam kacamata dunia kebugaran. Meskipun biceps yang menonjol atau otot dada yang bidang dan tebal sering maupun latihan-latihan yang ditujukan untuk kedua jenis otot tersebut sering mendapatkan jatah tinta yang lebih banyak dalam ulasan di majalah kebugaran. Perut berkotak justru menjadi penutup atau finale yang melengkapi sebuah fisik yang terbentuk.
Mengapa Six-Pack Lebih Sulit Diraih?
Mengapa demikian? Sewaktu memulai fitnes, saya juga kurang mengetahui mengapa. Tetapi setelah menjalaninya selama beberapa tahun, saya baru menyadari bahwa otot perut yang berkotak lebih sulit di raih.
Alasan pertama adalah mengenai kecenderungan biologis tubuh manusia dalam menyimpan lemak.
Ternyata tubuh manusia memiliki kecenderungan untuk menyimpan lemak paling banyak di daerah perut. Tubuh manusia memiliki kantong-kantong penyimpanan lemak yang lebih besar di daerah tersebut dibandingkan dengan bagian-bagian tubuh yang lain. Tambahkan kenyataan ini dengan kecenderungan genetik dari kebanyakan orang untuk menyimpan timbunan lemak di perut sebelum tubuh menyimpannya di tempat yang lain.
Alasan kedua, dengan banyaknya kapasitas penimbunan lemak pada perut, hal ini juga berarti tantangan untuk memiliki otot perut yang terlihat jelas menjadi lebih besar pula.
Seseorang bisa memiliki forearms yang berotot dan cukup vaskular (terlihat urat-urat yang menonjol) sebagai tanda komposisi lemak pada daerah tersebut yang rendah. Tetapi orang yang sama mungkin masih harus bekerja lebih keras untuk menurunkan kadar lemaknya ke tingkat yang lebih rendah lagi agar otot perutnya bisa terlihat berotot seperti forearms-nya.
Alasan ketiga, walaupun ada tantangan yang lebih besar seperti yang diuraikan pada alasan nomor dua, kita tidak bisa menghilangkan lemak hanya pada satu bagian tubuh tertentu saja, dalam hal ini bagian perut.
Hingga kini, menghilangkan lemak hanya pada bagian tubuh tertentu atau lebih sering dikenal dengan istilah spot-reduction hanya merupakan suatu teori yang tak pernah terbuktikan. Hingga saat ini, tidak pernah ada satupun ilmuwan dunia yang bisa menemukan kebenaran dari teori spot-reduction ini melalui jenis diet atau latihan apapun. Satu-satunya cara yang dikenal untuk spot-reduction adalah melalui prosedur yang sangat menyakitkan, sangat mahal harganya, dengan risiko ancaman kesehatan yang cukup besar pula yakni operasi sedot lemak (liposuction).
Pada tulisan bagian pertama, saya coba jelaskan tentang fenomena perut six-pack. Tulisan berikut ialah tentang cara pembentukan perut six-pack tersebut.
Untuk itu, pertama-tama, saya akan memberikan sebuah rumusan kepada Anda. Rumusan ini adalah 3 x 3 = 6. Ada empat elemen yang bisa didapat dari rumusan tersebut. Elemen pertama adalah angka 3 yang pertama, yang melambangkan 3 faktor utama fitnes: aktivitas fisik, pengaturan pola makan, dan istirahat. Elemen kedua adalah tentunya angka 3 yang kedua, yang berarti 3 latihan spesifik otot perut yang perlu dilakukan. Elemen ketiga adalah angka 3 yang ketiga, yang artinya 3 tips untuk masing-masing elemen gaya hidup fitnes. Dan elemen terakhir adalah angka 6 yang artinya six-pack sekaligus untuk menggambarkan juga bahwa mendapatkan perut berkotak-kotak tidaklah mudah dan butuh pengorbanan yang besar.
Yang Kedua - Tiga Latihan Perut
Dalam menjalankan pola berlatih selama ini, saya menemukan tiga jenis latihan otot perut yang termasuk paling efektif. Tiga jenis latihan otot perut inilah yang saya gunakan paling sering untuk mengasah bentuk dan kekuatan otot perut yang baik. Untuk hasil maksimal dan memungkinkan untuk melakukan sesuai dengan volume (skema set dan repetisi) yang saya uraikan di bawah, orang perlu mendedikasikan 1 hari khusus untuk melatih otot perut ini.
- Hanging Leg Raises
Sesuai dengan prinsip latihan prioritas (priority training principle), lakukanlah latihan yang terberat dan paling efektif pada urutan pertama suatu sesi latihan, karena di saat tersebutlah otot dalam kondisi yang belum lelah. Hanging leg raises menurut sebagian orang memberikan target tekanan pada otot perut bagian bawah. Namun secara keseluruhan, berdasarkan pengalaman dan terbukti dari tes EMG (electromyography - tes yang mengukur tingkat kontraksi otot melalui sinyal listrik) latihan ini memberikan kontraksi terbesar pada semua bagian otot perut. Lakukan 3 set x 20 repetisi.
- Decline Sit-Up / Crunch
Sit-up atau crunch dengan menggunakan bangku decline memberikan tantangan dan tekanan yang lebih besar daripada Sit-up atau crunch biasa. Hal ini dikarenakan tidak ada atau minimnya penyangga punggung saat melakukan gerakan negatif (turun) sehingga lebih sulit bagi perut untuk melakukan gerakan positif (naik). Lakukan 3 x 20 repetisi.
- Machine Crunch
Secara pribadi saya suka melakukan gerakan ini karena memberikan tekanan maksimal pada otot perut tanpa membebani punggung bagian bawah. Kenyamanan inilah yang memungkinkan saya untuk memberikan fokus lebih pada tehnik gerakan yang benar agar tekanan dan kontraksi menjadi lebih kuat. Karena dirancang dengan pertimbangan biomekanik yang pintar, maka gerakan ini juga memungkinkan untuk mengaplikasikan kontraksi puncak (peak contraction). Mesin latihan perut ini mungkin tidak tersedia di semua pusat kebugaran, dan sebagai alternatif yang tak kalah baik adalah: ball crunchrope crunch pada mesin triceps pushdown. Lakukan sebanyak 3 x 20 repetisi. (dengan kaki merapat untuk faktor kesulitan yang lebih tinggi)
Berhubung 3 elemen pertama sudah disebutkan pada pembahasan di atas, maka saya akan langsung menuju pada elemen 3 yang kedua, yaitu 3 tips dalam melaksanakan masing-masing faktor utama gaya hidup fitnes:
1.
Aktivitas fisik:
*
Berlatihlah beban pada otot-otot utama tubuh
Melatih otot utama tubuh seperti dada, punggung, bahu, paha, lengan, dan betis juga memberikan kontribusi signifikan untuk perut yang lebih langsing. Selain meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan untuk waktu yang cukup lama, latihan fisik untuk otot-otot tubuh yang lain juga sangat penting untuk membangun kekuatan otot perut dalam menjalankan latihan-latihan spesifik.
*
Lakukan cardio/aktivitas aerobik
Latihan cardio adalah satu-satunya latihan yang memungkinkan fitnesmania untuk membakar lemak dan merangsang mitokondria (dapur pembakar lemak dalam tubuh) untuk menjadi lebih besar dan meningkat dalam kapasitas.
*
Latihlah otot perut secara spesifik
Definisi atau garis-garis otot perut yang jelas tentunya tidak akan lengkap tanpa tonjolan-tonjolan otot perut itu sendiri. Dan satu-satunya cara untuk merangsang pertumbuhan otot perut secara maksimal adalah dengan melatihnya secara langsung dan khusus.
2.
Pengaturan pola makan:
*
Konsumsikan kalori yang lebih sedikit daripada kalori yang keluar
Membakar lemak menuntut kita semua untuk masuk dalam kondisi defisit kalori, di mana energi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman lebih sedikit daripada energi yang keluar dari tubuh melalui aktivitas fisik. Prinsip ini sangat penting untuk memastikan terpakainya cadangan energi lemak dalam tubuh.
*
Ketahui komposisi dan timing makan yang baik.
Tanpa perlu berbasa-basi lagi, pastikan fitnesmania mengkonsumsi setidaknya 2 gram protein per kilogram berat badan per hari, 3 gram karbohidrat rendah indeks glikemi per kilogram berat badan per hari, dan 0,4 gram lemak esensial per kilogram berat badan per hari.
*
Pastikan penyajian makanan yang sehat dan optimal
Hindari cara memasak dengan menggoreng ataupun tambahan minyak atau mentega apabila tidak perlu. Resep-resep masakan umum Indonesia yang kaya rempah dan bumbu masih bisa dimasak dengan varian yang rendah lemak dan rendah garam. Contoh: bumbu Bali tanpa santan dan garam yang lebih sedikit? Pasti bisa!
3.
Istirahat:
*
Pastikan istirahat yang cukup
Dalam beberapa literatur ditemukan, orang yang tidak mendapatkan istirahat cukup lebih memiliki kecenderungan makan berlebihan saat tidak tidur (beraktivitas di pagi, siang, dan sore hari). Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, tubuh dan otak akan lebih optimal dalam bekerja maupun berlatih.
*
Hindari tidur terlalu malam
Menurut para pakar yang meneliti sindrom tidur malam pada beberapa kelompok individu, disimpulkan untuk setiap jam seseorang melewati jam tidurnya ia akan mengkonsumsi 118 kalori tambahan. Dan apabila hal ini dilakukan selama 1 bulan saja, makan sudah terjadi penambahan asupan kalori sebanyak 3540 kalori atau sama dengan setengah kilo lemak dalam tubuh.
*
Pastikan jadwal istirahat yang konsisten
Jadwal tidur yang konsisten memiliki dampak yang sangat besar dalam memiliki konsistensi aktivitas sepanjang hari. Tidur dan bangun pada waktu yang konsisten akan membuat pengaturan waktu menjadi lebih mudah. Salah satu contoh adalah keteraturan untuk sarapan. Sarapan juga ternyata berperan dalam mencegah melambatnya metabolisme dan menghindari kebiasaan makan yang berlebihan (bingeing) pada meal berikutnya.
Elemen Terakhir
Hasil angka 6 memang tampaknya sangat tidak sepadan dengan hasil perkalian dari 3 x 3 x 3 yang seharusnya adalah 27. Tapi ini hanya lebih merupakan ilustrasi mengenai sulitnya memiliki six-pack yang tajam dan inspirasional, bahwa diperlukan usaha yang keras sekaligus pintar. Usaha besar berarti berani untuk mengerahkan kemampuan diri ke batas maksimal. Menantang rasa sakit (pegal) latihan yang ditimbulkan akibat kualitas latihan yang tinggi. Dan menantang diri sendiri untuk selalu lebih baik pada sesi latihan yang berikutnya. Usaha yang pintar berarti senantiasa belajar dan mencari informasi ilmiah mengenai cara latihan, diet, dan istirahat yang baik. Tak lupa mengaplikasikan tehnik dan informasi yang telah didapat dengan konsisten dalam suatu program yang terstruktur, dan akhirnya melakukan evaluasi hasil latihan dan diet secara berkala.
Bagi fitnesmania yang memiliki mental berpikir (mindset) yang positif, rumusan di atas justru akan menjadi tantangan yang memotivasi dirinya untuk memunculkan otot perut berkotak enam miliknya. Ia sadar bahwa tidak semua orang bisa memilikinya, dan hanya orang-orang yang rajin, disiplin, dan berani melalui rasa sakit melewati batas kesakitanlah yang akan mencuat sebagai orang yang dikagumi orang-orang di sekitarnya. Ia pantang menyerah pada mediokritas (berada di tengah-tengah, atau sedang-sedang saja) dan ia ingin bergabung dengan kelompok "ujung gunung es" yang mencuat keluar dari permukaan laut.
Dalam mendapatkan hasil yang besar, tidak semua orang bersedia melakukan pengorbanan besar. Prinsip ekonomi yang berbunyi "Mendapatkan yang sebanyak-banyaknya dengan pengorbanan sekecil mungkin" secara ironis tidak bisa diaplikasikan di sini, namun justru merupakan jalur yang ditempuh oleh lebih banyak orang. Itulah sebabnya hanya segelintir orang yang bersredia melakukan pengorbanan besarlah yang akan mendapatkan hasilnya.
Pengorbanan besar tersebut bisa saja sebesar yang kita kira, bisa pula tak sebesar yang kita kira, atau bahkan mungkin lebih besar dari yang kita kira. Semua itu pada akhirnya tidak akan menjadi masalah apabila kita mengetahui seberapa besar tekad kita untuk mewujudkannya. Semakin besar tekad untuk mendapatkan perut berkotak-kotak, semakin kecil pula persepsi kita terhadap pengorbanan yang perlu dilakukan.
Konklusi
Memiliki perut six-pack mungkin memang bukanlah segalanya, namun bukan berarti Anda tidak perlu memiliki aspirasi untuk memilikinya. Perut berkotak-kotak hanya bisa dicapai oleh mereka yang bersedia menjalankan gaya hidup fitnes secara disiplin. Mudah? Tentu saja tidak. Karena kalau mudah, maka perut six-pack sudah tidak menarik untuk dimiliki dan semua orang sudah memilikinya tanpa harus berjuang berat dan pintar. Dan di sanalah letak nilai dari artikel ini bagi saya. Semoga dengan menjalankan apa yang telah saya lalui, Anda bisa segera mendapatkan hasil yang sepadan.
Thursday, April 21, 2011
7 Makanan yang dilarang ketika diet, tapi justru merampingkan pinggang.
Baru memulai program diet? Coba cek berapa panjang daftar makanan yang harus kita hindari. Apakah daftarnya terus saja tambah, bahkan memasukkan makanan-makanan kesukaan kita seperti roti, kentang, serta cokelat yang katanya tinggi karbohidrat dan lemak. Benarkah demikian?
“Beberapa makanan yang identik sebagai makanan pembuat gemuk, justru sebenarnya bisa mempercepat proses penurunan berat badan,” ucap Milton Stokes, MPH,RD., ahli nutrisi yang berdomisili di Connecticut, Amerika. Stokes bahkan menyebutkan, berdasarkan pengalamannya menghadapi para kliennya, daftar makanan yang panjang itu justru akan menjadi boomerang untuk program diet kita. Karena begitu kita mencicipi sedikit saja dari makanan yang dihindari itu, kita justru kehilangan kendali untuk berkata cukup.
“Kunci sukses untuk memiliki tubuh ideal adalah menjaga porsi dan memilih makanan yang tinggi nutrisi,” Stokes menambahkan. Hal ini juga diamini Sari Greaves, RD., juru bicara nasional American Dietetic Association. Dan untuk membebaskan kita dari daftar makanan pembuat gemuk yang salah, Prevention membantu Anda untuk mengungkapkan fakta sesungguhnya.
Roti : Mengandung karbohidrat yang bisa membuat otak mengendalikan rasa kenyang.
Ini adalah sumber karbohidrat yang akan membuat otak memproduksi serotonin yang merupakan neurotransmiter pembentuk rasa nyaman dan kenyang. “Saat kita mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan melepaskan insulin yang kemudian membuat otak memproduksi asam amino dalam bentuk tryptophan. Trypthopan inilah yang kemudian diubah menjadi serotonin,” Nina T. Frusztajer, MD., ah nutrisi dari Boston menjelaskan.
Fruztajer yang juga coauthor The Serotonin Power Diet ini bercerita, saat produksi serotonin optimal maka kita akan merasa tenang dan bahagia. Inilah yang akan membuat kita tidak mudah merasa lapar, atau bahkan stres yang bisa mengundang hasrat untuk makan berlebihan. Yang perlu diingat adalah porsi ketika menikmatinya. Satu porsi berarti 1 helai roti atau setengah muffin. Dan sebaiknya kita mengonsumsi 2 porsi roti yang berarti 2 helai roti atau 1 buah muffin.
Pasta : Kandungan air yang tinggi membuat kita kenyang lebih lama.
Pasta dan nasi yang dimasak mengandung sekitar 70 persen air, inilah yang akan membuat kita kenyang lebih lama dibanding makanan kering lainnya, ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh British Nutrition Foundation. Dan sama seperti roti, karbohidrat yang ada di dalam pasta juga membuat produksi serotonin berlangsung optimal di dalam otak.
Porsi aman bagi kita untuk menikmati pasta adalah ½ mangkuk pasta atau sama dengan 1 scoop es krim. Jangan lupa untuk menambahkan sayuran dan dada ayam ke dalam pasta yang akan kita nikmati, sehingga bisa menahan kenyang lebih lama.
Kentang : Tinggi serat yang dapat membantu tubuh membakar lemak lebih banyak.
Ini adalah salah satu makanan yang paling sering disalahartikan karena dicap sebagai makanan pendongkrak berat badan. Kentang tidak bersahabat bagi lingkar pinggang jika kita mengolahnya dengan cara digoreng. Tapi jika kita mengukus, merebus, atau memanggangnya, maka kentang akan menyerap banyak air serta berfungsi sebagai makanan tinggi serat.
Jika kita memanggang 23 gram kentang, maka sistem pencernaan akan mengubahnya menjadi serat kristal. Berbeda dengan serat lain, serat kristal akan terfermentasi di dalam usus besar yang kemudian membentuk asam lemak untuk menjadi energi tubuh membakar karbohidrat dan lemak. Ini sama dengan tubuh melakukan pembakaran lemak lebih banyak. Porsi ideal untuk menikmati kentang adalah segenggam tangan kita.
Selai kacang : Mengandung lemak sehat yang dengan mudah mengikis tumpukan lemak di perut.
Penelitian membuktikan, saat kita mengonsumsi makanan yang tinggi lemak sehat seperti mono-unsaturated fatty acids atau MUFA, maka kemungkinan perut menimbun lemak akan semakin kecil, membakar kalori lebih banyak, dan menurunkan berat badan lebih cepat. Dan MUFA banyak sekali terdapat di dalam kacang-kacangan, termasuk selai kacang.
Bahkan, perempuan yang mengonsumsi 1 porsi kacang-kacangan atau selai kacang dengan intensitas lebih dari 2 kali dalam seminggu, kenaikan berat badannya hanya sedikit dibanding perempuan yang jarang mengonsumsinya. Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health.
Faktanya, mengoleskan selai kacang pada camilan kita akan membuat kita kenyang 2,5 jam lebih lama, dibanding yang hanya mengonsumsi camilan karbohidrat tanpa selai kacang. Tapi ingat, kacang-kacangan dan selai kacang juga tinggi kalori, jadi jangan konsumsi berlebihan. Porsi ideal untuk kacang-kacangan adalah seukuran bola golf dan 2 sendok makan untuk selai kacang.
Keju : Kaya akan kalsium yang akan membakar kalori dan lemak lebih banyak.
Setiap gramnya, keju mengandung 100 kalori dan 5 gram lemak, itu mengapa makanan ini sering dikategorikan sebagai makanan yang tidak bersahabat untuk lingkar pinggang. Tapi jangan lupakan juga, kalau keju tinggi kalsium yang dapat mempermudah tubuh membakar kalori dan lemak.
Bahkan penelitian terbaru membuktikan, apabila tubuh tidak cukup menjadikan kalsium sebagai amunisi, maka akan memicu produksi calcitriol, hormon yang membuat tubuh menumpuk lemak lebih cepat. University of Tennessee mengumumkan, orang yang sedang berdiet dan menambah suplementasi kalsium sebanyak 300-400 mg per hari, secara signifikan membantu proses penurunan berat badan dibanding yang tidak menambah suplementasi kalsium.
Tapi para peneliti menyarankan, agar kita mengonsumsi kalsium dari makanan yang tinggi kandungan mineral ini dibanding dari suplementasi. Karena ternyata, tubuh lebih cepat menyerap kalsium dari makanan ketimbang yang berbentuk suplemen. Mereka juga menyebutkan porsi ideal untuk mengonsumsi keju adalah 56 gram per hari.
Dark Chocolate : Memuaskan hasrat mengemil tanpa membuat kita ingin menikmatinya secara berlebihan.
Perempuan memang suka mengemil. Akui saja, tak perlu menyangkal. Sebab 97 persen perempuan tak bisa menjauhkan dirinya dari kebiasaan mengemi, dan cokelat adalah camilan yang paling disukai.
Kadang kalau kita perlu memanjakan diri. “Dan porsi kecil dari camilan favorit lebih baik ketimbang menahannya terlalu lama, hingga kita tak dapat menahan godaan untuk makan berlebih,” ucap Greaves. Bahkan, orang yang benar-benar menjauhi cokelat, akan makan 2/3 kali lebih banyak dibanding orang yang sesekali menikmatinya. Ini didapat dari penelitian yang dilakukan di Inggris.
Setelah mendengar cokelat bisa menyelamatkan lingkar pinggang, pasti kita ingin buru-buru membeli cokelat. Ingat, jangan asal pilih cokelat. Karena University of Copenhagen menyarankan, agar kita menikmati dark chocolate sebagai rahasia manis penurun berat badan. Nikmati 1-2 keping dark chocolate sebagai camilan akan membantu banyak bagi perampingan pinggang.
Buah : Kunyahan manis pembakar kalori.
Obesity Reviews mengumumkan, dari 16 penelitian yang diamati, ditemukan orang yang mengonsumsi buah secara rutin ternyata lebih mudah menurunkan berat badannya. Bahkan sebuah studi dari Brazil mengungkapkan, perempuan yang mengonsumsi 3 buah ape setiap hari - pada makan siang dan camilan - mampu menurunkan 1 Kg berat badannya dalam waktu 10 minggu tanpa melakukan diet.
Meskipun buah-buahan mengandung gula alami seperti fruktosa, ini tak akan menaikkan kadar gula dalam darah. Plus buah memiliki kadar air dan serat yang tinggi, ini akan menekan total kalori yang kita konsumsi. Usahakan setiap hari mengonsumsi 3 porsi buah dan pilihlah buah dengan kadar kalori yang rendah seperti melon (per cangkir mengandung 50 kalori), anggur (per cangkir mengandung 60 kalori), dan jeruk (per cangkir mengandung 75 kalori). (Siagian Priska)
“Beberapa makanan yang identik sebagai makanan pembuat gemuk, justru sebenarnya bisa mempercepat proses penurunan berat badan,” ucap Milton Stokes, MPH,RD., ahli nutrisi yang berdomisili di Connecticut, Amerika. Stokes bahkan menyebutkan, berdasarkan pengalamannya menghadapi para kliennya, daftar makanan yang panjang itu justru akan menjadi boomerang untuk program diet kita. Karena begitu kita mencicipi sedikit saja dari makanan yang dihindari itu, kita justru kehilangan kendali untuk berkata cukup.
“Kunci sukses untuk memiliki tubuh ideal adalah menjaga porsi dan memilih makanan yang tinggi nutrisi,” Stokes menambahkan. Hal ini juga diamini Sari Greaves, RD., juru bicara nasional American Dietetic Association. Dan untuk membebaskan kita dari daftar makanan pembuat gemuk yang salah, Prevention membantu Anda untuk mengungkapkan fakta sesungguhnya.
Roti : Mengandung karbohidrat yang bisa membuat otak mengendalikan rasa kenyang.
Ini adalah sumber karbohidrat yang akan membuat otak memproduksi serotonin yang merupakan neurotransmiter pembentuk rasa nyaman dan kenyang. “Saat kita mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan melepaskan insulin yang kemudian membuat otak memproduksi asam amino dalam bentuk tryptophan. Trypthopan inilah yang kemudian diubah menjadi serotonin,” Nina T. Frusztajer, MD., ah nutrisi dari Boston menjelaskan.
Fruztajer yang juga coauthor The Serotonin Power Diet ini bercerita, saat produksi serotonin optimal maka kita akan merasa tenang dan bahagia. Inilah yang akan membuat kita tidak mudah merasa lapar, atau bahkan stres yang bisa mengundang hasrat untuk makan berlebihan. Yang perlu diingat adalah porsi ketika menikmatinya. Satu porsi berarti 1 helai roti atau setengah muffin. Dan sebaiknya kita mengonsumsi 2 porsi roti yang berarti 2 helai roti atau 1 buah muffin.
Pasta : Kandungan air yang tinggi membuat kita kenyang lebih lama.
Pasta dan nasi yang dimasak mengandung sekitar 70 persen air, inilah yang akan membuat kita kenyang lebih lama dibanding makanan kering lainnya, ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh British Nutrition Foundation. Dan sama seperti roti, karbohidrat yang ada di dalam pasta juga membuat produksi serotonin berlangsung optimal di dalam otak.
Porsi aman bagi kita untuk menikmati pasta adalah ½ mangkuk pasta atau sama dengan 1 scoop es krim. Jangan lupa untuk menambahkan sayuran dan dada ayam ke dalam pasta yang akan kita nikmati, sehingga bisa menahan kenyang lebih lama.
Kentang : Tinggi serat yang dapat membantu tubuh membakar lemak lebih banyak.
Ini adalah salah satu makanan yang paling sering disalahartikan karena dicap sebagai makanan pendongkrak berat badan. Kentang tidak bersahabat bagi lingkar pinggang jika kita mengolahnya dengan cara digoreng. Tapi jika kita mengukus, merebus, atau memanggangnya, maka kentang akan menyerap banyak air serta berfungsi sebagai makanan tinggi serat.
Jika kita memanggang 23 gram kentang, maka sistem pencernaan akan mengubahnya menjadi serat kristal. Berbeda dengan serat lain, serat kristal akan terfermentasi di dalam usus besar yang kemudian membentuk asam lemak untuk menjadi energi tubuh membakar karbohidrat dan lemak. Ini sama dengan tubuh melakukan pembakaran lemak lebih banyak. Porsi ideal untuk menikmati kentang adalah segenggam tangan kita.
Selai kacang : Mengandung lemak sehat yang dengan mudah mengikis tumpukan lemak di perut.
Penelitian membuktikan, saat kita mengonsumsi makanan yang tinggi lemak sehat seperti mono-unsaturated fatty acids atau MUFA, maka kemungkinan perut menimbun lemak akan semakin kecil, membakar kalori lebih banyak, dan menurunkan berat badan lebih cepat. Dan MUFA banyak sekali terdapat di dalam kacang-kacangan, termasuk selai kacang.
Bahkan, perempuan yang mengonsumsi 1 porsi kacang-kacangan atau selai kacang dengan intensitas lebih dari 2 kali dalam seminggu, kenaikan berat badannya hanya sedikit dibanding perempuan yang jarang mengonsumsinya. Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health.
Faktanya, mengoleskan selai kacang pada camilan kita akan membuat kita kenyang 2,5 jam lebih lama, dibanding yang hanya mengonsumsi camilan karbohidrat tanpa selai kacang. Tapi ingat, kacang-kacangan dan selai kacang juga tinggi kalori, jadi jangan konsumsi berlebihan. Porsi ideal untuk kacang-kacangan adalah seukuran bola golf dan 2 sendok makan untuk selai kacang.
Keju : Kaya akan kalsium yang akan membakar kalori dan lemak lebih banyak.
Setiap gramnya, keju mengandung 100 kalori dan 5 gram lemak, itu mengapa makanan ini sering dikategorikan sebagai makanan yang tidak bersahabat untuk lingkar pinggang. Tapi jangan lupakan juga, kalau keju tinggi kalsium yang dapat mempermudah tubuh membakar kalori dan lemak.
Bahkan penelitian terbaru membuktikan, apabila tubuh tidak cukup menjadikan kalsium sebagai amunisi, maka akan memicu produksi calcitriol, hormon yang membuat tubuh menumpuk lemak lebih cepat. University of Tennessee mengumumkan, orang yang sedang berdiet dan menambah suplementasi kalsium sebanyak 300-400 mg per hari, secara signifikan membantu proses penurunan berat badan dibanding yang tidak menambah suplementasi kalsium.
Tapi para peneliti menyarankan, agar kita mengonsumsi kalsium dari makanan yang tinggi kandungan mineral ini dibanding dari suplementasi. Karena ternyata, tubuh lebih cepat menyerap kalsium dari makanan ketimbang yang berbentuk suplemen. Mereka juga menyebutkan porsi ideal untuk mengonsumsi keju adalah 56 gram per hari.
Dark Chocolate : Memuaskan hasrat mengemil tanpa membuat kita ingin menikmatinya secara berlebihan.
Perempuan memang suka mengemil. Akui saja, tak perlu menyangkal. Sebab 97 persen perempuan tak bisa menjauhkan dirinya dari kebiasaan mengemi, dan cokelat adalah camilan yang paling disukai.
Kadang kalau kita perlu memanjakan diri. “Dan porsi kecil dari camilan favorit lebih baik ketimbang menahannya terlalu lama, hingga kita tak dapat menahan godaan untuk makan berlebih,” ucap Greaves. Bahkan, orang yang benar-benar menjauhi cokelat, akan makan 2/3 kali lebih banyak dibanding orang yang sesekali menikmatinya. Ini didapat dari penelitian yang dilakukan di Inggris.
Setelah mendengar cokelat bisa menyelamatkan lingkar pinggang, pasti kita ingin buru-buru membeli cokelat. Ingat, jangan asal pilih cokelat. Karena University of Copenhagen menyarankan, agar kita menikmati dark chocolate sebagai rahasia manis penurun berat badan. Nikmati 1-2 keping dark chocolate sebagai camilan akan membantu banyak bagi perampingan pinggang.
Buah : Kunyahan manis pembakar kalori.
Obesity Reviews mengumumkan, dari 16 penelitian yang diamati, ditemukan orang yang mengonsumsi buah secara rutin ternyata lebih mudah menurunkan berat badannya. Bahkan sebuah studi dari Brazil mengungkapkan, perempuan yang mengonsumsi 3 buah ape setiap hari - pada makan siang dan camilan - mampu menurunkan 1 Kg berat badannya dalam waktu 10 minggu tanpa melakukan diet.
Meskipun buah-buahan mengandung gula alami seperti fruktosa, ini tak akan menaikkan kadar gula dalam darah. Plus buah memiliki kadar air dan serat yang tinggi, ini akan menekan total kalori yang kita konsumsi. Usahakan setiap hari mengonsumsi 3 porsi buah dan pilihlah buah dengan kadar kalori yang rendah seperti melon (per cangkir mengandung 50 kalori), anggur (per cangkir mengandung 60 kalori), dan jeruk (per cangkir mengandung 75 kalori). (Siagian Priska)
Wednesday, April 20, 2011
JODOH DAN KUALITAS DIRI
Seorang gadis mengirim surat ke sebuah majalah terkenal. Isinya sebagai berikut : Saya wanita berumur 25 tahun. Sangat cantik dan punya selera fashion yang bagus. Saya ingin menikah dengan pria yang berpenghasilan minimal 500 ribu dollar US/tahun ( kurs skarang 8600/dollar jadi sekitar 4,3Milyar per tahun per bulan jadi Rp.143Juta pendapatan nya ). Anda mungkin berpikir saya matre, tetapi syarat yang saya ajukan tersebut sebenarnya wajar. Adakah diantara pembaca berpenghasilan minimum 500 Ribu Dollar US per tahun dan ingin menikahiku?
Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan dimana saya bisa bertemu pria lajang kaya? Syarat apa yang harus saya penuhi untuk menikahi orang kaya seperti anda? Kenapa kebanyakan istri orang – orang kaya hanya berpenampilan biasa? Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan “tidak menarik”, tetapi mereka justru mendapatkan pria kaya. Bagaimana cara Anda, para pria kaya, mengambil keputusan siapa yang kelak menjadi istri? Saya pastikan kepada anda bahwa saya sangat cantik. (Tertanda: Si Cantik )
Lalu di bawah ini adalah balasan dari seorang pria kaya yang bekerja di Perusahaan Finansial Wall Street : Saya sangat bersemangat saat membaca surat Anda. Saya rasa banyak gadis di luar sana yang punya pertanyaan sama dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi yang anda alami dari sudut pandang seorang Profesional ( Maklum Pialang Saham , :p hehehhe).
Menurut saya, jika di pandang dari sisi bisnis, menikahi anda adalah Sebuah keputusan yang salah. Kenapa? Jawabanya sebenarnya mudah, saya menarik kesimpulan bahwa anda telah menempatkan “Kecantikan” dan “Uang” sebagai dua hal yang sederajat. Itu tersirat dari pernyataan anda yang mencoba menukar kecantikan anda dengan kekayaan.
Pihak A menyediakan kecantikan dan untuk itu Pihak B akan membayar dengan kekayaannya. Dan itu adakah HAL YANG MASUK AKAL. Akan tetapi, ada masalah besar di sini, yaitu kelak kecantikan anda akan hilang, bukan? Dan sebaliknya, penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun. Jika di pandang dari sudut ekonomi, saya adalah asset positif yang selalu meningkat, sedangkan anda adalah asset negative yang nilainya selelau menyusut dari waktu ke waktu. Dan asset anda itu akan sangat mengkhawatirkan dalam 10 th mendatang.
Pria dengan penghasilan lebih dari 500 ribu dollar per tahun pasti BUKANLAH PRIA BODOH ( Lah yg punya penghasilan 10-20 juta / bulan aja Pria-Pria Pintar apalagi Pria yg penghasilan nya 143juta/bulan, hehehhe ). Mereka akan mencari teman hidup yang bernilai. Saya menyarankan agar anda melupakan saja ide untuk menikahi pria kaya dengan “menjual” kecantikan anda. Lebih baik tingkatkan kualitas diri anda yaitu ketrampilan, kesopanan, tingkah laku dan bahkan mungkin saja PENGHASILAN yang Besar sehingga orang layak “membeli” anda seharga 500 ribu dollar per tahun. Hal ini pasti lebih bagus untuk menemukan pria kaya daripada sekedar “menjual” kecantikan anda. Mudah mudahan blasan ini dapat membantu.
( Tertanda : Pria Kaya )
Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan dimana saya bisa bertemu pria lajang kaya? Syarat apa yang harus saya penuhi untuk menikahi orang kaya seperti anda? Kenapa kebanyakan istri orang – orang kaya hanya berpenampilan biasa? Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan “tidak menarik”, tetapi mereka justru mendapatkan pria kaya. Bagaimana cara Anda, para pria kaya, mengambil keputusan siapa yang kelak menjadi istri? Saya pastikan kepada anda bahwa saya sangat cantik. (Tertanda: Si Cantik )
Lalu di bawah ini adalah balasan dari seorang pria kaya yang bekerja di Perusahaan Finansial Wall Street : Saya sangat bersemangat saat membaca surat Anda. Saya rasa banyak gadis di luar sana yang punya pertanyaan sama dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi yang anda alami dari sudut pandang seorang Profesional ( Maklum Pialang Saham , :p hehehhe).
Menurut saya, jika di pandang dari sisi bisnis, menikahi anda adalah Sebuah keputusan yang salah. Kenapa? Jawabanya sebenarnya mudah, saya menarik kesimpulan bahwa anda telah menempatkan “Kecantikan” dan “Uang” sebagai dua hal yang sederajat. Itu tersirat dari pernyataan anda yang mencoba menukar kecantikan anda dengan kekayaan.
Pihak A menyediakan kecantikan dan untuk itu Pihak B akan membayar dengan kekayaannya. Dan itu adakah HAL YANG MASUK AKAL. Akan tetapi, ada masalah besar di sini, yaitu kelak kecantikan anda akan hilang, bukan? Dan sebaliknya, penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun. Jika di pandang dari sudut ekonomi, saya adalah asset positif yang selalu meningkat, sedangkan anda adalah asset negative yang nilainya selelau menyusut dari waktu ke waktu. Dan asset anda itu akan sangat mengkhawatirkan dalam 10 th mendatang.
Pria dengan penghasilan lebih dari 500 ribu dollar per tahun pasti BUKANLAH PRIA BODOH ( Lah yg punya penghasilan 10-20 juta / bulan aja Pria-Pria Pintar apalagi Pria yg penghasilan nya 143juta/bulan, hehehhe ). Mereka akan mencari teman hidup yang bernilai. Saya menyarankan agar anda melupakan saja ide untuk menikahi pria kaya dengan “menjual” kecantikan anda. Lebih baik tingkatkan kualitas diri anda yaitu ketrampilan, kesopanan, tingkah laku dan bahkan mungkin saja PENGHASILAN yang Besar sehingga orang layak “membeli” anda seharga 500 ribu dollar per tahun. Hal ini pasti lebih bagus untuk menemukan pria kaya daripada sekedar “menjual” kecantikan anda. Mudah mudahan blasan ini dapat membantu.
( Tertanda : Pria Kaya )
Saturday, April 16, 2011
Bagaimana Cara Menghindari Perceraian
Article
Bagaimana Cara Menghindari Perceraian
Bagaimana Cara Menghindari Perceraian ? Bagi para pasangan suami istri pasti mereka mengaharapkan sebuah kebahagiaan dalam membina sebuah rumah tangga dan tidak ingin jalinan rumah tangga nya terputus lalu mereka bercerai. Pasangan suami istri pasti mengharapkan kebahagiaan dalam membina rumah tangga sampai akhir hayatnya.
Namun apabila tiba-tiba ada suatu masalah besar menerpa pasangan suami istri dan berniat untuk melakukan perceraian, kita mempunyai beberapa tips untuk menghindari hal tersebut:
1. Cari sumbernya
Bisa jadi, selama ini Anda dan suami tidak menyadari ada persoalan di dalam rumahtangga Anda. Tiba-tiba, muncul kata “cerai” di dalam rumahtangga Anda. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengurai dan mencari solusi adalah dengan mencari tahu sebabnya. Bisa jadi, penyebabnya cuma masalah sepele yang sebetulnya bisa diselesaikan asal kedua pihak sama-sama mau mengalah. Tapi, bisa jadi persoalannya memang sangat berat, sehingga tak ada kata lain selain berpisah. Apa pun penyebabnya, mencari tahu penyebab adalah langkah yang harus dilakukan. Pasalnya, dari sinilah keputusan apakah benar-benar akan bercerai atau tidak dimulai.
2. Intropeksi
Bila Anda sudah mengetahui penyebab kenapa Anda atau suami ingin bercerai, cobalah untuk berintropeksi. Ini yang seringkali sulit dilakukan. Pasalnya, masing-masing pasangan pasti merasa dirinyalah yang benar. Mereka tak bakal bisa menerima kenyataan bahwa merekalah pangkal sebab munculnya niat cerai. Mungkin, Anda malu mengakui secara jujur kekurangan Anda, tapi cobalah menjawab dengan jujur pada diri sendiri bahwa yang dikatakan pasangan Anda ada benarnya. Mumpung masih ada waktu, kenapa tak Anda coba perbaiki dari sekarang? Tentu, suami pun harus melakukan hal serupa. Bisa jadi, ialah yang membuat perkawinan menjadi goyah dan tak harmonis lagi.
3. Jangan memperbesar masalah
Jika Anda dan suami sudah tahu sumber keributan dan konflik dalam rumahtangga, sebaiknya jangan memperbesar masalah. Juga, jangan mencari masalah baru. Pasalnya, ini justru akan memperkeruh suasana. Bila Anda menyadari kekurangan yang ada, tak ada salahnya meminta maaf. Tidak perlu malu dan berusaha menjadi istri yang baik seperti yang diharapkan suami. Cobalah untuk mencari solusi sebaik-baiknya.
4. Pisah sementara waktu
Meski sepertinya sangat tak enak, cara ini bisa menjadi jalan terbaik untuk menghindari perceraian. Pisah untuk sementara waktu akan membantu suami-istri untuk menenteramkan diri sekaligus menilai, keputusan apa yang sebaiknya ditempuh. Kenapa harus pisah rumah? Pasalnya, dua hati yang sama-sama sedang panas, sebaiknya tak bertemu setiap hari. Jika setiap hari bertemu, yang terjadi bukan membaik, malah justru bakal semakin panas. Bisa-bisa ribut terus dan tidak ada titik temu. Yang dibahas setiap hari pasti akan balik ke masalah yang itu-itu saja. Anda bisa misalnya “mengungsi” dulu ke rumah orang tua, sementara suami pindah dulu sementara ke rumah orang tuanya. Pisah rumah akan membantu mendinginkan hati yang sedang memanas, sehingga Anda dan suami dapat berpikir jernih.
5. Komunikasi
Apapun,komunikasi merupakan fondasi sebuah hubungan, termasuk hubungan dalam perkawinan. Tanpa komunikasi, hubungan tak bakal bisa bertahan. Jadi, seberat apapun situasi yang tengah Anda hadapi, sebaiknya tetap lakukan komunikasi dengan pasangan. Bahkan setelah Anda dan suami sama-sama hidup terpisah, cobalah untuk tetap berkomunikasi. Coba diskusikan bersama, langkah terbaik apa yang bisa Anda berdua lakukan untuk menghindari perceraian, untuk mempertahankan mahligai rumahtangga. Tak mudah memang, tapi jika Anda berdua sudah berpisah untuk sementara waktu, situasi panas barangkali sudah lewat, sehingga Anda berdua sudah siap untuk berkomunikasi. Jangan merasa malu atau gengsi untuk saling menghubungi.
6. Libatkan keluarga
Jika kenyataannya, pasangan sudah tidak dapat diajak berkomunikasi atau selalu berusaha menghindar, cobalah libatkan anggota keluarga yang memang dekat dengannya. Orang tua, kakak atau pamannya misalnya. Pokoknya, siapa saja yang Anda rasa bisa Anda ajak berbicara. Tentu, Anda jangan pernah menutupi akar permasalahan yang ada kepada mereka, tetapi berterus teranglah. Katakan juga, apa sebetulnya kekurangan Anda maupun kekurangan suami. Siapa tahu, mediator ini dapat melunakkan hati Anda dan pasangan, sekaligus mencarikan solusi untuk kembali bersatu.
Perceraian tentu tak diinginkan pasangan suami-istri mana pun. Namun, seringkali hubungan suami-isri sedemikian memburuk, sehingga terlintas di benak untuk bercerai saja.
Nah, jika Anda dan pasangan tengah di ambang pintu perceraian, jangan buru-buru memutuskan berpisah. Pikirkan kembali, jangan-jangan yang Anda rasakan hanya emosi semata. Berikut, 12 jurus yang bisa membantu Anda menghindari perceraian.
7. Cari teman curhat
Menghadapi perceraian tentu akan membuat pikiran runyam, pekerjaan terbengkalai dan bingung harus berbuat apa. Nah, kondisi tidak nyaman ini bisa Anda atasi bila Anda bisa berbagi dengan orang terdekat, sahabat misalnya. Dengan berbagi, beban pikiran Anda akan terasa lebih ringan. Yang harus dicermati, jangan mencari teman curhat yang lawan jenis. Carilah teman curhat sesama jenis. Pasalnya, bila Anda bercerita, mengungkapkan uneg-uneg Anda pada teman pria, belum tentu sepenuhnya ia akan mendukung Anda untuk kembali bersatu dengan suami. Bisa jadi ia malah menggoda Anda, dan jika Anda akhirnya benar-benar tergoda, yang muncul akhirnya malah masalah baru.
8. Ingat anak
Anak biasanya menjadi senjata terampuh untuk meredam konflik antara suami-istri. Jadi, bila ternyata antara Anda dan suami sama sama menginginkan perceraian, cobalah ingat anak-anak Anda, buah cinta kasih Anda dan suami. Ingatlah bahwa mereka masih sangat membutuhkan Anda dan suami. Apakah mereka harus menjadi korban perceraian karena keegoisan orang tuanya? Lantas, setelah Anda bercerai, kemana dan kepada siapa mereka harus ikut, Anda atau suami? Jika Anda menyayangi mereka, pikirkan kembali keputusan tersebut.
9. Singkirkan ego
Jika Anda memang masih menginginkan keutuhan rumahtangga, segera buang jauh-jauh ego yang ada dalam diri Anda. Jangan merasa diri selalu benar dan sealu menyudutkan pasangan, begitu pula sebaiknya. Sadarilah bahwa apa yang terajadi sekarang adalah kesalahan Anda dan suami. Kalaupun selama ini ada sakit hati yang terselip, cobalah untuk saling memberi maaf.
10. Jujur pada diri sendiri
Jujurlah pada diri sendiri, apakah Anda sudah siap mental untuk berpisah selamanya dengan suami? Perceraian tidaklah semudah yang dibayangkan. Berpisah lalu hidup tenang. Tidak selamanya perceraian membuat kehidupan menjadi bahagia. Bisa jadi justru sebaliknya, lebih hancur. Banyak masalah-masalah di kemudian hari yang berbuntut panjang. Mulai anak, harta gono-gini sampai hubungan antar-keluarga yang ikut tidak harmonis. Jadi, pikirkan kembali jika ingin mengambil keputusan ini. Selain jujur, Anda juga harus mengedepankan rasio. Perempuan biasanya memang lebih banyak menggunakan perasaan, namun untuk soal seberat ini jangan hanya perasaan. Pertimbangkan benar, apa dampaknya bagi Anda dan keluarga jika perceraian itu benar-benar terjadi.
11. Banyak berdoa
Banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa dapat membantu permasalahan Anda. Mintalah petunjuk dari-Nya. Dengan semakin bertekun dan mendekat kan diri, insya Allah doa Anda akan terjawab
12. Buka lembaran baru
Jika Anda dan suami akhirnya bisa kembali rukun, maka Anda harus siap membuka lembaran baru bersama suami. Jangan pernah mengungkit-ungkit persoalan dan penyebab Anda berdua pernah berniat untuk bercerai. Sekali Anda mengungkit-ungkit, bisa jadi Anda akhirnya akan benar-benar bercerai. Yang paling penting adalah saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.
Bagaimana Cara Menghindari Perceraian
Bagaimana Cara Menghindari Perceraian ? Bagi para pasangan suami istri pasti mereka mengaharapkan sebuah kebahagiaan dalam membina sebuah rumah tangga dan tidak ingin jalinan rumah tangga nya terputus lalu mereka bercerai. Pasangan suami istri pasti mengharapkan kebahagiaan dalam membina rumah tangga sampai akhir hayatnya.
Namun apabila tiba-tiba ada suatu masalah besar menerpa pasangan suami istri dan berniat untuk melakukan perceraian, kita mempunyai beberapa tips untuk menghindari hal tersebut:
1. Cari sumbernya
Bisa jadi, selama ini Anda dan suami tidak menyadari ada persoalan di dalam rumahtangga Anda. Tiba-tiba, muncul kata “cerai” di dalam rumahtangga Anda. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengurai dan mencari solusi adalah dengan mencari tahu sebabnya. Bisa jadi, penyebabnya cuma masalah sepele yang sebetulnya bisa diselesaikan asal kedua pihak sama-sama mau mengalah. Tapi, bisa jadi persoalannya memang sangat berat, sehingga tak ada kata lain selain berpisah. Apa pun penyebabnya, mencari tahu penyebab adalah langkah yang harus dilakukan. Pasalnya, dari sinilah keputusan apakah benar-benar akan bercerai atau tidak dimulai.
2. Intropeksi
Bila Anda sudah mengetahui penyebab kenapa Anda atau suami ingin bercerai, cobalah untuk berintropeksi. Ini yang seringkali sulit dilakukan. Pasalnya, masing-masing pasangan pasti merasa dirinyalah yang benar. Mereka tak bakal bisa menerima kenyataan bahwa merekalah pangkal sebab munculnya niat cerai. Mungkin, Anda malu mengakui secara jujur kekurangan Anda, tapi cobalah menjawab dengan jujur pada diri sendiri bahwa yang dikatakan pasangan Anda ada benarnya. Mumpung masih ada waktu, kenapa tak Anda coba perbaiki dari sekarang? Tentu, suami pun harus melakukan hal serupa. Bisa jadi, ialah yang membuat perkawinan menjadi goyah dan tak harmonis lagi.
3. Jangan memperbesar masalah
Jika Anda dan suami sudah tahu sumber keributan dan konflik dalam rumahtangga, sebaiknya jangan memperbesar masalah. Juga, jangan mencari masalah baru. Pasalnya, ini justru akan memperkeruh suasana. Bila Anda menyadari kekurangan yang ada, tak ada salahnya meminta maaf. Tidak perlu malu dan berusaha menjadi istri yang baik seperti yang diharapkan suami. Cobalah untuk mencari solusi sebaik-baiknya.
4. Pisah sementara waktu
Meski sepertinya sangat tak enak, cara ini bisa menjadi jalan terbaik untuk menghindari perceraian. Pisah untuk sementara waktu akan membantu suami-istri untuk menenteramkan diri sekaligus menilai, keputusan apa yang sebaiknya ditempuh. Kenapa harus pisah rumah? Pasalnya, dua hati yang sama-sama sedang panas, sebaiknya tak bertemu setiap hari. Jika setiap hari bertemu, yang terjadi bukan membaik, malah justru bakal semakin panas. Bisa-bisa ribut terus dan tidak ada titik temu. Yang dibahas setiap hari pasti akan balik ke masalah yang itu-itu saja. Anda bisa misalnya “mengungsi” dulu ke rumah orang tua, sementara suami pindah dulu sementara ke rumah orang tuanya. Pisah rumah akan membantu mendinginkan hati yang sedang memanas, sehingga Anda dan suami dapat berpikir jernih.
5. Komunikasi
Apapun,komunikasi merupakan fondasi sebuah hubungan, termasuk hubungan dalam perkawinan. Tanpa komunikasi, hubungan tak bakal bisa bertahan. Jadi, seberat apapun situasi yang tengah Anda hadapi, sebaiknya tetap lakukan komunikasi dengan pasangan. Bahkan setelah Anda dan suami sama-sama hidup terpisah, cobalah untuk tetap berkomunikasi. Coba diskusikan bersama, langkah terbaik apa yang bisa Anda berdua lakukan untuk menghindari perceraian, untuk mempertahankan mahligai rumahtangga. Tak mudah memang, tapi jika Anda berdua sudah berpisah untuk sementara waktu, situasi panas barangkali sudah lewat, sehingga Anda berdua sudah siap untuk berkomunikasi. Jangan merasa malu atau gengsi untuk saling menghubungi.
6. Libatkan keluarga
Jika kenyataannya, pasangan sudah tidak dapat diajak berkomunikasi atau selalu berusaha menghindar, cobalah libatkan anggota keluarga yang memang dekat dengannya. Orang tua, kakak atau pamannya misalnya. Pokoknya, siapa saja yang Anda rasa bisa Anda ajak berbicara. Tentu, Anda jangan pernah menutupi akar permasalahan yang ada kepada mereka, tetapi berterus teranglah. Katakan juga, apa sebetulnya kekurangan Anda maupun kekurangan suami. Siapa tahu, mediator ini dapat melunakkan hati Anda dan pasangan, sekaligus mencarikan solusi untuk kembali bersatu.
Perceraian tentu tak diinginkan pasangan suami-istri mana pun. Namun, seringkali hubungan suami-isri sedemikian memburuk, sehingga terlintas di benak untuk bercerai saja.
Nah, jika Anda dan pasangan tengah di ambang pintu perceraian, jangan buru-buru memutuskan berpisah. Pikirkan kembali, jangan-jangan yang Anda rasakan hanya emosi semata. Berikut, 12 jurus yang bisa membantu Anda menghindari perceraian.
7. Cari teman curhat
Menghadapi perceraian tentu akan membuat pikiran runyam, pekerjaan terbengkalai dan bingung harus berbuat apa. Nah, kondisi tidak nyaman ini bisa Anda atasi bila Anda bisa berbagi dengan orang terdekat, sahabat misalnya. Dengan berbagi, beban pikiran Anda akan terasa lebih ringan. Yang harus dicermati, jangan mencari teman curhat yang lawan jenis. Carilah teman curhat sesama jenis. Pasalnya, bila Anda bercerita, mengungkapkan uneg-uneg Anda pada teman pria, belum tentu sepenuhnya ia akan mendukung Anda untuk kembali bersatu dengan suami. Bisa jadi ia malah menggoda Anda, dan jika Anda akhirnya benar-benar tergoda, yang muncul akhirnya malah masalah baru.
8. Ingat anak
Anak biasanya menjadi senjata terampuh untuk meredam konflik antara suami-istri. Jadi, bila ternyata antara Anda dan suami sama sama menginginkan perceraian, cobalah ingat anak-anak Anda, buah cinta kasih Anda dan suami. Ingatlah bahwa mereka masih sangat membutuhkan Anda dan suami. Apakah mereka harus menjadi korban perceraian karena keegoisan orang tuanya? Lantas, setelah Anda bercerai, kemana dan kepada siapa mereka harus ikut, Anda atau suami? Jika Anda menyayangi mereka, pikirkan kembali keputusan tersebut.
9. Singkirkan ego
Jika Anda memang masih menginginkan keutuhan rumahtangga, segera buang jauh-jauh ego yang ada dalam diri Anda. Jangan merasa diri selalu benar dan sealu menyudutkan pasangan, begitu pula sebaiknya. Sadarilah bahwa apa yang terajadi sekarang adalah kesalahan Anda dan suami. Kalaupun selama ini ada sakit hati yang terselip, cobalah untuk saling memberi maaf.
10. Jujur pada diri sendiri
Jujurlah pada diri sendiri, apakah Anda sudah siap mental untuk berpisah selamanya dengan suami? Perceraian tidaklah semudah yang dibayangkan. Berpisah lalu hidup tenang. Tidak selamanya perceraian membuat kehidupan menjadi bahagia. Bisa jadi justru sebaliknya, lebih hancur. Banyak masalah-masalah di kemudian hari yang berbuntut panjang. Mulai anak, harta gono-gini sampai hubungan antar-keluarga yang ikut tidak harmonis. Jadi, pikirkan kembali jika ingin mengambil keputusan ini. Selain jujur, Anda juga harus mengedepankan rasio. Perempuan biasanya memang lebih banyak menggunakan perasaan, namun untuk soal seberat ini jangan hanya perasaan. Pertimbangkan benar, apa dampaknya bagi Anda dan keluarga jika perceraian itu benar-benar terjadi.
11. Banyak berdoa
Banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa dapat membantu permasalahan Anda. Mintalah petunjuk dari-Nya. Dengan semakin bertekun dan mendekat kan diri, insya Allah doa Anda akan terjawab
12. Buka lembaran baru
Jika Anda dan suami akhirnya bisa kembali rukun, maka Anda harus siap membuka lembaran baru bersama suami. Jangan pernah mengungkit-ungkit persoalan dan penyebab Anda berdua pernah berniat untuk bercerai. Sekali Anda mengungkit-ungkit, bisa jadi Anda akhirnya akan benar-benar bercerai. Yang paling penting adalah saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.
Sunday, February 22, 2009
WEEKLY MARKET RECAP, WEEK AHEAD, AND SCHEDULE
WEEKLY MARKET RECAP, WEEK AHEAD, AND SCHEDULE
22 February 2009
Sunday
The euro depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the single currency tested bids around the $1.2510 level and was capped around the $1.2825 level. The pair lost about 230 pips last week. Eastern European meltdown jitters surfaced and western European banks’ exposures there dominated. Obama signed the US$ 787 stimulus bill and talk lingers his administration may nationalize some U.S. banks. Credit default swaps widened globally.
ECB’s Trichet would not rule out “non-standard action.” Tumpel-Gugerell said the ECB is revising its 2009 and 2010 forecasts. Stark called for “gradualism” in monetary policy. The European Commission criticized six countries, including France , for large budget deficits. Germany reported a “cloudy economic outlook” and passed a €50 billion stimulus.
Data released in the U.S. last week saw the February New York State Empire Index fall to -34.65; December net long-term TICS capital flows grew to US$ 34.8 billion; January housing starts were off 16.8%; January building permits were off 4.8%; January industrial production fell to 101.3 with capacity utilization lower at 72.0%; the January import price index improved to -1.1%; January headline PPI was up 0.8% m/m with core PPI up 0.4% m/m and 4.2% y/y; weekly initial jobless claims were steady at 627,000 with continuing jobless claims higher at a 42-year high; the Philadelphia Fed’s manufacturing survey printed at -41.3; the U.S. January leading index gained 0.4%; and January core CPI was up 0.3% m/m and 1.7% y/y.
Data released in the eurozone last week saw the EMU-15 trade balance print at -€700 million; the German February ZEW economic sentiment index improved to -5.8; and EMU-16 manufacturing PMI fell to 33.6 in January with PMI services lower at 38.9.
Technical Outlook
Last week’s high (1) was below the 76.4% retracement of the 1.2328-1.4718 range and last week’s low (2) was neared multi-month lows. The 1.2892/ 1.2927/ 1.3204/ 1.3359/ 1.3597/ 1.3745 levels represent upside resistance targets while the 1.2548/ 1.2328 levels represent downside support targets.
¥/ CNY
The yen depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the ¥94.45 level and was supported around the ¥91.40 level. The pair gained about 225 pips last week. The Nikkei 225 stock index lost 1.87% on Friday to close at ¥7,416.38. Finance minister Nakagawa resigned after an embarrassing G7 speech and Yosano is assuming his helm. Japan may be planning an additional ¥20 trillion stimulus. PM Aso’s favourable approval ratings are below 10%. The government downgraded its economic assessment for the fifth consecutive month, noting the economy is “worsening rapidly while in a severe situation.” The government may compile its fourth stimulus package since August.
Data released in Japan this week saw Q4 GDP off 3.3% q/q; December revised industrial output was off 9.8% m/m; January total machinery orders were off 48.4% m/m and 84.1% y/y; and the 2008 current account surplus was around US$ 440 billion.
Last week’s high (1) was below the 38.2% retracement of the 110.64-87.10 range and last week’s low (2) was below the 23.6% retracement of the same range. Upside resistance targets remain the 96.10/ 97.53/ 98.43/ 101.65 levels while downside support targets remain the 92.66/ 88.88/ 87.10/ 84.20 levels.
The Chinese yuan appreciated vis-à-vis the U.S. dollar as the greenback closed at CNY 6.8367 in the over-the-counter market, down from CNY 6.8392. The G7 praised China ’s “fiscal measures and continued commitment to move to a more flexible exchange rate.” A government official said USD/CNY may reach 6.95 to 7.00.
Data released in China last week saw January foreign direct investment off 32.6% to US$ 7.54 billion.
₤
The British pound depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as cable tested bids around the US$ 1.4090 level and was capped around the $1.4445 level. The pair lost about 50 pips last week. The G7 did not discuss sterling. MPC’s Bean said sterling’s weakness may be helping the current account deficit. BoE chief King said the MPC wants to expand the money supply by purchasing government and other securities through its Asset Purchase Facility. MPC’s Besley said the BoE has “unfinished business.” Outgoing BoE #2 Gieve expects quantitative easing soon to stave off a possible 10-year depression.
Data released in the U.K. last week saw Rightmove February asking house prices were off 9.1% y/y; January CPI was off 0.7% m/m and up 3.0% y/y with core off 0.8% m/m and up 1.3% y/y; the January DCLG house price index fell 10.2; the CBI February industrial output balance fell to -44; January average pay rose 1.9% y/y; M4 money supply growth expanded 17.5% y/y; January public sector net borrowing fell to -₤3.3 billion; January retail sales climbed 0.7% m/m and 3.6% y/y; and 2008 home repossessions reached a twelve-year high.
Last week’s high (1) was below the 23.6% retracement of the 2.0156-1.3501 range and last week’s low (2) was near a multi-decade low. Upside resistance targets include the 1.4720/ 1.5071/ 1.5475/ 1.6043 levels while downside support targets include the 1.3682/ 1.3501/ 1.2810 levels.
CHF
The Swiss franc depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the CHF 1.1885 level and was supported around the CHF 1.1580 level. The pair gained about 185 pips last week. The franc lost ground on UBS’s provision of information on U.S. investors who held unknown accounts outside of the U.S.
Data released in Switzerland last week saw December retail sales climb 3.6% y/y and the January trade balance reached CHF 2.03 billion.
Last week’s high (1) was above the 76.4% retracement of the 1.2298-1.0371 range and last week’s low (2) was right around the 61.8% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 1.1843/ 1.2298 levels while downside support targets include the 1.1672/ 1.1562/ 1.1424/ 1.1285 levels.
CAD
The Canadian dollar depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the C$ 1.2670 level and was supported around the C$ 1.2390 level. The pair gained about 260 pips last week.
Data released in Canada last week saw December manufacturing shipments off 8%; December wholesale sales were off 3.4%; January leading indicators fell to -0.8%; and January consumer prices climbed to -0.3% m/m and 1.1% y/y.
Last week’s high (1) was near multi-month highs and last week’s low (2) was above the 23.6% retracement of the 0.9818-1.3006 range. Upside resistance targets include the 1.2673/ 1.2752 levels while downside support targets include the 1.2254/ 1.2053/ 1.1788/ 1.1412 levels.
AUD
The Australian dollar depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the Aussie tested bids around the US$ 0.6330 level and was capped around the US$ 0.6540 level. The pair lost about 170 pips last week.
Data released in Australia last week saw December personal finance up 4.1% m/m; January merchandise imports were off 14% m/m at A$ 17.26 billion; Q4 retail sales were up 0.8% q/q; the December leading economic index was off an annualized 1.2%;
Technical Outlook
Last week’s high (1) was below the 50.0% retracement of the 0.6007-0.7266 range and last week’s low (2) was right around the 76.4% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 0.6488/ 0.6637/ 0.6785/ 0.6914/ 0.6969/ 0.7262 levels while downside support targets include the 0.6305/ 0.6007 levels.
SCHEDULE
Sunday, 22 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A
Monday, 23 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A Japan February small business confidence (24.8)
N/A Germany January wholesale price index (-3.0% m/m)
N/A Germany January wholesale price index (-3.3% y/y)
N/A UK February Nationwide house prices (-1.3% m/m)
N/A UK February Nationwide house prices (-16.6% y/y)
0500 Japan January supermarket sales (-2.8% y/y)
0800 CH January M3 money supply (2.4% y/y)
0900 Italy January consumer price inflation
1330 Canada December retail sales (-2.4% m/m)
1330 Canada December retail sales, ex-autos (-2.3% m/m)
1740 US Atlanta Federal Reserve President Lockhart speaks
2350 Japan Bank of Japan Policy Board meeting minutes
2350 Japan January corporate service prices (-2.5% y/y)
Tuesday, 24 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0030 Australia January balance of payments imports (-2.0% m/m)
0745 France February consumer confidence (-41)
0745 France January consumer spending (-0.9% m/m)
0745 France January consumer spending (-1.7% y/y)
0745 France January housing starts (-16.0%)
0745 France January housing permits (-11.1%)
0815 CH Q4 employment level (3.956 million)
0830 Italy February consumer confidence
0900 Eurozone December current account (-€16.0 billion)
0900 Germany February Ifo, business climate (83)
0900 Germany February Ifo, current assessment (86.8)
0900 Germany February Ifo, expectations (79.4)
0900 CH January UBS consumption indicator (1.15)
0930 UK Q4 total business investment (-1.3% q/q)
0930 UK Q4 total business investment (-0.1% y/y)
0930 UK January BBA loans for house purchase
1000 Eurozone December industrial new orders (-4.5% m/m)
1000 Eurozone December industrial new orders (-26.2% y/y)
1400 US Q4 S&P/ Case-Shiller home price index
1500 US Federal Reserve Chairman testifies before Senate
1500 US February consumer confidence (37.7)
1500 US December house price index (-1.8% m/m)
1500 US Q4 house price purchase index (-1.8% q/q)
1500 US February Richmond Fed manufacturing index (-49)
2145 NZ Q1 RBNZ 2-yea inflation expectation (2.7%)
2350 Japan January merchandise trade balance (-¥320.7 billion)
Wednesday, 25 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0030 Australia Q4 construction work done (4.4%)
0030 Australia Q4 wage cost index (0.9% q/q)
0030 Australia Q4 wage cost index (4.1% y/y)
0700 Germany Q4 gross domestic product (-0.5% q/q)
0700 Germany Q4 gross domestic product (-1.7% y/y)
0830 Italy February business confidence (65.5)
0900 Italy December retail sales (-0.2% m/m)
0900 Italy December retail sales (-3.0% y/y)
0930 UK Q4 gross domestic product (-1.5% q/q)
0930 UK Q4 gross domestic product (-1.8% y/y)
1200 US MBA mortgage applications
1500 US January existing home sales (4.74 million)
1500 US January existing home sales (6.5% m/m)
2145 NZ January trade balance (-NZ$ 347 million)
2300 Australia December leading index (-1.0%)
2350 Japan Foreign purchases of Japanese equities and bonds
2350 Japan Japanese purchase of foreign equities and bonds
Thursday, 26 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A Germany February consumer price index
0030 Australia Q4 private capital expenditure (0.6%)
0200 NZ February NBNZ business confidence
0200 NZ January M3 money supply (6.3% y/y)
0700 Germany January ILO unemployment rate (7.2%)
0710 Germany March GfK consumer confidence (2.2)
0855 Germany February unemployment change (56,000)
0855 Germany February unemployment rate (8.5%)
0900 Eurozone January M3 money supply (7.3% y/y)
1000 Eurozone February economic confidence (68.9)
1000 Eurozone February consumer confidence (-31)
1000 Eurozone February climate indicator (-3.16)
1000 Eurozone February industrial confidence (-34)
1000 Eurozone February services confidence (-22)
1330 US January durable goods orders (-2.6%)
1330 US January durable goods orders, ex-transportation (-3.6%)
1330 US Weekly initial jobless claims
1330 US Continuing jobless claims
1330 Canada Q4 current account
1500 US January new home sales (331,000)
1550 US January new home sales (-14.7% m/m)
2145 NZ January building permits (-6.0% m/m)
2315 Japan February PMI, manufacturing (29.6)
2330 Japan January jobless rate (4.4%)
2330 Japan January household spending (-4.6% y/y)
2330 Japan February Tokyo CPI (0.5% y/y)
2330 Japan February Tokyo CPI, ex-food and energy (-0.3% y/y)
2330 Japan January national consumer price index (0.4% y/y)
2330 Japan January national CPI, ex-food and energy (0.0% y/y)
2350 Japan January retail trade (-1.9% m/m)
2350 Japan January retail trade (-2.7% y/y)
2350 Japan January industrial production (-9.8% m/m)
2350 Japan January industrial production (-20.8% y/y)
2350 Japan January large retailers’ sales (-6.2%)
Friday, 27 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0001 UK February GfK consumer confidence survey (-37)
0030 Australia January private sector credit (-0.3% m/m)
0500 Japan January housing starts (-5.8% y/y)
0500 Japan January housing starts, annualized (1.001 million)
0500 Japan January construction orders (-27.3% y/y)
0830 Italy February services survey
1000 Eurozone January consumer price index (-0.1% m/m)
1000 Eurozone January consumer price index (1.6% y/y)
1000 Eurozone January consumer price index (1.8% y/y)
1000 Eurozone January unemployment rate (8.0%)
1030 CH February KOF leading indicator (-0.87)
1330 Canada Q4 current account (C$5.6 billion)
1330 Canada January raw materials price index
1330 Canada January industrial product prices
1330 US Q4 gross domestic product, annualized (-3.8%)
1330 US Q4 personal consumption expenditure, core (0.6% q/q)
1330 US Q4 GDP price index (-0.1%)
1445 US February Chicago PMI (33.3)
1500 US February University of Michigan consumer sentiment (56.2)
1500 US San Francisco Federal Reserve President speaks
1500 US St. Louis Federal Reserve President Bullard speaks
DISCLAIMER: GCI’s Weekly Market Recap and Week Ahead is provided for informational purposes only. The information contained in these reports is gathered from reputable news sources and is not intended to be used as investment advice. GCI assumes no responsibility or liability from gains or losses incurred by the information herein contained. Forex trading involves a high degree of risk and may not be suitable for all investors.
22 February 2009
Sunday
The euro depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the single currency tested bids around the $1.2510 level and was capped around the $1.2825 level. The pair lost about 230 pips last week. Eastern European meltdown jitters surfaced and western European banks’ exposures there dominated. Obama signed the US$ 787 stimulus bill and talk lingers his administration may nationalize some U.S. banks. Credit default swaps widened globally.
ECB’s Trichet would not rule out “non-standard action.” Tumpel-Gugerell said the ECB is revising its 2009 and 2010 forecasts. Stark called for “gradualism” in monetary policy. The European Commission criticized six countries, including France , for large budget deficits. Germany reported a “cloudy economic outlook” and passed a €50 billion stimulus.
Data released in the U.S. last week saw the February New York State Empire Index fall to -34.65; December net long-term TICS capital flows grew to US$ 34.8 billion; January housing starts were off 16.8%; January building permits were off 4.8%; January industrial production fell to 101.3 with capacity utilization lower at 72.0%; the January import price index improved to -1.1%; January headline PPI was up 0.8% m/m with core PPI up 0.4% m/m and 4.2% y/y; weekly initial jobless claims were steady at 627,000 with continuing jobless claims higher at a 42-year high; the Philadelphia Fed’s manufacturing survey printed at -41.3; the U.S. January leading index gained 0.4%; and January core CPI was up 0.3% m/m and 1.7% y/y.
Data released in the eurozone last week saw the EMU-15 trade balance print at -€700 million; the German February ZEW economic sentiment index improved to -5.8; and EMU-16 manufacturing PMI fell to 33.6 in January with PMI services lower at 38.9.
Technical Outlook
Last week’s high (1) was below the 76.4% retracement of the 1.2328-1.4718 range and last week’s low (2) was neared multi-month lows. The 1.2892/ 1.2927/ 1.3204/ 1.3359/ 1.3597/ 1.3745 levels represent upside resistance targets while the 1.2548/ 1.2328 levels represent downside support targets.
¥/ CNY
The yen depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the ¥94.45 level and was supported around the ¥91.40 level. The pair gained about 225 pips last week. The Nikkei 225 stock index lost 1.87% on Friday to close at ¥7,416.38. Finance minister Nakagawa resigned after an embarrassing G7 speech and Yosano is assuming his helm. Japan may be planning an additional ¥20 trillion stimulus. PM Aso’s favourable approval ratings are below 10%. The government downgraded its economic assessment for the fifth consecutive month, noting the economy is “worsening rapidly while in a severe situation.” The government may compile its fourth stimulus package since August.
Data released in Japan this week saw Q4 GDP off 3.3% q/q; December revised industrial output was off 9.8% m/m; January total machinery orders were off 48.4% m/m and 84.1% y/y; and the 2008 current account surplus was around US$ 440 billion.
Last week’s high (1) was below the 38.2% retracement of the 110.64-87.10 range and last week’s low (2) was below the 23.6% retracement of the same range. Upside resistance targets remain the 96.10/ 97.53/ 98.43/ 101.65 levels while downside support targets remain the 92.66/ 88.88/ 87.10/ 84.20 levels.
The Chinese yuan appreciated vis-à-vis the U.S. dollar as the greenback closed at CNY 6.8367 in the over-the-counter market, down from CNY 6.8392. The G7 praised China ’s “fiscal measures and continued commitment to move to a more flexible exchange rate.” A government official said USD/CNY may reach 6.95 to 7.00.
Data released in China last week saw January foreign direct investment off 32.6% to US$ 7.54 billion.
₤
The British pound depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as cable tested bids around the US$ 1.4090 level and was capped around the $1.4445 level. The pair lost about 50 pips last week. The G7 did not discuss sterling. MPC’s Bean said sterling’s weakness may be helping the current account deficit. BoE chief King said the MPC wants to expand the money supply by purchasing government and other securities through its Asset Purchase Facility. MPC’s Besley said the BoE has “unfinished business.” Outgoing BoE #2 Gieve expects quantitative easing soon to stave off a possible 10-year depression.
Data released in the U.K. last week saw Rightmove February asking house prices were off 9.1% y/y; January CPI was off 0.7% m/m and up 3.0% y/y with core off 0.8% m/m and up 1.3% y/y; the January DCLG house price index fell 10.2; the CBI February industrial output balance fell to -44; January average pay rose 1.9% y/y; M4 money supply growth expanded 17.5% y/y; January public sector net borrowing fell to -₤3.3 billion; January retail sales climbed 0.7% m/m and 3.6% y/y; and 2008 home repossessions reached a twelve-year high.
Last week’s high (1) was below the 23.6% retracement of the 2.0156-1.3501 range and last week’s low (2) was near a multi-decade low. Upside resistance targets include the 1.4720/ 1.5071/ 1.5475/ 1.6043 levels while downside support targets include the 1.3682/ 1.3501/ 1.2810 levels.
CHF
The Swiss franc depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the CHF 1.1885 level and was supported around the CHF 1.1580 level. The pair gained about 185 pips last week. The franc lost ground on UBS’s provision of information on U.S. investors who held unknown accounts outside of the U.S.
Data released in Switzerland last week saw December retail sales climb 3.6% y/y and the January trade balance reached CHF 2.03 billion.
Last week’s high (1) was above the 76.4% retracement of the 1.2298-1.0371 range and last week’s low (2) was right around the 61.8% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 1.1843/ 1.2298 levels while downside support targets include the 1.1672/ 1.1562/ 1.1424/ 1.1285 levels.
CAD
The Canadian dollar depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the C$ 1.2670 level and was supported around the C$ 1.2390 level. The pair gained about 260 pips last week.
Data released in Canada last week saw December manufacturing shipments off 8%; December wholesale sales were off 3.4%; January leading indicators fell to -0.8%; and January consumer prices climbed to -0.3% m/m and 1.1% y/y.
Last week’s high (1) was near multi-month highs and last week’s low (2) was above the 23.6% retracement of the 0.9818-1.3006 range. Upside resistance targets include the 1.2673/ 1.2752 levels while downside support targets include the 1.2254/ 1.2053/ 1.1788/ 1.1412 levels.
AUD
The Australian dollar depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the Aussie tested bids around the US$ 0.6330 level and was capped around the US$ 0.6540 level. The pair lost about 170 pips last week.
Data released in Australia last week saw December personal finance up 4.1% m/m; January merchandise imports were off 14% m/m at A$ 17.26 billion; Q4 retail sales were up 0.8% q/q; the December leading economic index was off an annualized 1.2%;
Technical Outlook
Last week’s high (1) was below the 50.0% retracement of the 0.6007-0.7266 range and last week’s low (2) was right around the 76.4% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 0.6488/ 0.6637/ 0.6785/ 0.6914/ 0.6969/ 0.7262 levels while downside support targets include the 0.6305/ 0.6007 levels.
SCHEDULE
Sunday, 22 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A
Monday, 23 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A Japan February small business confidence (24.8)
N/A Germany January wholesale price index (-3.0% m/m)
N/A Germany January wholesale price index (-3.3% y/y)
N/A UK February Nationwide house prices (-1.3% m/m)
N/A UK February Nationwide house prices (-16.6% y/y)
0500 Japan January supermarket sales (-2.8% y/y)
0800 CH January M3 money supply (2.4% y/y)
0900 Italy January consumer price inflation
1330 Canada December retail sales (-2.4% m/m)
1330 Canada December retail sales, ex-autos (-2.3% m/m)
1740 US Atlanta Federal Reserve President Lockhart speaks
2350 Japan Bank of Japan Policy Board meeting minutes
2350 Japan January corporate service prices (-2.5% y/y)
Tuesday, 24 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0030 Australia January balance of payments imports (-2.0% m/m)
0745 France February consumer confidence (-41)
0745 France January consumer spending (-0.9% m/m)
0745 France January consumer spending (-1.7% y/y)
0745 France January housing starts (-16.0%)
0745 France January housing permits (-11.1%)
0815 CH Q4 employment level (3.956 million)
0830 Italy February consumer confidence
0900 Eurozone December current account (-€16.0 billion)
0900 Germany February Ifo, business climate (83)
0900 Germany February Ifo, current assessment (86.8)
0900 Germany February Ifo, expectations (79.4)
0900 CH January UBS consumption indicator (1.15)
0930 UK Q4 total business investment (-1.3% q/q)
0930 UK Q4 total business investment (-0.1% y/y)
0930 UK January BBA loans for house purchase
1000 Eurozone December industrial new orders (-4.5% m/m)
1000 Eurozone December industrial new orders (-26.2% y/y)
1400 US Q4 S&P/ Case-Shiller home price index
1500 US Federal Reserve Chairman testifies before Senate
1500 US February consumer confidence (37.7)
1500 US December house price index (-1.8% m/m)
1500 US Q4 house price purchase index (-1.8% q/q)
1500 US February Richmond Fed manufacturing index (-49)
2145 NZ Q1 RBNZ 2-yea inflation expectation (2.7%)
2350 Japan January merchandise trade balance (-¥320.7 billion)
Wednesday, 25 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0030 Australia Q4 construction work done (4.4%)
0030 Australia Q4 wage cost index (0.9% q/q)
0030 Australia Q4 wage cost index (4.1% y/y)
0700 Germany Q4 gross domestic product (-0.5% q/q)
0700 Germany Q4 gross domestic product (-1.7% y/y)
0830 Italy February business confidence (65.5)
0900 Italy December retail sales (-0.2% m/m)
0900 Italy December retail sales (-3.0% y/y)
0930 UK Q4 gross domestic product (-1.5% q/q)
0930 UK Q4 gross domestic product (-1.8% y/y)
1200 US MBA mortgage applications
1500 US January existing home sales (4.74 million)
1500 US January existing home sales (6.5% m/m)
2145 NZ January trade balance (-NZ$ 347 million)
2300 Australia December leading index (-1.0%)
2350 Japan Foreign purchases of Japanese equities and bonds
2350 Japan Japanese purchase of foreign equities and bonds
Thursday, 26 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A Germany February consumer price index
0030 Australia Q4 private capital expenditure (0.6%)
0200 NZ February NBNZ business confidence
0200 NZ January M3 money supply (6.3% y/y)
0700 Germany January ILO unemployment rate (7.2%)
0710 Germany March GfK consumer confidence (2.2)
0855 Germany February unemployment change (56,000)
0855 Germany February unemployment rate (8.5%)
0900 Eurozone January M3 money supply (7.3% y/y)
1000 Eurozone February economic confidence (68.9)
1000 Eurozone February consumer confidence (-31)
1000 Eurozone February climate indicator (-3.16)
1000 Eurozone February industrial confidence (-34)
1000 Eurozone February services confidence (-22)
1330 US January durable goods orders (-2.6%)
1330 US January durable goods orders, ex-transportation (-3.6%)
1330 US Weekly initial jobless claims
1330 US Continuing jobless claims
1330 Canada Q4 current account
1500 US January new home sales (331,000)
1550 US January new home sales (-14.7% m/m)
2145 NZ January building permits (-6.0% m/m)
2315 Japan February PMI, manufacturing (29.6)
2330 Japan January jobless rate (4.4%)
2330 Japan January household spending (-4.6% y/y)
2330 Japan February Tokyo CPI (0.5% y/y)
2330 Japan February Tokyo CPI, ex-food and energy (-0.3% y/y)
2330 Japan January national consumer price index (0.4% y/y)
2330 Japan January national CPI, ex-food and energy (0.0% y/y)
2350 Japan January retail trade (-1.9% m/m)
2350 Japan January retail trade (-2.7% y/y)
2350 Japan January industrial production (-9.8% m/m)
2350 Japan January industrial production (-20.8% y/y)
2350 Japan January large retailers’ sales (-6.2%)
Friday, 27 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0001 UK February GfK consumer confidence survey (-37)
0030 Australia January private sector credit (-0.3% m/m)
0500 Japan January housing starts (-5.8% y/y)
0500 Japan January housing starts, annualized (1.001 million)
0500 Japan January construction orders (-27.3% y/y)
0830 Italy February services survey
1000 Eurozone January consumer price index (-0.1% m/m)
1000 Eurozone January consumer price index (1.6% y/y)
1000 Eurozone January consumer price index (1.8% y/y)
1000 Eurozone January unemployment rate (8.0%)
1030 CH February KOF leading indicator (-0.87)
1330 Canada Q4 current account (C$5.6 billion)
1330 Canada January raw materials price index
1330 Canada January industrial product prices
1330 US Q4 gross domestic product, annualized (-3.8%)
1330 US Q4 personal consumption expenditure, core (0.6% q/q)
1330 US Q4 GDP price index (-0.1%)
1445 US February Chicago PMI (33.3)
1500 US February University of Michigan consumer sentiment (56.2)
1500 US San Francisco Federal Reserve President speaks
1500 US St. Louis Federal Reserve President Bullard speaks
DISCLAIMER: GCI’s Weekly Market Recap and Week Ahead is provided for informational purposes only. The information contained in these reports is gathered from reputable news sources and is not intended to be used as investment advice. GCI assumes no responsibility or liability from gains or losses incurred by the information herein contained. Forex trading involves a high degree of risk and may not be suitable for all investors.
Monday, February 16, 2009
CURRENCY WEEKLY MARKET RECAP, WEEK AHEAD, AND SCHEDULE
WEEKLY MARKET RECAP, WEEK AHEAD, AND SCHEDULE
Sunday 15 February 2009
€
The euro depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the single currency tested bids around the $1.2720 level and was capped around the $1.3095 level. The pair loat about 80 pips last week. The House passed a US$ 789 billion fiscal stimulus. Chicago Fed’s Evans wants to see more plans enacted before the Fed purchases long-term Treasuries. Geithner unveiled a plan to remove US$ 500 billion in bad assets from banks’ balance sheets and said the Fed may purchase up to US$ 1 trillion in asset-backed securities. Geithner also said mortgage relief could amount to US$ 50 billion. G7 officials meet in Roma this weekend and may discuss exchange rates. Congress is trying to finalize the US$ 789 billion fiscal stimulus.
ECB’s Ordonez is eyeing a 50bps cut in March and ECB’s Quaden said rates can go below two per cent. Europe inched closer to a “bad bank(s).” Eurogroup’s Juncker called for more cohesion among member countries. Germany ’s Bundestag passed another €50 billion in stimulus. ECB’s Bini-Smaghi said some of Europe may see an “L”-shaped recovery. ECB’s Liikanen, Papademos, and Tumpell-Gugerell noted rates may need to come down further.
Data released in the U.S. last week saw the December trade deficit decline to a six-year low at –US$ 39.9 billion with the 2008 total at –US$ 677.1 billion; the University of Michigan consumer sentiment index improved to 56.2; January retail sales were up 1.0% m/m and 0.9%; weekly initial jobless claims were off 8,000 to 623,000; December business inventories were off 1.3%; and single-family home prices fell 12.4% y/y in Q4.
Data released in the eurozone last week saw the EMU-16 Ifo economic climate index decline to an all-time low; the December trade surplus narrow to €10.7 billion; EMU-15 Q4 GDP growth was off 1.5% q/q; German Q4 GDP growth 2.1% q/q; and December industrial production was off 2.6% m/m and 12.0% y/y.
.
Technical Outlook
Last week’s high (1) was just below the 38.2% retracement of the 1.4866-1.2328 range and last week’s low (2) was below the 23.6% retracement of the same range. The 1.2927/ 1.3204/ 1.3359/ 1.3597/ 1.3745/ 1.3896/ 1.4183 levels represent upside resistance targets while the 1.2548/ 1.2328 levels represent downside support targets.
¥/ CNY
The yen depreciated marginally vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the ¥92.40 level and was supported around the ¥90.10 level. The pair gained about 5 pips last week. The Nikkei 225 stock index gained 0.96% on Friday to close at ¥7,749.40. PM Aso is embattled and the LDP may lose its stronghold on Japanese politics for the first time in 50 years. Economy chief Yosano said more fiscal stimulus is possible. Finance chief Nakagawa called for “decisive” action against the strong yen and railed against “competition in currency devaluation.” BoJ’s Policy Board convenes this week and may increase asset purchases.
Data released in Japan this week saw preliminary December machine tool orders off 1.7% m/m and 84.4% y/y; January corporate bankruptcies were up 16%; January bank lending rose 3.7% y/y; the January Economy Watchers’ survey print at 17.1; January consumer confidence printed at 26.4; and January annualized wholesale inflation were off 0.2% y/y.
Last week’s high (1) was just below the 23.6% retracement of the 110.64-87.09 range and last week’s low (2) was near a multi-month low. Upside resistance targets remain the 92.65/ 95.55/ 98.43 levels while downside support targets remain the 88.88/ 87.09/ 84.20 levels.
The Chinese yuan depreciated vis-à-vis the U.S. dollar as the greenback closed at CNY 6.8392 in the over-the-counter market, up from CNY 6.8334. The government cited slowing consumer expectations and consumption.
Data released in China last week saw January exports decline 17.5% y/y with imports off 43.1%; January PPI was off 1.3% m/m; January CPI was up 1.0% y/y; January bank lending was up CNY 1.62 trillion; and January M2 money supply growth accelerated.
₤
The British pound depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as cable tested bids around the US$ 1.4135 level and was capped around the $1.4985 level. The pair lost about 435 pips last week. BoE boss King said the central bank may purchase gilts to boost the money supply and counter the “deep recession.” BoE now sees inflation at 0.5% in two years and a rapid decline in GDP growth this year. The quarterly inflation report was much more dovish than expected and a March cut remains likely. Quantitative easing is possible at the March MPC meeting. Brown railed against bankers’ bonuses. BoE launched an asset purchase facility last week with a ₤50 billion budget. FX chief Paul Fisher joins the MPC on 1 March.
Data released in the U.K. last week saw January jobless benefit claims reach their highest level in nearly one decade at 1.233 million with ILO unemployment at 6.3%; BRC like-for-like January sales were up 1.1% y/y; RICS reported the decline in house prices quickened in January; the U.K.’s global trade gap narrowed to ₤7.367 billion; and December construction orders were off 9% in the three months to December.
Last week’s high (1) was below the 23.6% retracement of the 2.0156-1.3501 range and last week’s low (2) was a multi-decade low. Upside resistance targets include the 1.4720/ 1.5071/ 1.5475/ 1.6043 levels while downside support targets include the 1.3682/ 1.3501/ 1.2810 levels.
CHF
The Swiss franc appreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested bids around the CHF 1.1500 level and was capped around the CHF 1.1780 level. The pair lost about 5 pips last week. The Swiss government proposed a second economic stimulus worth CHF 700 million.
Data released in Switzerland last week saw January headline CPI fall 0.1% with core inflation up 1.3%; January producer and import prices were off 0.8% n/n and 0.9% y/y; and Swiss consumer sentiment improved to -23 in January.
Last week’s high (1) was just above the 23.6% retracement of the 1.0010-1.2298 range and last week’s low (2) was above the 38.2% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 1.1672/ 1.1758/ 1.1843 levels while downside support targets include the 1.1562/ 1.1424/ 1.1285/ 1.1154/ 1.0972 levels.
CAD
The Canadian dollar depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the C$ 1.2545 level and was supported around the C$ 1.2125 level. The pair gained about 160 pips last week. Finance minister Flaherty said the loonie’s recent weakness will “make a difference going forward” in resolving the trade deficit. BoC chief Carney was criticized for being too optimistic in recent forecasts. BoC last month said the economy should contract 1.2% last month and expand 3.8% in 2010.
Data released in Canada last week saw the December trade deficit was –C$ 460 million, the largest deficit since March 1976; December new housing prices were off 0.1%; and December new home construction was off 11% to an annualized 153,500.
Last week’s high (1) was above the 23.6% retracement of the 0.9818-1.3006 range and last week’s low (2) was above the 38.2% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 1.2382/ 1.2462/ 1.2673/ 1.2752 levels while downside support targets include the 1.2235/ 1.2053/ 1.1788/ 1.1412 levels.
AUD
The Australian dollar depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the Aussie tested bids around the US$ 0.6430 level and was capped around the US$ 0.6850 level. The pair lost about 190 pips last week. RBA boss Stevens railed against asset bubbles. Parliament passed a A$42 billion fiscal stimulus.
Data released in Australia last week saw the January leading indicator of employment decline to -0.321, the fourteenth consecutive fall; December housing finance expanded 6.4% m/m; ANZ job advertisements fell 6.3% m/m in January; January business confidence fell to -32; January unemployment climbed to 4.8%; and the NAB quarterly business conditions survey was very weak.
Technical Outlook
Last week’s high (1) was above the 38.2% retracement of the 0.6007-0.7266 range and last week’s low (2) was below the 61.8% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 0.6637/0.6785/ 0.6914/ 0.6969/ 0.7262 levels while downside support targets include the 0.6488/ 0.6305/ 0.6007 levels.
SCHEDULE
Sunday, 15 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
2130 NZ January performance of services index
2145 NZ Q4 producer prices, inputs (3.7% q/q)
2145 NZ Q4 producer prices, outputs (2.8% q/q)
2350 Japan Q4 gross domestic product (-0.50% q/q)
2350 Japan Q4 gross domestic product, annualized (-1.80%)
2350 Japan Q4 gross domestic product deflator (-1.60% y/y)
Monday, 16 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A Japan January nationwide department store sales (-9.40% y/y)
N/A Germany January wholesale price index (-3.0% m/m)
N/A Germany January wholesale price index (-3.3% y/y)
0001 UK February Rightmove house prices (-1.90% m/m)
0001 UK February Rightmove house prices (-7.30% y/y)
0400 Australia Reserve Bank of Australia official Ryan speaks
0400 Japan January Tokyo-area condominium sales (-18.20% y/y)
0430 Japan December industrial production (-9.6% m/m)
0430 Japan December industrial production (-20.6% y/y)
0430 Japan December capacity utilization (-9.40% m/m)
1330 Canada December manufacturing shipments (-6.40% m/m)
1330 Canada December international securities transactions (-C$4.3 billion)
2350 Japan December tertiary industry index (-0.90% m/m)
Tuesday, 17 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0030 Australia February Reserve Bank of Australia board minutes
0600 Japan January machine tool orders (-84.4% y/y)
0815 CH December retail sales (-1.40% y/y)
0930 UK January consumer price index (-0.40% m/m)0930 UK January consumer price index (3.10% y/y)
0930 UK January consumer price index, core (1.10% y/y)
0930 UK December DCLG house prices (-8.60% y/y)
0930 UK January retail price index (-1.40% m/m)
0930 UK January retail price index (0.90% y/y)
1000 Germany February ZEW survey, economic sentiment (-31)
1000 Germany February ZEW survey, current situation (-77.1)
1000 Eurozone February ZEW survey, economic sentiment (-30.8)
1000 Eurozone December trade balance (-€4.9 billion)
1330 US February Empire State manufacturing index (-22.2)
1400 US December net long-term TIC flows (-US$ 21.7 billion)
1400 US December total net TIC flows (US$ 56.8 billion)
1800 US February NAHB housing market index (8)
1800 US St. Louis Federal Reserve President Bullard speaks
2220 Australia Reserve Bank of Australia Assistant Governor Edey speaks
2330 Australia December Westpac leading index (-1.00% m/m)
Wednesday, 18 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A UK February CBI industrial trends survey
0030 Australia Q4 wage cost index (0.90% q/q)
0030 Australia Q4 wage cost index (4.10% y/y)
0030 Australia January balance of payments imports (-2.00% m/m)
0400 Japan Bank of Japan Policy Board meeting
0500 Japan December leading index (79.8)
0500 Japan December coincident index (92.3)
0930 UK Bank of England MPC meeting minutes
1000 Eurozone December construction output (-1.10% m/m)
1000 Eurozone December construction output (-4.70% y/y)
1200 US MBA mortgage applications
1330 US January import price index (-4.2% m/m)
1330 US January import price index (-9.3% y/y)
1330 US January housing starts (550,000)
1330 US January building permits (547,000)
1330 Canada December wholesale sales (-1.60% m/m)
1400 US Cleveland Federal Reserve President Pianalto speaks
1415 US January industrial production (-2.0%)
1415 US January capacity utilization (73.6%)
1730 US Federal Reserve President Bernanke speaks
1830 US Chicago Federal Reserve President Evans speaks
1900 US Federal Open Market Committee meeting minutes
2350 Japan Foreign purchases of Japanese equities and bonds
2350 Japan Japanese purchases of foreign equities and bonds
Thursday, 19 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0715 CH January trade balance
0900 Italy December trade balance
0930 UK January public sector net cash requirement (₤44.2 billion)
0930 UK January public sector net borrowing (₤14.9 billion)
0930 UK January M4 money supply
1000 CH February ZEW survey, expectations (-66.7)
1330 US January producer price index (-1.90% m/m)
1330 US January producer price index (-0.90% y/y)
1330 US January PPI, ex-food and energy (0.20% m/m)
1330 US January PPI, ex-food and energy (4.30% y/y)
1330 US Weekly initial jobless claims
1330 US Continuing jobless claims
1330 Canada January leading indicators (-0.60% m/m)
1500 US Philadelphia Federal Reserve manufacturing index (-24.3)
1500 US January leading indicators (0.30%0
2200 Australia Reserve Bank of Australia Stevens speaks
2350 Japan December all-industry activity index (-2.30% m/m)
Friday, 20 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A Japan January supermarket sales (-2.80% y/y)
N/A France February PMI, manufacturing
0500 Japan Bank of Japan monthly report
0700 Japan January convenience store sales (6.10% y/y)
0745 France January consumer price index (-0.20% m/m)
0745 France January consumer price index (1.00% y/y)
0745 France February business confidence (73)
0900 Italy December industrial orders
0900 Italy December industrial sales
0930 UK January retail sales (1.60% m/m)
0930 UK January retail sales (4.00% y/y)
1200 Canada January consumer price index (-0.70% m/m)
1200 Canada January consumer price index (1.20% y/y0
1200 Canada January CPI, core (-0.40% m/m)
1200 Canada January CPI, core (2.40% y/y)
1330 US January consumer price index (-0.70% m/m)
1330 US January consumer price index (0.10% y/y)
1330 US January CPI, core (0.0% m/m)
1330 US January CPI, core (1.80% y/y)
Sunday 15 February 2009
€
The euro depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the single currency tested bids around the $1.2720 level and was capped around the $1.3095 level. The pair loat about 80 pips last week. The House passed a US$ 789 billion fiscal stimulus. Chicago Fed’s Evans wants to see more plans enacted before the Fed purchases long-term Treasuries. Geithner unveiled a plan to remove US$ 500 billion in bad assets from banks’ balance sheets and said the Fed may purchase up to US$ 1 trillion in asset-backed securities. Geithner also said mortgage relief could amount to US$ 50 billion. G7 officials meet in Roma this weekend and may discuss exchange rates. Congress is trying to finalize the US$ 789 billion fiscal stimulus.
ECB’s Ordonez is eyeing a 50bps cut in March and ECB’s Quaden said rates can go below two per cent. Europe inched closer to a “bad bank(s).” Eurogroup’s Juncker called for more cohesion among member countries. Germany ’s Bundestag passed another €50 billion in stimulus. ECB’s Bini-Smaghi said some of Europe may see an “L”-shaped recovery. ECB’s Liikanen, Papademos, and Tumpell-Gugerell noted rates may need to come down further.
Data released in the U.S. last week saw the December trade deficit decline to a six-year low at –US$ 39.9 billion with the 2008 total at –US$ 677.1 billion; the University of Michigan consumer sentiment index improved to 56.2; January retail sales were up 1.0% m/m and 0.9%; weekly initial jobless claims were off 8,000 to 623,000; December business inventories were off 1.3%; and single-family home prices fell 12.4% y/y in Q4.
Data released in the eurozone last week saw the EMU-16 Ifo economic climate index decline to an all-time low; the December trade surplus narrow to €10.7 billion; EMU-15 Q4 GDP growth was off 1.5% q/q; German Q4 GDP growth 2.1% q/q; and December industrial production was off 2.6% m/m and 12.0% y/y.
.
Technical Outlook
Last week’s high (1) was just below the 38.2% retracement of the 1.4866-1.2328 range and last week’s low (2) was below the 23.6% retracement of the same range. The 1.2927/ 1.3204/ 1.3359/ 1.3597/ 1.3745/ 1.3896/ 1.4183 levels represent upside resistance targets while the 1.2548/ 1.2328 levels represent downside support targets.
¥/ CNY
The yen depreciated marginally vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the ¥92.40 level and was supported around the ¥90.10 level. The pair gained about 5 pips last week. The Nikkei 225 stock index gained 0.96% on Friday to close at ¥7,749.40. PM Aso is embattled and the LDP may lose its stronghold on Japanese politics for the first time in 50 years. Economy chief Yosano said more fiscal stimulus is possible. Finance chief Nakagawa called for “decisive” action against the strong yen and railed against “competition in currency devaluation.” BoJ’s Policy Board convenes this week and may increase asset purchases.
Data released in Japan this week saw preliminary December machine tool orders off 1.7% m/m and 84.4% y/y; January corporate bankruptcies were up 16%; January bank lending rose 3.7% y/y; the January Economy Watchers’ survey print at 17.1; January consumer confidence printed at 26.4; and January annualized wholesale inflation were off 0.2% y/y.
Last week’s high (1) was just below the 23.6% retracement of the 110.64-87.09 range and last week’s low (2) was near a multi-month low. Upside resistance targets remain the 92.65/ 95.55/ 98.43 levels while downside support targets remain the 88.88/ 87.09/ 84.20 levels.
The Chinese yuan depreciated vis-à-vis the U.S. dollar as the greenback closed at CNY 6.8392 in the over-the-counter market, up from CNY 6.8334. The government cited slowing consumer expectations and consumption.
Data released in China last week saw January exports decline 17.5% y/y with imports off 43.1%; January PPI was off 1.3% m/m; January CPI was up 1.0% y/y; January bank lending was up CNY 1.62 trillion; and January M2 money supply growth accelerated.
₤
The British pound depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as cable tested bids around the US$ 1.4135 level and was capped around the $1.4985 level. The pair lost about 435 pips last week. BoE boss King said the central bank may purchase gilts to boost the money supply and counter the “deep recession.” BoE now sees inflation at 0.5% in two years and a rapid decline in GDP growth this year. The quarterly inflation report was much more dovish than expected and a March cut remains likely. Quantitative easing is possible at the March MPC meeting. Brown railed against bankers’ bonuses. BoE launched an asset purchase facility last week with a ₤50 billion budget. FX chief Paul Fisher joins the MPC on 1 March.
Data released in the U.K. last week saw January jobless benefit claims reach their highest level in nearly one decade at 1.233 million with ILO unemployment at 6.3%; BRC like-for-like January sales were up 1.1% y/y; RICS reported the decline in house prices quickened in January; the U.K.’s global trade gap narrowed to ₤7.367 billion; and December construction orders were off 9% in the three months to December.
Last week’s high (1) was below the 23.6% retracement of the 2.0156-1.3501 range and last week’s low (2) was a multi-decade low. Upside resistance targets include the 1.4720/ 1.5071/ 1.5475/ 1.6043 levels while downside support targets include the 1.3682/ 1.3501/ 1.2810 levels.
CHF
The Swiss franc appreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested bids around the CHF 1.1500 level and was capped around the CHF 1.1780 level. The pair lost about 5 pips last week. The Swiss government proposed a second economic stimulus worth CHF 700 million.
Data released in Switzerland last week saw January headline CPI fall 0.1% with core inflation up 1.3%; January producer and import prices were off 0.8% n/n and 0.9% y/y; and Swiss consumer sentiment improved to -23 in January.
Last week’s high (1) was just above the 23.6% retracement of the 1.0010-1.2298 range and last week’s low (2) was above the 38.2% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 1.1672/ 1.1758/ 1.1843 levels while downside support targets include the 1.1562/ 1.1424/ 1.1285/ 1.1154/ 1.0972 levels.
CAD
The Canadian dollar depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the greenback tested offers around the C$ 1.2545 level and was supported around the C$ 1.2125 level. The pair gained about 160 pips last week. Finance minister Flaherty said the loonie’s recent weakness will “make a difference going forward” in resolving the trade deficit. BoC chief Carney was criticized for being too optimistic in recent forecasts. BoC last month said the economy should contract 1.2% last month and expand 3.8% in 2010.
Data released in Canada last week saw the December trade deficit was –C$ 460 million, the largest deficit since March 1976; December new housing prices were off 0.1%; and December new home construction was off 11% to an annualized 153,500.
Last week’s high (1) was above the 23.6% retracement of the 0.9818-1.3006 range and last week’s low (2) was above the 38.2% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 1.2382/ 1.2462/ 1.2673/ 1.2752 levels while downside support targets include the 1.2235/ 1.2053/ 1.1788/ 1.1412 levels.
AUD
The Australian dollar depreciated vis-à-vis the U.S. dollar last week as the Aussie tested bids around the US$ 0.6430 level and was capped around the US$ 0.6850 level. The pair lost about 190 pips last week. RBA boss Stevens railed against asset bubbles. Parliament passed a A$42 billion fiscal stimulus.
Data released in Australia last week saw the January leading indicator of employment decline to -0.321, the fourteenth consecutive fall; December housing finance expanded 6.4% m/m; ANZ job advertisements fell 6.3% m/m in January; January business confidence fell to -32; January unemployment climbed to 4.8%; and the NAB quarterly business conditions survey was very weak.
Technical Outlook
Last week’s high (1) was above the 38.2% retracement of the 0.6007-0.7266 range and last week’s low (2) was below the 61.8% retracement of the same range. Upside resistance targets include the 0.6637/0.6785/ 0.6914/ 0.6969/ 0.7262 levels while downside support targets include the 0.6488/ 0.6305/ 0.6007 levels.
SCHEDULE
Sunday, 15 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
2130 NZ January performance of services index
2145 NZ Q4 producer prices, inputs (3.7% q/q)
2145 NZ Q4 producer prices, outputs (2.8% q/q)
2350 Japan Q4 gross domestic product (-0.50% q/q)
2350 Japan Q4 gross domestic product, annualized (-1.80%)
2350 Japan Q4 gross domestic product deflator (-1.60% y/y)
Monday, 16 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A Japan January nationwide department store sales (-9.40% y/y)
N/A Germany January wholesale price index (-3.0% m/m)
N/A Germany January wholesale price index (-3.3% y/y)
0001 UK February Rightmove house prices (-1.90% m/m)
0001 UK February Rightmove house prices (-7.30% y/y)
0400 Australia Reserve Bank of Australia official Ryan speaks
0400 Japan January Tokyo-area condominium sales (-18.20% y/y)
0430 Japan December industrial production (-9.6% m/m)
0430 Japan December industrial production (-20.6% y/y)
0430 Japan December capacity utilization (-9.40% m/m)
1330 Canada December manufacturing shipments (-6.40% m/m)
1330 Canada December international securities transactions (-C$4.3 billion)
2350 Japan December tertiary industry index (-0.90% m/m)
Tuesday, 17 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0030 Australia February Reserve Bank of Australia board minutes
0600 Japan January machine tool orders (-84.4% y/y)
0815 CH December retail sales (-1.40% y/y)
0930 UK January consumer price index (-0.40% m/m)0930 UK January consumer price index (3.10% y/y)
0930 UK January consumer price index, core (1.10% y/y)
0930 UK December DCLG house prices (-8.60% y/y)
0930 UK January retail price index (-1.40% m/m)
0930 UK January retail price index (0.90% y/y)
1000 Germany February ZEW survey, economic sentiment (-31)
1000 Germany February ZEW survey, current situation (-77.1)
1000 Eurozone February ZEW survey, economic sentiment (-30.8)
1000 Eurozone December trade balance (-€4.9 billion)
1330 US February Empire State manufacturing index (-22.2)
1400 US December net long-term TIC flows (-US$ 21.7 billion)
1400 US December total net TIC flows (US$ 56.8 billion)
1800 US February NAHB housing market index (8)
1800 US St. Louis Federal Reserve President Bullard speaks
2220 Australia Reserve Bank of Australia Assistant Governor Edey speaks
2330 Australia December Westpac leading index (-1.00% m/m)
Wednesday, 18 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A UK February CBI industrial trends survey
0030 Australia Q4 wage cost index (0.90% q/q)
0030 Australia Q4 wage cost index (4.10% y/y)
0030 Australia January balance of payments imports (-2.00% m/m)
0400 Japan Bank of Japan Policy Board meeting
0500 Japan December leading index (79.8)
0500 Japan December coincident index (92.3)
0930 UK Bank of England MPC meeting minutes
1000 Eurozone December construction output (-1.10% m/m)
1000 Eurozone December construction output (-4.70% y/y)
1200 US MBA mortgage applications
1330 US January import price index (-4.2% m/m)
1330 US January import price index (-9.3% y/y)
1330 US January housing starts (550,000)
1330 US January building permits (547,000)
1330 Canada December wholesale sales (-1.60% m/m)
1400 US Cleveland Federal Reserve President Pianalto speaks
1415 US January industrial production (-2.0%)
1415 US January capacity utilization (73.6%)
1730 US Federal Reserve President Bernanke speaks
1830 US Chicago Federal Reserve President Evans speaks
1900 US Federal Open Market Committee meeting minutes
2350 Japan Foreign purchases of Japanese equities and bonds
2350 Japan Japanese purchases of foreign equities and bonds
Thursday, 19 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
0715 CH January trade balance
0900 Italy December trade balance
0930 UK January public sector net cash requirement (₤44.2 billion)
0930 UK January public sector net borrowing (₤14.9 billion)
0930 UK January M4 money supply
1000 CH February ZEW survey, expectations (-66.7)
1330 US January producer price index (-1.90% m/m)
1330 US January producer price index (-0.90% y/y)
1330 US January PPI, ex-food and energy (0.20% m/m)
1330 US January PPI, ex-food and energy (4.30% y/y)
1330 US Weekly initial jobless claims
1330 US Continuing jobless claims
1330 Canada January leading indicators (-0.60% m/m)
1500 US Philadelphia Federal Reserve manufacturing index (-24.3)
1500 US January leading indicators (0.30%0
2200 Australia Reserve Bank of Australia Stevens speaks
2350 Japan December all-industry activity index (-2.30% m/m)
Friday, 20 February 2009
all times GMT
(last release in parentheses)
N/A Japan January supermarket sales (-2.80% y/y)
N/A France February PMI, manufacturing
0500 Japan Bank of Japan monthly report
0700 Japan January convenience store sales (6.10% y/y)
0745 France January consumer price index (-0.20% m/m)
0745 France January consumer price index (1.00% y/y)
0745 France February business confidence (73)
0900 Italy December industrial orders
0900 Italy December industrial sales
0930 UK January retail sales (1.60% m/m)
0930 UK January retail sales (4.00% y/y)
1200 Canada January consumer price index (-0.70% m/m)
1200 Canada January consumer price index (1.20% y/y0
1200 Canada January CPI, core (-0.40% m/m)
1200 Canada January CPI, core (2.40% y/y)
1330 US January consumer price index (-0.70% m/m)
1330 US January consumer price index (0.10% y/y)
1330 US January CPI, core (0.0% m/m)
1330 US January CPI, core (1.80% y/y)
Subscribe to:
Posts (Atom)