Sunday, August 26, 2012

HRUM Berpeluang Menutup Gap Di 7000


HRUM berhasil membentuk Higher Low semasa konsolidasinya dan menembus resisten di 6200. Penembusan ini membuka peluang penguatan menuju target di MA200 beserta Gap 7000 – 7150 dengan minor target 6650. Mengingat posisi saham ini masih di bawah MA200, sebaiknya take profit ketika target harga tercapai.
Rekomendasi: Buy. Stoploss level 6000.
Disclaimer ON

Membongkar Kebohongan Besar Realita Pria Pemilih

Pernahkah Anda mendengar seseorang menjelaskan alasan kenapa dirinya masih jomblo dengan alasan seperti, “Ah gue emang tipe pemilih sih,” “Gue milih-milih wanita, man, musti liat semuanya dulu baru gue bakalan PDKT," atau alasan serupa lainnya yang menjadi pembelaan mengapa dirinya belum pacaran atau terlihat dekat dengan wanita manapun.
“Pria pemilih” menjadi realita palsu yang banyak digunakan pria-pria dewasa. Mungkin Anda termasuk pria yang menggunakannya juga dalam kehidupan Anda sehari-hari sekarang ini.
Seorang pria layak menyebut dirinya “pria pemilih” bila dia mampu mendapatkan pilihan yang diinginkan, atau setidaknya berada dalam realita bahwa dia memiliki sejumlah pilihan, atau sanggup menciptakan pilihan. Hanya ketika pria tersebut memiliki Power to Bargain atau Power to Choose, barulah paradigma dan realita “pria pemilih” menjadi masuk akal. Pria tesebut memang mampu kapan saja memilih dan memutuskan “produk” terbaik yang ingin ia miliki.
Namun jika pria tersebut tidak memilikinya, itu berarti ia hanya berlagak saja memiliki pilihan dan menjadi seorang pemilih dalam petualangan romantikanya. Lebih parah lagi jika bukan saja ia tidak mampu memilih dan memiliki wanita yang ia inginkan, bahkan ia sendiri kemungkinan besar belum memiliki opsi apapun untuk dipilih.
Ilusi realita “pria pemilih” yang dipakai akan memberikan dampak negatif pada diri Anda. Jika Anda gagal mendekati dan mendapatkan wanita yang diinginkan, Anda bisa dengan mudah mengumandangkan alasan, “Ah, santai aja, toh wanita itu emang bukan tipe gue.” Defense mechanism yang muncul untuk menyelamatkan ego Anda tersebut akan menghalangi untuk mengambil pelajaran atau melihat kekurangan apa yang perlu diperbaiki untuk memastikan lain kali berakhir dengan hasil yang berbeda.
Ilusi “pria pemilih” mencegah Anda untuk melihat ke dalam diri sendiri, mencegah Anda untuk mengenali lebih kekurangan yang Anda miliki, terlebih lagi mengakuinya. Ilusi tersebut membuat Anda berpikir kalau Anda mampu membuat pilihan sementara kenyataannya tidak pernah ada pilihan sama sekali. Menghambat diri Anda untuk memperbaiki diri, terus tenggelam dalam pusaran yang gelap, sampai akhirnya ketika Anda sadar dan ingin mengubah keadaan, semuanya sudah terlambat.
Mulai detik ini biasakan untuk berseru, “Bullshit!” kepada setiap teman Anda yang menyatakan bahwa dirinya adalah “cowo pemilih,” sementara kenyataannya Anda bisa melihat sendiri itu adalah alasan superfisial yang lebih nyaring daripada tong kosong manapun. Jangan lupa untuk berseru, “Bullshit!” pada diri Anda sendiri setiap kali Anda mendapati mulut dan kepala Anda ingin memakai realita bodoh itu.

So ladies, jangan termakan omongan "superfisial" ( karangan fantasy semata ) jangan terjebak untuk mengasihani nya atau memuja pria type ini, karena pria seperti ini sebetulnya dia tidak punya power untuk memilih atau tidak punya apa-apa yang bisa di tawarkan ke seorang wanita alias "kosong", ini hanya "perangkap" saja, seolah olah dirinya bernilai tinggi padahal NOL BESAR. Pria type ini hanya mengandalkan ketampanan saja tidak lebih. Syarat pria untuk dapat memilih seorang wanita minimal mempunyai materi yang cukup untuk di sharing bersama atau mempunyai pendidikan tinggi yang berpotensi cerah untuk masa depan dirinya, setidaknya. Selanjutnya bila pria ini sukses dalam karier dan kehidupan nya tak mungkin tidak ada wanita yang akan memilihnya. Artinya banyak sekali pilihan di depan jadi lebih pantas di sebut pria pemilih bila mempunyai banyak pilihan. Bila tak satupun wanita menjadi kekasihnya, alamat Pria Bullshit. Sekian dan terima kasih, Selamat Malam Surabayaaaaa....*ketelen ban mobil...

Thursday, August 23, 2012

5 Kebiasaan Yang Bikin Pasangan Bahagia


Apa sih resep agar hubungan tetap awet dan bahagia?
Berdasarkan beberapa pengalaman pasangan yang berbahagia hingga menikah lama, inilah rahasia kebahagiaan mereka.

"Kami berangkat tidur di jam yang sama," - Arlan
Sekalipun Arlan sibuk dan harus pulang larut malam, pasangannya selalu menunggu dengan setia hanya demi tidur di jam yang sama. Rasa kantuk terkadang susah juga diabaikan, solusinya pasangannya memilih tidur di sofa sambil menunggu Arlan pulang. Alasannya sederhana, tak ingin melewatkan momen indah menutup malam. Biasanya, sebelum tidur akan diisi dengan sedikit cerita keseharian masing-masing hingga kantuk menyerang. Kemudian, barulah mereka terlelap dalam pelukan.

"Selera film kami sama, kami selalu punya waktu untuk nonton berdua," - Lavita
Tak harus memiliki banyak kesamaan kok untuk menjadi pasangan yang bahagia. Setidaknya punya beberapa kesamaan yang bisa dilakukan berdua sudah cukup banyak membantu. Menonton film seperti Lavita dan pasangan, misalnya. Bisa menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dan mendekatkan satu sama lain.

"Biasanya kami akan berjalan kaki sambil bergandengan tangan, simple tapi rasanya nyaman..." - Dee
Sama-sama punya kesibukan yang tak bisa ditinggalkan bukan berarti mengurangi keharmonisan dan keromantisan dalam hubungan. Tak harus diwujudkan dalam bentuk bunga. Tetapi setidaknya saat berjalan bergandengan tangan dan saling merasakan kedekatan sudah sangat luar biasa. Hal ini mungkin terlihat simple, tetapi di balik kekuatan gandengan tangan ini tersimpan sebuah ikatan yang tak pernah diduga orang lain.
Bagaikan tersimpul sebuah cinta, kepercayaan, kenyamanan di dalamnya. Yang biasanya jarang ditemukan di antara pasangan yang tidak saling mencintai.

"Saling berpelukan, menyentuh, memainkan rambut di saat ada kesempatan..." - Pramudi
Terkadang di saat santai dan nonton televisi bersama, keduanya sama-sama menikmati tontonan di televisi. Tetapi tak lantas membuat pasangan merasa terabaikan, ada pelukan, ada sentuhan di sana yang membuat pasangan jadi merasa nyaman dan diperhatikan sekaligus.

"Ada pujian yang memang tulus diucapkan. Misalnya saja, kamu pantas pake baju ini," - Ria
Dan jangan lupakan untuk saling memberi pujian pada pasangan. Mungkin sederhana saja, pujian karena baju yang dipilih warnanya terlihat cantik saat dikenakan. Namun, pujian itu layaknya menjadi baterai kepercayaan diri agar pasangan tetap merasa dicintai.
Umumnya, seiring bertambahnya usia, seseorang semakin tak percaya diri pada penampilan. Dan hal ini seringkali membuat orang jadi sensi serta mudah cemburu.

BJBR Menguji Kekuatan Support MA200

BJBR saat ini berkonsolidasi andata support psikologis MA200 di 980 dan resisten 1020. Jika BJBR mampubertahan di atas MA200 dan menembus 1020, besar peluang BJBR untuk menguat menuju target Gap-nya di 1130 dengan minor target 1060. MACD yang berpeluang Dead Cross menunjukkan saham ini berada di ujung konsolidasinya.
Rekomendasi: Buy jika break 1020. Stoploss level 980.
Disclaimer ON

Sadar Gak? 7 Hal ini yang Buat Kamu Berubah

Kamu tahu kan Mario Teguh? Ituloh bapak-bapak yang jadi motivator di acara metro tv, acaranya Mario Teguh Golden Ways. Saya tidak tahu udah berapa orang galau yang diobati beliau.
Nah, kebetulan tadi saya baca tulisan luar, yang judulnya “Mind Is Playing on You“. Saya jadi inget sama Mario Teguh. Jadi caritanya ada bebrapa hal yang bisa ngaruhin pikiran kamu, tetapi kamu sendiri gak sadar.
Saya yakin setiap orang pernah galau, entah itu putus atau gagal ujian. Terus berpikir kalau hidup kita itu udah gak guna, dsb. Nah, sebenernya hal itu adalah respon dari otak kamu atas kejadian tadi. Tetapi sebenarnya juga kamu tidak perlu nurutin apa respon default itu.
Saya sendiri sadar kalau tujuh hal ini benar-benar mempengaruhi “bagaimana saya”.
Perhatikan bahwa tujuh hal di bawah ini ‘mempermainkan’ bagaimana kamu. Sadari dan lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan dan hindari apa yang tidak kamu harus lakukan.

1. “Dari sekarang, aku akan melakukan yang terbaik”
Sudah berapa kali kamu berpikir positif setelah melihat orang lain sukses atau setelah mendengarkan motivasi Mario Teguh? Saya yakin kita sering berpikiran positif sesaat setelah kita mendengarkan motivasi atau kisah-kisah orang lain yang sukses.
Saya sendiri percaya, ketika kita terdesak, kita secara spontan akan berpikir dengan cepat tentang apa yang harus saya lakukan. Dan terus berusaha agar menggapainya. Saya sendiri merasakan energi besar langsung ada yang menyuruh saya untuk berusaha denganmaksimal.
Tetapi bagimana jika kita dihadapkan dengan bad mod atau kegagalan? Tiba-tiba saja pikiran positif kita hilang entah kemana lalu galau seharian. Energi positif itu hilang entah kemana.
Kita serasa menjadi tidak berguna.
Nah, hal ini penting. Jangan sampai pikiran kamu terus mempermainkan kamu. Solusinya, kamu hanya perlu memunculkan energi positif tadi lagi dan belajar dari kesalahan.

2. “Aku hanya perlu meniru seperti…”
Sebenarnya normal jika kamu menginginkan hal yang sempurna. Jika kamu punya idola ideal kamu, sedikitnya kamu mencoba menirukan gaya dan kehidupannya.
Kamu terus menirukan idola ideal kamu, cara bicara, kehidapannya, dll. Artinya kamu sudah terjebak dengan seseorang itu. Kamu lupa kalau kamu sendiri punya karakter, punya kehidupan, dan punya petualangan sendiri.
Artinya, coba kamu adaptasi apa yang cocok dan tidak cocok dengan kamu. Jangan sampai pikiran kamu terus menyuruh kamu untuk sama percis dengan idola ideal kamu.

3. “Aku hanya perlu menuruti perkataan guru saya”
Maksud guru di sini adalah seseorang yang ahli dalam bidangnya.
Kita seringkali mudah menerima jika seorang guru mengatakan suatu hal dan kita menurutinya. Ketika kamu down, seakan perkatan mereka adalah solusi atas masalah kamu. Ada suatu paradigma bahwa guru selalu benar.
Padahal guru menasihati kita atas apa yang telah mereka alami, kecuali jika memang sudah tertulis di kitab suci. Kamu tidak harus menuruti sepenuhnya perkataan mereka. Jika kamu merasa tidak pas atau kurang “sreg” kamu seharusnya mencari jalan keluar kamu sendiri.
Ingat, guru memberikan saran, tetapi kamu yang mempertimbangkan saran itu. Sadari diri kamu sendiri, percaya kemampuan diri kamu sendiri, dan carilah apa yang benar-benar cocok dengan diri kamu.

4. “Sekarang lagi sibuk, ntar aja deh..”
Ketika kamu sedang sibuk dengan kegiatan kamu sendiri, seakan-akan kamu tidak mempuyai lagi waktu untuk hal lain. Akan tetapi, hal itu ternyata adalah respon dari otak kamu.
Coba perhatikan dan pelajari lagi kegiatan kamu, apakah kamu benar-benar sibuk. Tuliskan skala prioritas tentang hal-hal yang kamu lakukan terus cermati. Saya yakin ada beberapa hal yang sebenarnya tidak usah kamu lakukan.
Dari sini, seharusnya kamu punya punya waktu untuk melakukan hal-hal mana saja yang harus kamu prioritaskan.

5. “Aku capek, aku perlu istirahat”
Mungkin kamu berpikir kecapekan dan kamu perlu istirahat. Jika iyah, maka istirahatlah. Jangan terlalu memaksan diri kamu sendiri.
Apakah kamu yakin kamu perlu istirahat?
Terkadang istirahat adalah alasan untuk kabur dari permasalahan yang kamu hadapi, itu terjadi karena kamu terlalu sering beristirahat ketika memang waktunya bukan untuk istirahat.
Ketika kamu dihadapkan dengan banyak hal, coba luangkan waktu 10 menit sebelum kamu istirahat. Tanyakan pada diri kamu yang sudah kamu lakukan? sudah berapa masalah yang kamu pecahkan? Dan pikirkan apa yang akan membuat kamu semangat lagi.

6. “Orang lain lebih beruntung dari saya”
Jangan sampai kamu berpikiran kamu tidak beruntung, jika kamu terus mengalihkan alasan kepada yang satu ini, kamu tidak akan pernah keluar dari masalah.
Berikan sedikit kepercayaan untuk diri kamu, bahwa kamu juga sebenarnya bisa dan beruntung.

7. “Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu…”
Bayangkan kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau, apa yang kamu cita-citakan. Mimpi memang membuat kita akan lebih bersemangat.
Waktu sangat berharga bagi kita, pastikan jika waktu yang sudah kamu tentukan untuk mendapatkan yang kamu mau memang terjadi. Dengan begitu kamu akan terus memiliki energi untuk terus berusaha menggapainya.

Tujuh hal itu bisa memengaruhi pikiran kamu, jangan sampai kamu terjebak dengan keadaan kamu. Percaya atau nggak, sebenarnya keberuntungan itu datang dari apa yang kamu pikirkan terus-menerus.
Apa kamu setuju dengan hal diatas?

Jangan Coba-coba Lakukan 10 Hal Ini Jika Ingin Bahagia

Semakin hari tampaknya orang-orang semakin susah untuk mendapatkan kebahagiaan, entah karena urusan keluarga atau pekerjaan.

Penelitian baru dari Carnegie Mellon University pun mengungkapkan bahwa tingkat stres orang Amerika terus mengalami peningkatan selama 25 tahun, bahkan 1 dari 10 orang dilaporkan mengonsumsi obat-obatan antidepresan.

Biasanya stres dan ketidakbahagiaan ini datang dari diri Anda sendiri sehingga seorang pakar mengatakan bahwa untuk mengatasinya, setiap orang harus menyadari apa saja yang telah dilakukannya hingga memunculkan stres dan perasaan tak bahagia tersebut.

Untuk lebih jelasnya, simak 10 kesalahan umum yang biasanya Anda lakukan hingga merusak mood dan menyebabkan ketidakbahagiaan serta apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya seperti dilansir dari cbsnews, berikut ini.


1. Merenungkan masa lalu
Setiap orang pasti pernah mengalami trauma selama hidupnya. Cara seseorang untuk menghadapi trauma itu bisa saja membedakan cara orang yang bersangkutan untuk mendapatkan kebahagiaan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Sciencemengungkapkan bahwa selalu memikirkan kejadian di masa lalu merupakan pemicu utama depresi klinis.

Hal ini karena banyak orang menderita apa yang disebut bias memori selektif (selective memory bias). Studi yang dipimpin oleh pakar neurosains kognitif Dr. Elizabeth Kensinger dari Boston College mengungkapkan bahwa orang cenderung lebih banyak mengingat kejadian-kejadian negatif di masa lalu daripada kejadian positif.

Semakin banyak hal buruk yang diingat maka mereka akan semakin cenderung terlalu menekankan hal itu dan membesar-besarkan dampaknya terhadap kehidupannya di masa kini.

Masa lalu memang tak bisa diubah namun merenungkannya memberikan perasaan ketidakberdayaan dan kepahitan yang kuat.

2. Mengejar ketenaran atau uang
Banyak penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kekayaan, barang-barang mewah dan ketenaran hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap kebahagiaan.

Survei yang dilakukan terhadap sejumlah milyarder Amerika dan dipublikasikan dalam jurnal Social Indicators Research menemukan bahwa sebagai sebuah kelompok masyarakat, mereka tak lebih bahagia dibandingkan rata-rata kelas menengah Amerika.

Hanya sedikit milyarder Amerika yang mengaku bahagia namun tak ada yang mengatakan bahwa penyebabnya adalah uang. Lalu apa yang membuat mereka bahagia? Rata-rata mengaku dilimpahi kehangatan dan cinta dari pasangannya serta menemukan tujuan hidupnya.

Studi lain dari University of Rochester menunjukkan bahwa orang-orang yang mengejar ketenaran sebagai tujuan utama hidupnya takkan merasa bahagia dibandingkan mereka yang memiliki ambisi lebih tinggi.

3. Mencemaskan masa depan
Merenungkan masa lalu memang bisa menyebabkan depresi, namun hal ini sama halnya dengan mencemaskan masa depan.

Penelitian yang dilakukan oleh psikolog Suzanne Segerstrom dari University of Kentucky menemukan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan seseorang untuk memikirkan tentang 'bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi' maka mereka semakin cenderung membayangkan sesuatu yang sebenarnya takkan terjadi. Hal ini jelas-jelas menimbulkan emosi yang tak ada gunanya dan buang-buang waktu.

Hal ini tak hanya akan menimbulkan kecemasan namun penelitian yang dipublikasikan dalam jurnalCirculation ini juga mengindikasikan risiko penyakit jantung koroner hingga memperpendek angka kelangsungan hidup.

4. Terobsesi dengan penampilan fisik
Pada suatu waktu nanti, kecantikan itu akan memudar sehingga jika Anda terobsesi dengan hal itu maka kebahagiaan Anda ikut hilang bersamanya.

Sebuah studi dalam Journal of Positive Psychology mengemukakan bahwa seorang model yang berada di puncak kecantikannya sekalipun seringkali merasa tak bahagia dan memiliki lebih banyak masalah psikologis dibandingkan rekan-rekannya.

Studi lain dalam Australian and New Zealand Journal of Psychiatry yang mengamati anak-anak beusia 9-12 tahun menemukan bahwa orang-orang yang percaya kecantikan merupakan sumber kebahagiaan lebih cenderung terkena depresi dibandingkan orang yang tidak berpikir begitu.

Kecantikan membuat orang menjadi bergantung pada evaluasi orang lain. Hal ini menciptakan kecemasan karena harapan terhadap kebahagiaan akan diberikan oleh kenalan dan orang asing yang opini atau cara berpikirnya tak bisa dikontrol oleh orang yang tergila-gila pada penampilan fisik itu.

5. Melakukan kebiasaan buruk secara otomatis
Kebiasaan muncul setelah dilakukan berulang kali hingga alam bawah sadar bisa melakukannya tanpa terencana. Masalahnya, banyak orang dengan kebiasaan buruk yang biasa dilakukan secara otomatis tanpa menyadari bahwa kebiasaan semacam itu menjauhkannya dari pencapaian tujuan dan kebahagiaan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific American mengungkapkan bahwa banyaknya 'kegagalan untuk mendapatkan kebahagiaan' itu justru berasal dari kebiasaan buruk, bukannya ketidakmampuan untuk mencapai kebahagiaan itu sendiri.

Kabar baiknya, sekali Anda menyadari bahwa beberapa kebiasaan mensabotase kebahagiaan Anda, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Phillippa Lally dan dipublikasikan dalam European Journal of Social Psychology menunjukkan bahwa Anda bisa mengubahnya hanya dalam 18 hari.

6. Berpikir secara hitam dan putih
Orang-orang cenderung berpikiran menyimpang sehingga membuat sejumlah hal tampaknya lebih buruk dari kenyataannya.

Berpikir bahwa setiap masalah atau orang hanya ada dua macam yaitu baik atau buruk atau menggunakan kata-kata seperti tak pernah (never), tak ada (nothing), segalanya (everything) atau selalu (always) menunjukkan bahwa Anda adalah pemikir yang terpolarisasi.

Penelitian yang dipublikasikan oleh psikolog Nalini Ambady dari Stanford University telah menunjukkan bahwa pemikiran yang terpolarisasi menciptakan sedikitnya dua masalah serius:

Pertama, kondisi ini menjamin realitanya telah menyimpang sehingga mendorong munculnya keputusan yang buruk dan kesalahan kritis dalam menilai sesuatu. Kedua, terlalu banyak pikiran menyimpang memperbesar emosi negatif seperti depresi, kecemasan, kemarahan dan ketakutan.

7. Pesimis
Menurut penelitian, orang yang optimis hidupnya lebih lama dan lebih sehat. Psikolog Martin Seligman dari University of Pennsylvania telah mempublikasikan penelitian ekstensif yang menunjukkan bahwa orang yang optimis juga lebih sukses dalam berkarir, menghasilkan lebih banyak uang, punya lebih banyak teman serta memiliki hubungan romantis yang lebih tahan lama dan lebih baik daripada orang yang pesimis.

Secara kritis, penelitian baru dalam jurnal Psychological Science juga mengemukakan bahwa orang yang positif memiliki persepsi yang akurat terhadap realita dan menghadapi stres lebih baik daripada orang yang negatif.

Ketika hal-hal buruk terjadi pada orang yang optimis, mereka akan lebih tahan banting, lebih cepat untuk bangkit dan cenderung memenangkan kesulitan yang dihadapinya dibandingkan orang yang pesimis.

8. Berkutat dalam lingkungan yang negatif
Entah itu film, musik, video game atau tempat tinggal, lingkungan fisik bisa mempengaruhi kebahagiaan seseorang lebih banyak dari yang mereka sadari.

Penelitian menunjukkan bahwa setiap manusia sangat rentan dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri. Tak adanya cahaya alami yang masuk ke rumah, terlalu banyak kekacauan atau pencitraan yang buruk dapat memicu kecemasan, depresi dan insomnia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Broadcasting and Electronic Media and Psychological Science menunjukkan bahwa terlalu banyak konsumsi media negatif seperti menonton film atau berita yang menyedihkan, memainkan video game yang penuh kekerasan, mendengarkan musik yang marah atau sedih serta membaca buku-buku yang isinya mengganggu dapat menyakiti mood, emosi dan prospek kehidupan Anda.

9. Berkumpul dengan orang-orang yang salah
Hampir sama dengan lingkungan fisik, keluarga atau teman-teman yang bersifat negatif, tak bahagia atau labil dapat menularkan karakteristiknya itu kepada Anda.

Beberapa studi yang dilakukan pakar ilmu sosial dan dokter Nicholas Christakis dari Harvard menunjukkan bahwa pikiran dan emosi, baik itu positif maupun negatif sangatlah menular dan bisa ditransmisikan satu sama lain hanya dalam waktu 1 detik.

Temuan lain menyatakan, orang-orang yang mempertahankan hubungan yang sehat akan lebih bahagia daripada mereka yang tidak melakukannya. Jaringan sosial yang kuat merupakan alasan mengapa orang Bangladesh, salah satu negara termiskin di dunia, dilaporkan memiliki tingkat kebahagiaan tertinggi dibandingkan orang-orang di negara maju.

10. Egois
Sebuah studi menemukan bahwa memahami perspektif orang lain, berbelas kasih dan membantu orang lain tanpa pamrih sangat penting untuk mencapai kebahagiaan.

Jika orang-orang semakin terfokus pada dirinya sendiri maka mereka akan semakin sering merenungkan, mengkhawatirkan dan membuat persepsi terhadap munculnya realita yang terburuk.

Studi lain yang dilakukan oleh Stephen G. Post dari Case Western Reserve University mengungkapkan bahwa orang-orang yang penuh perhatian dan suka membantu terlihat lebih bahagia, emosinya lebih tangguh, lebih sedikit memiliki masalah psikologis serta mengalami peningkatan kesehatan fisik dan angka harapan hidup.

Orang-orang semacam ini juga lebih cenderung mendapatkan promosi di tempat kerjanya, jarang stres dan tak mudah marah.

Wednesday, August 22, 2012

IHSG Berhasil Break Resisten Konsolidasi, Welcoming New High


HSG berhasil menembus resisten konsolidasinya di 4150 seperti yang telah direkomendasikan pada artikel: ‘IHSG Berkonsolidasi Wajar, Berpeluang Kembali Ke Level Tertinggi‘. Kemampuan IHSG menembus dan bertahan di atas 4150 akan membuka peluang untuk kembali ke level All Time High 4234. Nantinya penembusan 4234 akan mendorong penguatan lebih lanjut dan rekor tertinggi akan kembali terukir dengan target penguatan awal ke 4475 dan minor target 4375. MACD yang kembali meningkat menunjukkan IHSG bergerak positif.
Disclaimer ON