Friday, April 27, 2012

Tips Mendekati Pria Dewasa yang Masih Single : Kenali Tipe Dia

Sebelum melakukan pendekatan pada pria dewasa yang belum menikah, kenali dahulu penyebab dia masih jomblo. ini hanya berbagi pengetahuan saja buat para "jomblowati", supaya lebih afdol PeDeKaTe nya, dan bukan maksud meng-gurui tapi memang kadang pria itu lebih "rumit" di banding wanita, looooh, lebih sensi, lebih rempong cyinnn, hehehe....monggo di cekidot!

Lupa Waktu
Ketika ditanya “Mengapa belum menikah?”, jawabannya "Memang harus sekarang, ya?" Mereka adalah pria pekerja yang berangkat ke kantor pagi hari, mengarungi kemacetan kota besar, berkawan dengan radio, dan pulang pukul 10 malam. Tiba di rumah mandi, tidur, dan kembali esok pagi harus bangun. Mereka lupa waktu.
Mudah menandai orang tipe ini : topik pembicaraan selalu soal pekerjaan. Buatnya tak ada yang lebih penting dari kerja.
Mendekati orang seperti ini mudah. Bersinarlah di depannya. Ketahuilah sebanyak mungkin tentang bidang kerjanya. Jadilah teman diskusinya. Bila dia sudah sering mencondongkan tubuhnya ke depan ketika bicara dengan Anda, itu artinya dia mulai tertarik.

Mapan Dulu
"Dulu pas zaman kuliah, ada satu sepupuku yang sudah menikah, punya anak, dan hidup susah. Jangankan mobil, rumah saja ngontrak. Sejak itu aku bertekad akan cari uang, punya rumah dan mobil dulu, baru berani kawin," kata seorang pria usia 38 tahun. Dia seorang freelancer yang sudah punya rumah, mobil, dan tabungan yang cukup. Tahun depan, rencananya dia akan menikah, "Setelah ketemu cewek. Enggak usah ideal, yang penting seiman dan bekerja. Cukup," lanjutnya.
Orang seperti ini tidak antipacaran. Tapi biasanya dia akan mengatakan dengan terus terang tidak akan menikah sampai target materinya tercapai. Bila Anda tabah, teruskan. Dia akan komit, kok. Bila tidak, carilah orang lain.

Tak Kunjung Dapat
Dia sangat ingin menikah. Usahanya keras untuk itu. Sayangnya, dia tak mudah mendapatkan pasangan. Pada usianya yang sudah 'paruh baya’ bahkan dia sudah setengah berikrar akan menikah dengan siapa pun yang mau dengannya.
Ciri yang menonjol dari tipe ini adalah, bersedia dan minta dijodohkan. Setiap ketemu perempuan baru, dia akan menyebut soal keinginan menikah.
Bila Anda menyukainya, go ahead. Bila ragu, amati, apakah dia tipe lelaki yang dibesarkan dalam keluarga yang tak merestui pacaran? Atau dia punya kebiasaan buruk yang cukup mengganggu? Atau, keluarga besarnya selalu ikut dalam proses seleksi?

Too Picky
Dia punya kriteria yang luar biasa panjang dan detil soal calon pasangan. Dia akan melihat Anda dari atas sampai bawah, mengetes ini-itu, banyak bertanya untuk hal-hal yang tidak penting.
Anda menyukainya? Silakan dicoba. Siapa tahu Anda memenuhi kriterianya. Tapi ya siap-siap pergi jika dia mulai membuat hati Anda perih dengan sikapnya. FYI, sikap super pemilih ini bisa disebabkan karena tuntutan keluarga, atau melihat orang-orang yang dihormatinya punya pasangan sempurna (di matanya).

Mom's The Best!
Baginya, ibu adalah sosok perempuan sempurna di dunia ini. Dia tak akan rela kelak berpasangan dengan perempuan dari planet lain yang tak punya kemiripan sedikit pun dengan ibunya. Kemiripan ini bisa dilihat dari banyak sisi: fisik, habit, kesukaan, pandangan hidup. Biasanya, lelaki seperti ini akan sigap setiap kali ibunya membutuhkan bantuan, dan selalu menurut apa kata ibu.
Menyukai lelaki seperti ini cukup sulit. Anda nyaris tak mungkin kan bersaing dengan ibunya. Bila hubungan sudah semakin dekat, Anda perlu bertanya pada diri sendiri: ”Bisakah saya menjalani kehidupan damai dengan ibunya?" Jika bisa, jalankan. Jika tidak, lupakan.

Alergi Komitmen
Lelaki tipe ini yang gemar pacaran. Putus satu, tumbuh seribu. Dia mudah menemukan pasangan. Bukan playboy. Dia hanya menarik (banget!). Cirinya mudah, dia bisa dengan santai jalan dengan orang lain ketika masih terikat hubungan. Belum tentu orang lain itu perempuan. Bisa juga teman-teman lelakinya.
Lelaki ini akan berubah, bahkan kabur, ketika kita mulai bicara soal komitmen. Dia bukan tidak ingin menikah. Rasa takut lebih besar dibanding akal sehatnya. Bila cinta sudah menguasai Anda, maka kesabaran diperlukan. Anda perlu meyakinkannya bahwa menikah bukanlah sebuah ikatan yang membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Gali lagi, apa yang membuatnya alergi komitmen. Ubah pandangan "Enakan bebas. Enggak ada yang ngatur". Padahal, siapa yang mau ngatur, ya?

Enggan Menikah
Tipe ini ada dua macam. Enggan pacaran atau memilih hidup bersama dengan orang yang dicintainya (tanpa ikatan legal). Pada tipe pertama, dia memilih untuk hidup sendiri, punya binatang peliharaan, tidak terikat. Ada yang tinggal dengan orangtuanya. Ada juga yang sudah punya rumah, lengkap. Baginya, menikah adalah keruwetan hidup yang tak harus ditempuh.
Pada tipe kedua, mereka tidak khawatir dengan komitmen. Hanya saja, mereka memang tidak ingin mensahkan hubungan dengan sebuah ikatan lembaga perkawinan. Bagi tipe ini, "Buat apa kawin kalau ada risiko cerai? Ngurus surat kawin dan surat cerai sama repotnya. Mendingan hidup bareng. Sama-sama tahu konsekuensinya. Dan kalau sudah tidak cocok, tidak perlu banjir air mata keluarga," kata salah satu dari dua lelaki pembela tidak kawin.
Ciri tipe pertama mudah sekali. Dia menyenangkan, tapi tidak pernah bertanya hal personal kepada Anda. Buatnya, Anda sudah makan atau belum, sama sekali bukan urusannya. Sekalipun Anda beberapa kali menanyakannya (dan belum tentu dijawab).
Ciri tipe kedua cukup sulit, karena dia tidak bermasalah dengan komitmen. Baru akan ketahuan ketika hubungan Anda sudah benar-benar dekat dan Anda bertanya soal pernikahan.

Takut Perempuan
Dia bukan tak mau punya pasangan. Teman perempuannya sih tidak sedikit. Masalahnya, dia tak punya nyali mendekati perempuan yang dia suka. Karena itulah dia jadi anggota pasukan lajang begitu lama.
Tipe ini sebenarnya gampang ditaklukkan. Dekatilah. Dia dengan suka cita akan menerima Anda. Apalagi jika selama ini Anda sudah berteman baik dengannya. Persoalan jadi lebih mudah.

Patah Hati
Pria jenis ini pernah ditinggal seseorang yang amat dicintainya. Rasa sakitnya tak pernah sembuh. Pikiran dan perasaannya terpenjara di masa lalu. Baginya, tak ada perempuan yang mampu membuatnya jatuh cinta lagi. Baginya, si mantan adalah yang paling sempurna.
Mencintai pria ini butuh kesabaran tingkat tinggi. Mungkin dia memang dekat dengan Anda. Tapi Anda harus siap kalau dia tak pernah siap. Bisa saja ketulusan Anda akan meluluhkannya. Waktu yang akan menentukan nasib hubungan Anda. Ini type Pria yang paling "rumit" dibanding Type2 Semua di atas.....

Sumber : Chic Mei 2008


No comments:

Post a Comment