Thursday, May 31, 2012

Bahaya Infeksi di Balik Cantiknya Kuku Akrilik

Tidak mau repot-repot melakukan nail art, acrylic nails atau kuku 'palsu' bisa jadi solusi untuk tampil gaya dengan aneka hiasan kuku yang unik dan cantik. Jika nail art mengharuskan Anda betah berdiam diri dalam waktu lama dan mengerjakan semuanya dengan teliti, kuku akrilik hanya butuh sedikit waktu untuk menorehkan perekat dan menempelkannya pada kuku asli Anda.

Namun kemudahan ini bukannya tidak berisiko, pemakaian kuku palsu bisa mengganggu kesehatan kuku Anda, yang tentunya akan menimbulkan rasa sakit yang menyiksa. Berikut ini gangguan yang bisa terjadi jika Anda tidak hati-hati menggunakan kuku akrilik.

Infeksi
Memasang kuku akrilik harus benar-benar cermat agar tidak ada rongga antara kuku asli dan kuku akrilik. Sedikit saja ada gap di antaranya bisa menjadi pemicu infeksi. Udara dan air bisa membuat rongga ini lembab dan hangat, media yang sangat memungkinkan terjadinya infeksi. Ditambah dengan alat-alat aplikasi kuku akrilik yang tidak steril, infeksi akan semakin mudah terjadi. Akibat dari infeksi ini, kuku asli akan menguning dan mengeras sehingga nampak buruk.

Alergi
Beberapa orang alergi dengan bahan-bahan penyusun kuku akrilik, keringat juga bisa memperburuk alergi ini. Selain penyusun kuku, waspadai juga alergi terhadap perekat yang digunakan untuk melekatkan kuku akrilik pada kuku asli Anda. Bahan-bahan kimia ini bisa saja menimbulkan reaksi alergi ketika mengenai kuku atau kulit di sekitar kuku, menyebabkan timbul kemerahan dan bengkak di sekitar kuku sehingga terasa sakit. Segera lepas kuku akrilik jika timbul reaksi alergi yang demikian.
(vem/miw)

No comments:

Post a Comment